Poisoned Love, NOAH

Poisoned Love, NOAH
52. Tidak mempan


__ADS_3

Setelah kepergian sang suami untuk ke kantor papanya. Naomi hanya menatap mobil yang sudah keluar dari kediaman Adam Derryl ini.


"Hati-hati mas jaga hatimu, aku percaya dengan doa seorang istri pada suami nya untuk menjaga hatinya dan di jauhkan dari semua bahaya yang akan menghancurkan diri sendiri."


Naomi segera masuk ke dalam rumah dan melihat apa Aydin sang putra tidur lagi di jam segini. Ternyata benar Aydin tidur dengan pulas padahal ini masih pagi kemudian ia mulai tidak nyaman dengan tidurnya.


"Seperti nya ada sesuatu yang harus di ganti ya, sayang." Naomi segera memeriksa dan membersihkan pantat Aydin dengan tisu basah beraroma mentimun yang sangat segar.


"Nah sekarang sudah bersih, saatnya mandi sayangku." Naomi menuju tempat taman belakang dekat dapur untuk memandikan Aydin sang putra.


Air hangat sudah di siapkan dengan cepat, kalau dulu sewaktu di pegunungan Naomi menyiapkan lebih dulu, untungnya ada kompor gas tetapi jika habis dan terpaksa menggunakan kayu bakar. Tetapi semenjak disini semua serba instan dan ada yang melayani kebutuhan sehari-hari di kediaman Adam Derryl sekarang.


Perusahaan Bersih Minyak Kelapa Sawit.

__ADS_1


Suara sepatu para staf dan karyawan lainnya terdengar, seperti ini kegiatan mereka sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing. Di perusahaan ini tidak ada karyawan yang saling iri dengan pekerjaan nya karena kenaikan pangkat sesuai perfoma selama ia berkerja di perusahaan ini, jika masih ada yang bilang tidak adil maka siap-siap di pecat tetapi masih di beri pesangon yang layak sesuai masuk kerja berapa kali dalam satu bulan.


"Pagi mas Noah." Sapa para karyawan seperti biasa nya. Noah mengganggukkan kepala dan segera masuk ke lift pribadi.


Ruangan meeting sudah siap. Semua staf yang meeting pagi ini sudah berkumpul bahkan Coleen juga sudah hadir dengan sekretarisnya.


Meeting pagi ini berjalan lancar dan sukses, Coleen sedari tadi mencuri-curi pandang Noah. Namun Noah tetap pada pendiriannya dan fokus pada pekerjaannya sekarang.


"Kamu sangat menarik Noah, perfect. Aku akan mendapatkan kamu cepat atau lambat tapi aku akan memainkan trik yang cantik dan rapi." Gumam dalam hati Coleen.


"Tuan Noah tunggu." Panggil Coleen dengan penuh kepura-puraan.


Noah berhenti dan langsung menatap malas wajah Coleen. "Ada apa, jika tidak penting saya permisi," ucap Noah berlalu pergi.

__ADS_1


Coleen tidak memanggilnya lagi, lagian ini bukan waktu yang tepat untuk menjalankan misi. Pelan-pelan saja tidak usah terburu-buru bukannya hasil nya lebih baik yang pelan tapi pasti dari pada yang instan tapi menyakitkan.


Akal licik Coleen berjalan kemana-mana, baru kali ini ia mengenal sosok Noah yang sesuai dengan keriterianya dan menggoda selera.


"Tunggu saja Noah, kamu akan ada dalam genggamanku cepat atau lambat." Coleen segera keluar dari perusahaan yang kerja sama dengannya.


Noah yang berada di dalam ruangan nya segera melonggarkan dasi yang sedari tadi bertengger di lehernya, dengan kesal Noah melempar dasi tersebut ke sofa.


"Semoga Naomi tetap di rumah dan aman saat ini, Aydin juga. Papa sangat rindu dengan kalian berdua, andai pekerjaan bisa di kerjakan dirumah sekarang pasti aku sangat senang berdekatan dengan anak dan istriku. Coba aku cek dulu, bagaimana perkembangan orang yang aku suruh untuk menyelidiki wanita kecentilan sok polos itu."


Noah menekan ikon ponselnya dan menelpon seseorang yang ia sewa beberapa waktu ini untuk menyelidiki gerak-gerik Coleen yang suka keluar masuk club malam dan berganti-ganti pasangan setiap hari nya.


Noah mersa sangat jijik dengan Coleen.

__ADS_1


TTRIINGG.


Noah segera membuka pesan tersebut yang berisi informasi yang sangat mengejutkan sekali, dan menyuruh orang tersebut untuk mengusutnya sampai tuntas sebelum membuka keburukan Coleen di depan publik.


__ADS_2