Poisoned Love, NOAH

Poisoned Love, NOAH
32. Di tampar


__ADS_3

Maxim berada di ruangan pribadi nya sambil menyalakan seputung rokok, tidak seperti biasanya ia menghisap rokok. Di saat seperti ini pikiran suntuk dan kacau saja ia menyala kan korek api dan rokok. Maxim mengacak-acak rambut nya pusing kedepannya harus bagaimana.


"Besok mama papa pasti datang, semoga dia bisa memerankan perannya dengan baik." Mematikan putung rokok yang baru saja ia hisap.


Ccress...


Maxim berjalan keluar dari ruangan pribadinya dan mencari sosok Naomi. Melihat Naomi sedang melamun membuatnya merasa tidak nyaman dan tidak tega. Ia berjalan mendekati Naomi namun saat akan menyentuh bahunya ia mendengar keluh kesah Naomi.


"Bodohnya aku, kenapa aku mau-maunya dan rela menyerahkan hidupku padanya yang jelas-jelas tidak menghargaiku sedikit pun. Tidak hanya sekali ia menyakiti dan membuat aku mengandung anaknya, hiks...." Mengusap air matanya yang jatuh berderai.


"Pakai ini," memberikan sapu tangan.


Naomi menatap orang yang berbicara di belakangnya. "Terimakasih, kenapa kamu datang di saat aku seperti ini. Sungguh memalukan."


"Sandarkanlah kepalamu di bahuku, mungkin bisa mengurangi beban hatimu." Menawarkan bahunya. Naomi menggelengkan kepalanya.


Maxim yang mendapat penolakan langsung memberikan pelukannya untuk Naomi, Naomi awalnya memberontak namun sedikit demi sedikit ia bisa tenang meskipun ia tidak menagis lagi.


"Aku akan melindungimu mulai sekarang Naomi, meskipun hatimu mungkin hanya miliknya."


Maxim menatap wajah Naomi yang sudah tertidur di pelukannya, dengan sigap Maxim mengendongnya dan merebahkan tubuh Naomi di ranjang dekat dengan ruang yang baru saja di gunakan Naomi saat bersedih, bisa di katakan ruang santai.


DDREET...

__ADS_1


DDREET....


Maxim langsung menatap siapa yang menelponnya, ternyata Noah.


"Ada apa?"


"Lo di mana, beberapa hari ini lo gak ada di club." Noah berbasa basi.


"Sibuk, jika tidak ada urusan aku tutup dulu telponnya," Maxim segera mematikan saluran telponnya.


Noah yang telponnya tiba-tiba di matikan hanya mengrenyitkan dahinya, ada apa ini kenapa. Seperti nya ia menyembunyi kan sesuatu hal yang aku tidak boleh tau.


Ttrringg..., pesan masuk ke dalam ponsel Noah. Noah melihat siapa yang mengirim pesan ternyata papanya yang memberi tau jika besok ada acara di kediaman Permadani acara kecil-kecilan.


Keesokan hari nya.


Kediaman Permadani.


Noah yang sudah datang dari tadi dengan Adam sang papa dan juga gradma Shandra hanya menatap fokus pada Maxim yang tertunduk tanpa berani menatap keluarga Derryl yang formasinya lengkap.


Tiba-tiba seseorang datang yang tak lain adalah Naomi Emma dengan balutan gaun yang sangat menawan di lihat.


"Naomi." Noah sangat terkejut begitu juga dengan Naomi.

__ADS_1


Ron Permadani dan Istrinya Zaza Permadani mengenalkan Naomi. Dan memberikan kabar baik jika Maxim dan Naomi sudah menikah bahkan sudah ada calon sang anak di dalam perut Naomi. Naomi yang sedari tadi di tatap buas oleh orang-orang hanya memegang ujung bajunya.


2 minggu kemudian.


Hari ini Naomi memeriksakan kandungan nya seorang diri tanpa di temani Maxim seperti bulan lalu, karena Maxim ada urusan di Luar Negeri.


Noah yang sedari tadi mengikuti Naomi ia sudah tidak tahan lagi, dengan segera Noah memaksa Naomi masuk ke dalam mobil bagian jok belakang dan menindihnya.


"Kenapa kamu bisa dengannya, apa benar kalian sudah menikah." Noah sudah tersulut emosi tingkat tinggi.


Naomi yang berada di bawahnya hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Noah yang menurut Naomi pertanyaan tidak penting sama sekali.


"Jawab," mencengkram dagu Naomi agar menatap diri nya.


"Bukan urusan kamu, lebih baik kamu urus kehidupan mu sendiri dan istrimu." Naomi segera mendorong tubuh Noah namun sayang tenaganya tidak seberapa dan sia-sia usahanya untuk memberontak.


Noah memiringkan wajahnya dan langsung memberikan sentuhan luar biasa di bibir Naomi, Naomi diam tidak membalas membuat Noah marah dan langsung menggigit bibir agar Naomi mau membukanya. Dan benar saja Naomi langsung membuka mulutnya membuat Noah melancarkan aksinya. Setelah puas bermain dengan bibir Naomi, Noah melepas pagutannya dan tersenyum.


"Rasanya masih sama, apa Maxim juga pernah merasakannya. Apa dia juga hebat di ranjang?" menyentuh paha Naomi.


PPLLAAKKK...


"Jaga kesopanan anda tuan Noah yang terhormat." Bergegas pergi setelah menampar pipi Noah.

__ADS_1


__ADS_2