
Noah hari ini berniat mengajak Naomi untuk mengelilingi pedesaan di desa ini, banyak pemandangan yang belum Noah lihat bersama Naomi. Naomi menurut saja dengan kemauan Noah saat ini, ia juga ingin melihat bagaimana usaha Noah apa benar-benar tulus atau hanya membual saja.
Saat berada di salah satu perkebunan karet Noah mengajak Naomi untuk duduk sebentar dan mengambil beberapa foto. Naomi yang sudah lama tidak berselfi mau hitung-hitung mengurangi rasa rindu dengan benda pipih tersebut.
Saat memegang ponsel tanpa sengaja ada sebuah pesan masuk bertulis kan 'aku hamil Noah', Naomi memberikan ponsel nya pada Noah. Baru saja ia merasakan bahagia namun dalam sekejam mata hancur tak tersisa bagai debu tersapu angin kencang.
Noah yang membaca pesan masuk langsung membelalakkan matanya, apa lagi nomor tersebut tetera nama Shandy. Noah menggigit bibir nya bagian bawah lidahnya keluh mau menjelaskan pada Naomi.
"Sepertinya dia minta pertanggung jawaban kamu mas dan sepertinya sebentar lagi kamu di suruh pulang, pulanglah mas dan lepaskan saya." Naomi berjalan menjauhi Noah.
Noah tidak tinggal diam dan langsung memeluk tubuh Naomi dengan erat, dan tidak melepas pelukannya. Naomi memejamkan matanya hatinya sungguh tersayat ribuan anak panah beracun yang sudah siap mengambil nyawa nya. Hati mana yang tidak sakit melihat kenyataan jika orang yang di cintai seperti itu, Naomi berusaha tegar meski hatinya sudah remuk.
"Naomi sayang, pasti dia bohong ke saya Naomi. Percayalah pada saya, pasti itu jebakan dia." Noah menyandarkan dagunya ke pundak Naomi.
Naomi berusaha menghindar, "mas lepas kan perutku sesak." Memberontak. "Bohong apanya mas bukannya kalian pernah melakukannya," Naomi memejamkan matanya.
__ADS_1
"Ayo kita pulang bersama dan membuktikan jika yang di kandung Shandy bukan anakku." Menggegam erat jemari Naomi karena jalanan menuruni perbukitan.
Sesampainya di rumah pak Alim dan bu Dea, Noah berpamitan dan kebetulan Alim libur kerja hari ini. Noah mengemas semua barang-barang nya dan milik Naomi, Alim dan Dea kebinggungan pasalnya kenapa mendadak sekali kepulangannya kenapa tidak dari kemarin bicara.
"Neng Naomi jika ingin kembali, rumah ini terbuka lebar untuk neng Naomi. Jaga diri di sana ya neng," Alim mengusap surai rambut Naomi selayaknya bapak dan anak.
Dea sedari tadi menahan tangisnya, pelukan erat pada tubuh Naomi sangat terasa. Naomi membalas pelukan Dea. Setelah berpamitan Noah dan Naomi segera menaiki kendaraan yang sudah datang menjemput.
Kediaman Adam Derryl.
"Pah ini ada apa sih?" Noah kebinggungan.
"Kamu masuk dulu dan pakailah ini," memberikan setelan jas pada Noah, Noah yang kebinggungan masuk ke dalam kamar tamu dan berganti pakaian.
Setelah keluar dari kamar tamu, Noah terkejut saat melihat Sandy Lee mengenakan kebaya putih menuju ke pak penghulu sambil tersenyum, Noah yang melihat sang papa menarik tangan nya untuk segera menuju pelaminan mau tidak mau Noah mengikuti apa yang akan terjadi selanjut nya. Padahal niat nya pulang mau berbicara terus terang dan ingun menikahi Naomi tapi ia tidak bisa bicara apa pun saat ini, apalagi melihat sang papa sudah marah besar.
__ADS_1
"Pah, Noah tidak mau," tolak Noah.
"Papa tidak mau tau, nikahi Shandy sekarang juga jangan buat malu." Ucap tegas Adam, tanpa mau mendengar penjelasan Noah.
Akhir nya acara ijab qabul terjadi dan saat ini Noah dan Shandy menikah, Naomi yang tidak bisa berbuat apa-apa hanya meratapi dari kejauhan.
"Kenapa kamu tidak menolak nya mas jika kamu mencintai saya, kamu memberi kan saya harapan besar saat di perjalanan tadi. Tapi mengapa kamu jadi orang paling pengecut saat ini mas, kenapa kamu tidak berterus terang jika saya juga mengandung anak kamu mas." Naomi berjalan mundur dan berlalu pergi.
Shandra yang melihat Naomi langsung memanggil nya. "Naomi," dengan lembut.
Naomi menoleh, "grandma," masih dengan sopan Naomi menyapa dan menyalami nya, sedari tadi Naomi mencari Shandra agar pernikahan ini tidak terjadi namun takdir berkata lain, Naomi bertemu dengan nenek nya Noah setelah pernikahan.
"Maaf kan Noah ya Naomi, kamu berbahagia lah Naomi dan mulailah dengan kehidupan kamu yang baru, grandma yakin kamu bisa." Shandra menyentuh pipi Naomi dengan lembut.
Dalam hati Naomi menangis, "grandma tenang saja, saya bahagia saat ini. Oh ya grandma saya berpamitan pulang dulu ya, soalnya saya capek grandma ingin istirahat." Dengan senyum palsu Naomi berpamitan.
__ADS_1
Shandra langsung mengiyakan kepergian Naomi.