Poisoned Love, NOAH

Poisoned Love, NOAH
30. Masih misteri


__ADS_3

Naomi sangat penasaran ada rahasia apa di balik semua ini, bagi Naomi Maxim adalah sosok yang sangat mesterius saat berbicara sepatah dua patah. Bahkan saat ia menatap seuatu sepertinya ia akan langsung tau inti poinnya.


"Walaupun aku tidak mengerti jalan pikiran dan perilakunya, aku haru waspada. Mungkin saja ia menyiap kan sesuatu yang merugikan aku kedepannya, apalagi tempat ini seperti terisolasi dengan baik bakan tidak ada tetangga yang membangun pemukiman di sekitar area villa ini." Gumam lirih Naomi sambil menatap pemandangan air laut dari jendela yang baru saja ia buka.


Angin laut langsung menyapa sampai tulang terdalam nya. Sambil mengusap-usap lengannya karena ini masih malam hari, rasa kantuk yang tadinya menyelimuti kini sirna sudah saat melihat deburan ombak.


"Nona pakailah ini, tuan menyuruh saya agar nona tidak kedinginan di villa ini." Memberikan selimut yang pas dengan badan Naomi ringan dan hangat.


"Terimakasih ya, eemmm... kalau saya boleh tau mbak namanya siapa?" Naomi menata pengurus rumah dengan penuh tanda tanya pasal nya ia tidak mau menjawab.


"Maaf nona, jika nona mengetahui nama saya. Saya akan kehilangan pekerjaan saya nona, permisi saya harap nona paham," pelayan tersebut berlalu pergi.


Naomi bertambah binggung kenapa ada peraturan seperti ini, apa setiap tamu yang berada di sini dilarang saling bertegur sapa dan mengetahui namanya, ada apa ini menjadi pertanyaan yang terngiang-ngiang dalam pikiran Naomi.


"Nih orang yang ada di rumah ini sangat misterius, apa jangan-jangan keluarga ini pesikopat atau mafia kelas kakap. Matilah aku keluar dari kandang singa masuk ke kandang serigala lapar, hiks... siapa yang bisa menolong ku." Naomi merapat kan selimut yang berada di punggung nya sambil terus berdoa di dalam hati saat berjalan menuju kamar sementaranya.

__ADS_1


Pagi hari.


Suara deburan ombak terdengar dari kamar Naomi bahkan sinar mentari juga nampak sangat terik bahkan tidak tau malu terus menyoroti wajah cantik milik Naomi. Naomi menutupi sebagian wajahnya karena silau terpapar sinar pagi hari.


Beberapa kali Naomi menguap sambil menutupinya dengan selimut putih tebalnya. Setelah merasa tidak silau karena cahaya matahari Naomi menyibakkan selimut yang ia gunakan sedari semalam.


Took...


Took....


"Masuk saja mbak, pintunya tidak saya kunci," Naomi berbicara sedikit keras takutnya ruangan ini kedap suara dan tidak dapat terdengar jelas dari luar ruangan.


Cklek.


"Permisi mbak, silahkan dinikmati sarapannya. Menu sesuai pesanan tuan muda." Pelayan tersebut segera pergi dari hadapan Naomi.

__ADS_1


Naomi hanya menghela nafas saja, benar-benar menjadi tawanan di villa Maxim saat ini. Di dalam pikiran Naomi lebih baik ia berurusan dengan Noah Derryl yang tidak seperti ini masih ada kebebasan jika dengan Noah.


Di lain tempat.


Noah yang baru bangun langsung mencari seseorang yang semalam baru ia temukan namun tidak ada saat ia mulai membuka matanya.


"Naomi kamu kemana." Menatap kesana kemari kemudian ia turun dari ranjang dan membuka kamar mandi dan tempat berganti pakaian namun tidak menemukan sosok Naomi di segala punjuru tempat.


"Kamu di mana Naomi, apa benar kamu meninggalkan saya Naomi. Kamu memang pantas Noah mendapatkannya, kamu sendiru menjadi seorang pengecut yang hanya bisa memberi harapan dan kemudian menyakiti nya lagi dan lagi." Memukulkan tangannya di tembok sampai memar dan meneluarkan sedikit darah.


Noah menyeka air matanya, ia tidak mau orang lain tau jika diri nya sering menangisi sosok Naomi hanya dia yang berhak menguasai dan menjadi ratu hatinya. Yang lain tidak berhak atas hati dan dirinya. Andai ia tidak melakukan kesalahan dan terkena bujuk rayu seekor rubah yang menyamar pasti saat ini ia tidak terjebak lagi dengan pernikahan yang tidak ingin terjadi selain dengan Naomi.


"Kamu laki-laki terbodo* yang pernah ada Noah, menyia-nyiakan bidadari secantik dan sebaik Naomi."


Noah berjalan keluar menuju lobby hotel dan keluar dengan wajah lesu tak bersemangat.

__ADS_1


__ADS_2