Poisoned Love, NOAH

Poisoned Love, NOAH
29. Perjanjian


__ADS_3

Naomi terkejut bukan main kamar yang di siapkan oleh Maxim melaui pelayan di villanya. Naomi terbengong sampai mulut nya tidak bisa tertutup rapat.


"Apa ini tidak salah atau jangan-jangan aku sudah berada di Surga." Naomi menepuk-nepuk pipinya berharap ini mimpi namun pada kenyataannya ini memang nyata dan real terjadi saat ini.


"Nyata kan tidak mimpi, tapi kamu tenag saja di sini semua tidak ada yang gratis nona," Maxim memberikan surat tanda kerja sama.


"Apa-apaan ini Maxim???" meletak kan surat perjanjian di atas meja dengan keras.


"Oke kalau tidak mau, ya terserah itu satu-satu nya jalan keluarmu saat ini untuk membalas perbuatan Noah padamu, pikirkan dengan baik-baik." Ucap Maxim dingin dan berlalu pergi.


"Cihh... ternyata sudah di rencanakan sejak awal dan aku menjadi sasaran empuknya mentang-mentang aku lemah dan tidak berdaya," Naomi menatap surat perjanjian untuk menjadi istri dadakan sampai bayi ini lahir dan artinya sekitar kurang lebih 7 bulan perjanjian.


Isi surat perjanjian.


1. Pura-pura saling mencintai di depan orangtua.


2. Pura-pura menikah di depan mama dan papa.


3. Jika di tanya anak yang ada di dalam kandungan anak Maxim dan Naomi.

__ADS_1


4. Mendapat harta 40 persen dari milik Maxim keseluruhan.


5. Di larang jatuh cinta saat masa perjanjian berjalan.


Sudah cukup ini saja perjanjiannya, yang lain menyusul kedepannya dan hanya pihak yang membuat perjanjian yang menentukan. Mudah kan isi perjanjiannya, jangan lupa tanda tangan dan di beri cap jempol menggunakan darah pribadi masing-masing dan harus dengan nama terang. Mulai hari ini sampai kelahiran perjanjian berlaku.


Tanda tangan di bawah ini.


Maxim Permadani Naomi Emma


.............................. ................................


***


"Kamar Maxim dimana ya mbak?" tanya Naomi pada salah satu penjaga rumah ini.


"Mari nona saya hantar ke kamar tuan muda," menujukkan arah.


Naomi mengikuti dari belakang, hati nya sangat was-was rasanya kayak terserang monster dadakan. Belum juga ada satu jam di villa ini sudah di berikan perjanjian yang tidak jelas tujuannya apa. Bagaimana di detik berikutnya apa masih bisa bernafas di dalam hati Naomi berdoa akan keselamatannya dan bayi tidak berdosa yang ada di dalam perut nya saat ini.

__ADS_1


Took...


Took....


"Masuk." Teriak Maxim dari dalam kamarnya saat sedang menata botol wine koleksinya.


Naomi menatap seluruh ruang pribadi Maxim, begitu mewah dan elegant di pandang mata, semua gaya dan dekorasi seluruh ruangan mengikuti zaman bisa di perkirakan sampai ratusan bahkan miliaran harga semua perabot ruangan ini.


"Sudah kamu tanda tangani dan bacakan isinya, jadi apa keputusan mu saya ingin dengar dari mulut kamu langsung?" Maxim meletakkan benda yang ada di tangannya ke dalam susunan rak.


"Saya ingin penjelasan dari kamu secara keseluruhan tanpa ada yang tersisa!" menatap tajam mata Maxim.


Maxim tersenyum, "bukan saatnya kamu tau, jika sudah tanda tangan letakkan di atas meja dan keluarlah dari ruangan ini." Ucap dingin Maxim menuju kamar mandi.


Naomi yang mendapatkan perilaku seperti ini menggerutu saat berjalan. Naomi semakin was-was dengan pemberian Maxim selajutnya jangan-jangan ada maksud terselubung di balik ini semua.


"Aku harus menjaga anakku baik-baik aku tidak mau kehilangan anakku untuk yang kedua kalinya," mengusap perut nya yang membuncit.


***

__ADS_1


Jangan lupa jaga kesehatan dan patuhi protokol kesehatan ya😊


__ADS_2