Poisoned Love, NOAH

Poisoned Love, NOAH
40. Dilamar setelah melahirkan


__ADS_3

Saat ini Adam dan Shandra yang baru saja tau jika Naomi melahir kan langsung melakukan perjalanan menuju kota ini.


Perjalanan desa yang lumayan terjal tidak menjadi penghalang untuk di lalui, demi melihat cucu yang lahir berjenis kelamin laki-laki tidak mengurungkan niat Adam, ia tambah semangat dan juga bahagia. Sekelebat bayangan istrinya Aggis yang telah tiada saat melahir kan Noah kecil melintas, kemudian Adam segera mengusap air matanya. Rasanya bahagia karena Naomi berhasil dari maut dan melahir kan cucu untuknya.


Sesampainya di wilayah perkebunan Strawberry Adam langsung menuju kediaman Noah tapi tidak menemukan siapa-siapa rumah sepi. Adam mengirim pesan pada Noah dan menanyakan dimana karena grandma sudah tidak sabaran ingin bertemu cucu buyut nya.


Setelah menerima balasan dari Noah, Adam segera melajukan mobilnya menuju bidan setempat. Sempat binggung karena ini beda desa dan beberapa kali Adam turun mobil untuk menanyakan bidan di desa ini.


Bidan Aminah.


Mobil segera di tepikan untung tempat ini luas halaman rumah jadi tidak usah binggung mau parkir asal tidak menutupi jalan. Adam segera masuk ke dalam setelah berpapasan dengan bidan yang membantu Naomi melahirkan.


"Papa, grandma." Noah langsung menyalami kedua orang yang telah berjasa pada dirinya.


"Bagaimana keadaan Naomi sekarang?" Shandra menatap Naomi yang sudah mulai membaik tubuhnya setelah melahir kan.


"Baik grandma, baby boy juga sehat!" jawab Naomi tersenyum.

__ADS_1


Shandra terus tersenyum melihat sang bayi yang ada di samping Naomi. Bayi kecil berwajah tampan dan menggemaskan sekali. Shandra teringat dengan sang almarhum suaminya Derryl, wajah cucu buyutnya sangat persis dengan mendiang suaminya.


"Adam lihat, sama seperti papamu wajahnya, lihatlah Adam." Menyentuh wajahnya.


Adam begitu sangat terkejut dengan cucu yang ia lihat, sama persis dengan almarhum papanya yang ia rindukan hampir 30 tahun ini.


Noah hanya menggerutu dalam hati, jelas-jelas sang putra mirip dengannya kenapa yang di puji-puji sang grandpa.


"Emang sih jika dilihat-lihat di album foto aku mirip grandpa, bahkan sedikit pun tidak ada bedanya jika sama-sama muda. Tapi anakku oh... kenapa mirip sekali, sabar Noah sabar dari pada di jemur di sini lebih baik mengalah dengan yang tua-tua."


Naomi hanya tersenyum bahagia melihat sang putra di terima dengan lapang dada, ia jadi teringat saat keluarga kandung nya tidak mau menerima kehadirannya dari sejak lahir.


Naomi tetap tersenyum walaupun dalam hati ada rasa kecewa dengan ibu kandungnya.


Noah yang melihat gelagat berbeda Naomi langsung menguatkan Naomi yang sedang meneteskan air matanya.


"Naomi sayang." Mengelus puncak rambut Naomi.

__ADS_1


"Mas jangan panggil sayang, menggelikan di dengar. Apalagi jika itu kamu yang berucap,"


"Biarin, saya tidak peduli yang penting kamu tetap bahagia dengan saya dan putra kita." Noah mengambil kotak kecil yang sudah di persiapkan tadi pagi saat Naomi tertidur.


Noah membuka kotak tersebut dan mengajak Naomi menikah secepatnya. Adam dan Shandra yang menjadi saksi sangat terharu dengan anak nakal yang satu ini, sejak kapan ia bisa seromantis ini dengan perempuan.


Naomi yang masih terkejut diam seribu bahasa, apa ini benar nyata dan tidak hayalan. Pernikahan yang di impi-impikan akan terwujut, ia tidak peduli acara mewah atau sederhana yang penting orang yang ia cintai balas mencintai sepenuh jiwa raganya.


"Bagaimana Naomi, apa kamu mau menjadi istriku ibu dari putra kita dan mendampingiku selama hidup kita?" Naomi yang mendapat kan pertanyaan ini hanya menganggukkan kepala.


Noah langsung memasangkan cincin emas pada Naomi, meski buka berlian yang ia berikan tapi cincin ini cukup mewakilkan betapa besarnya rasa cinta pada Naomi, ada ukiran nama di dalam cincin tersebut.


"Ini cantik sekali mas."


"Saya senang Naomi jika kamu bahagia menerima pemberianku ini," mencium jemari Naomi yang sudah bersematkan cincin di jari manisnya.


Shandra segera menghampiri sang cucu menantu dan memberikan pelukan dan selamat pada Naomi.

__ADS_1


"Naomi jika dia si bocah nakal itu, menyakitimu lagi tinggalkan dia. Grandma punya banyak calon untukmu kedepannya." Sambil tertawa.


Noah yang di pojokkan lagi hanya menggerutu dalam hati. Adam tertawa nyaring melihat sang putra banyak pikiran.


__ADS_2