
Noah yang saat ini sedang berkerja tidak konsentrasi bahkan beberapa kali ia salah menada tangani dokumen dan menyuruh staffnya memperbaiki lagi dan lagi. Bahkan para karyawan berbicara ini itu apa yang menyebabkan Noah seperti itu, semua karyawannya tidak ada yang tau jika Noah kemarin menikah yang tau hanya beberapa kolega bisnis nya.
"Sialll memang pembawa sial, aku harus mencari seseorang untuk menyelesai kan permasalahan ku ini, bisa gila aku jika seperti ini terus," mengacak-acak rambut nya.
Noah menekan ponselnya dan menghubungi seseorang. "Bantu saya cari keberadaan Naomi di manapun, sampai ketemu." Noah mematikan sambungan teleponnya.
Noah menatap potret dirinya dengan Naomi kemarin pagi, wajah cantik natural Naomi sangat terpancar jelas.
"Aku sangat mencintai kamu Naomi, meski pun aku selalu membuat kesalahan yang tidak bisa aku atasi saat itu juga. Tapi percayalah aku akan segera mencari informasi tentang anak yang di kandung Shandy secepat nya." Menciumi foto Naomi.
Noah mengetik beberapa pesan singkat kepada orang suruhannya untuk menyelidiki gerak-gerik Shandy dan kemanapun kegiatannya saat ini, bahkan menyuruh untuk menyelidiki tempat-tempat yang sering di kunjungi Shandy setiap harinya.
"Tunggu aku sayang." Terus menciumi potret Naomi di layar ponselnya.
__ADS_1
Villa Maxim.
Maxim tengah menikmat secangkir coklat di temani beberapa biskuit menikmati indah nya pemandangan air laut dari balkon yang menghadap langsung ke arah laut. Naomi berjalan mendekati Maxim.
"Ada apa?" menatap wajah Naomi yang nampak cantik Natural yang berhasil membuat Maxim terpesona namun dengan sesaat Maxim sadar.
"Eemm boleh kah saya keluar dari villa ini, saya ingin pergi ke pantai itu!" jawab Naomi memelas.
Sesampainya di pantai, Naomi langsung melepas sedal yang ia gunakan karena ia ingin sekali merasakan air laut dan pasir yang ada di sini. Maxim yang melihat senyum bahagia yang terpancar dari wajah Naomi membuat dadanya merasakan getaran aneh.
"Ternyata membuat ia senang dan bahagia sangat gampang dan sederhana, tidak seperti kebanyakan wanita lainnya. Yang bahagia dan senang saat di ajak belanja dan liburan ke Luar Negeri. Pantas saja Noah tergila-gila dengan mu tapi sayangnya ia ceroboh dan bodo* tidak bisa hanya untuk kamu saja diri nya." Batin Maxim tersenyum sambil mengumpat Noah.
Setelah puas dengan bermain air dan pasir, tiba-tiba Naomi merengek ingin kelapa muda. Maxim menepuk jidatnya, ia hampir lupa jika Naomi tengah mengandung dan pasti akan nyidam ini itu.
__ADS_1
"Kamu ini." Sambil memanggil tukang kebun untuk memanjat pohon kelapa.
Setelah mendapatkan kelapa muda, Naomi tidak sabaran ingin mencicipinya. Ia putar-putar buah kelapa tersebut.
"Pak tolong sekalian di buka yang ini, sepertinya bayi yang di dalam kandungan tidak sabaran." Tersenyum ke arah Naomi.
Naomi yang mendapat senyuman dari wajah tampan Maxim tertegun. Tetapi Naomi segera menepisnya ia tidak mau terkena pesona sesaat seperti milik Noah yang ternyata hanya menipunya sampai saat ini. Setelah mendapatkan kelapa muda yang langsung di petik dari pohonnya Naomi meminum air buah kelapa dan daging nya tanpa sisa. Begitu sangat rakusnya ibu hamil yang satu ini meski pun tidak banyak yang ia habis kan cuma satu buah kelapa saja.
"Ayo masuk ke dalam, saya tidak ingin ada masalah kedepannya jika kamu di pantai ini terus dan satu lagi jika tidak ada saya kamu tidak boleh ke pantai itu. Bahaya." Ucap tegas Maxim.
"Aku tidak ingin Noah tau jika kamu ada di sini, aku yakin sekarang anak buah Noah sedang mencari kamu."
Naomi menurut saja dengan ucapan Maxim lagian ini kan villa miliknya pribadi pasti ia yang mengatur orang yang berada di dalamnya, termasuk kebebasan.
__ADS_1