Poisoned Love, NOAH

Poisoned Love, NOAH
50. Bau-bau kutu penggangu


__ADS_3

Naomi melempar ponselnya ke ranjang tidur, kesal bercampur aduk meski suaminya telah menjelaskan apa adanya.


"Kenapa tidak di tolak atau di dorong, seperti nya bibir penggoda itu seksi dan memabukkan." Naomi membayangkan yang tidak-tidak saat suaminya berciuman dengan wanita lain.


Hari menjelang siang. Naomi menuju dapur untuk menyiapkan makanan tetapi belum sampai dapur Shandra menghentikannya agar Naomi tidak melakukan pekerjaan tersebut.


"Naomi...." Panggilnya lembut.


"Iya grandma," langsung menoleh ke sumber suara.


"Tidak usah masuk dapur Naomi, jika perlu apa-apa biar Tika yang akan menyiapkannya. Tika cepat siapkan makanannya ya." Sedikit teriak sambil duduk di meja makan.


Dengan cekatan Tika menyiapkan semua nya, karena ini tugas Tika untuk memasak dan menyiapkan makanan di keluarga Derryl tersebut.


Naomi hanya diam di meja makan, sebenarnya tubuhnya saat ini ingin sekali melakukan aktivitas namun ia sering di larang melakukan ini itu, lebih baik beryoga atau jalan-jalan santai di sekitar rumah ini.


"Sangat bosan sekali."


"Benar-benar di penjara, kenapa mereka suka hidup mewah tetapi ujung-ujungnya tidak nyaman untuk diri sendiri."


Naomi melanjutkan makan siang dengan Shandra.

__ADS_1


Sore hari.


Naomi sore ini pergi sendirian ke minimarket dan menggunakan pakaian lengkap dan mengenakan masker penutup mulut serta jaket tebal yang menutupi tubuh bagusnya setelah melahirkan.


"Mau keluar saja, harus banyak alasan."


Naomi berjalan dengan santai berkeliling tempat-tempat yang selama ini ingin ia kelilingi, andai Aydin tidak di tahan tadi pasti saat ini ia tambah gembira dengan putranya.


"Andai aku bebas seperti ibu-ibu itu dengan leluasa membawa anaknya, pasti aku juga bahagia sekali."


Naomi menangkap seseorang dengan salah satu orang yang ia kenal.


"Kenapa aku merasa orang itu tidak asing, tapi siapa. Ini terlalu jauh dan banyak orang." Naomi mendongakkan kepala nya berusaha mencari orang tersebut namun hanya punggungnya yang terlihat.


Kediaman Adam Derryl.


Hari ini seluruh keluarga berkumpul di kediaman ini untuk membicarakan tentang Delisia Coleen, suasana sangat tegang dan serius. Naomi tidak mau merusak dengan kedatangannya tiba-tiba namun naas Maxim melihatnya lebih dulu.


"Naomi." Sapanya lirih.


Semua orang langsung menatap ke arah pintu. Noah langsung berdiri dan menarik pergelangan Naomi dengan lembut.

__ADS_1


"Sayang kamu baru pulang, tidak terjadi apa-apakan." Noah menatap seluruh badan Naomi.


"Aku tidak apa-apa mas, memangnya ada apa sih?" Naomi bertanya dengan bingung.


Noah menggeleng. "Tidak ada apa-apa,"


Jawaban Noah seperti itu membuat Naomi bertambah penasaran ada apa sebenarnya dan mengapa semua berkumpul seperti nya ada sesuatu yang penting dan harus di waspadai kedepannya.


"Apa jangan-jangan wanita yang ada di ponsel sewaktu mas Noah kirimkan tadi. Dan aku sempat bertemu dengannya tadi."


"Kamu ikut duduk disini ya sayang." Perintah Noah sambil menarik lembut pergelangan tangan Naomi.


Semua orang sangat cemas dan waspada.


"Ini penting untuk kamu Naomi," Adam tiba-tiba berbicara.


"Tuhkan ada yang tidak beres lagi, ada permasalahan apa sih kenapa aku di sangkutkan lagi." Perasaan Naomi sangat kesal.


Ia tau jika papa mertuanya tidak bisa di bantah, jika bilang a ya harus a tidak boleh b atau c. Naomi sangat berharap papa mertuanya tidak mempersulit rumah tangganya.


Ia tau jika sang papa tidak menyukai dirinya, mungkin perkebunan strawberry yang hancur ada sangkut pautnya dengan sang papa mertua. Jika benar berarti kebangkrutannya usaha Noah juga ada hubungannya.

__ADS_1


"Seperti nya papa mertuaku sangat ambisius, aku harus hati-hati dan waspada. Jika waktunya tepat aku akan bicarakan dengan mas Noah."


Naomi hanya mengangguk dan menjawab iya jika ada yang mengajaknya berbicara permasalahan ini. Sedikit hati-hati sambil mengamati ekspresi satu-satu orang yang ada di ruangan ini, seperti pesikolog saja saat ini Naomi.


__ADS_2