
Noah terus saja menggengam tangan Naomi bahkan enggan untuk melepasnya.
"Aku mau makan mas, apa aku tidak di izin kan memakan bubur ini?"
"Makanlah sayang, em... Naomi setelah kamu melahir kan kita menikah ya."
"Ada apa sih dengan kepala mas Noah apa setelah kecelakaan otaknya tertukar dengan pasien lain, kenapa bisa ia berucap seperti ini. Apa artinya ia melamarku. Tenang Naomi tenang jangan gegabah seperti dulu-dulu dan ujung-ujungnya kamu terluka lagi bukan."
Naomi belum mejawab ia hanya menatap mata Noah sekilas dan melepas genggaman tangan dari Noah dan melajut kan makan buburnya karena perut sudah berdemo sedari tadi meski tidak terdengar oleh orang lain.
"Jadi apa jawaban kamu Naomi, apa kamu mau menikah denganku setelah kamu melahirkan nanti?"
"Please Naomi aku mohon jawab sesuai hatimu, jangan diam seperti ini aku tau aku salah besar kepadamu tapi aku mohon beri jawaban setidaknya aku bisa memperbaiki kesalahanku padamu Naomi."
"Aku belum tau mas, kita lihat saja kedepan nya bagaimana kamu mempertahan kan perasaan mu ini. Jika memang mas cinta dan sayang padaku mas tidak akan melukai saya kedepannya," Naomu bergegas pergi meninggal kan Noah yang masih merenung kan nasibnya saat ini.
__ADS_1
Untung Edwi dan Maxim tidak ada jika ada pasti dua curut itu akan menertawakan habis-habisan dirinya yang seperti ini. Seorang Noah di tolak mentah-mentah.
"Inilah karma yang aku dapat, andai saja aku tidak menyakitinya dari awal kita bertemu pasti aku menjadi laki-laki yang paling beruntung di abad ini."
Noah yang baru saja keluar dari dapur mendapat pesan jika sahamnya turun derastis dan di pastikan usahanya akan hancur. Noah meremas rambut nya dengan kuat sambil menahan gejolak amarah pada dirinya sendiri.
Beberapa bulan kemudian.
Usaha milik Noah Derryl benar-benar hancur tanpa sisa kini ia hidup serba sederhana dan biasa. Naomi yang sebentar lagi melahirkan hanya tinggal menghitung hari saja.
Noah segera berlari menuju tempat Naomi saat ini, ya Naomi dan Noah tinggal di tempat yang Noah beli dulu di dekat perkebunan Strawberry miliknya.
"Sayang kita ke bidan ya dekat dulu ya." Mengendong tubuh Naomi sekali angkat.
Noah sangat hawatir di tambah lagi sepertinya sesuatu keluar dari jalan lahir, sekuat tenaga Noah menduduk kan Naomi di jok sepeda motor dan segera memacu sepeda motor nya ke tempat bidan setempat.
__ADS_1
Sekitar setengah jam sampailah di tempat bidan untuk melahirkan dan benar saja baru saja tubuh Naomi di baringkan sekitar 5 menit Naomi melahir kan ternyata sewaktu di rumah tadi sudah pembukaan banyak mungkin sekitar 8 atau sembilan.
"Bayinya laki-laki ya pa bu, selamat. Saya akan bersih kan dulu bayi nya." Pamit bidan tersebut setelah memotong tali pusar dan langsung menyuruh sang adik yang juga sama bidan seperti dirinya untuk membersih kan sang ibu.
Noah sedari tadi tiada henti-hentinya mengucap syukur anak kedua dengan Naomi berhasil lahir dan selamat dan di tambah lagi Naomi selamat dalam proses melahir kan putra kecilnya.
"Terimakasih sayang aku sangat mencintaimu Naomi." Menghujani ciuman pada wajah Naomi yang masih banyak peluh sehabis melahir kan putra kecil nya.
Bidan Ami yang sudah membersih kan sang bayi langsung di berikan pada sang ayah untuk di Adzani segera. Setelah di Adzani Noah memberikan bayi tersebut pada Naomi.
Naomi hanya tersenyum saja, rasanya sangat bahagia saat ini anak yang di tunggu telah hadir di dunia ini dan melengkapi nya. Naomi langsung memberikan susu pertama nya pada bayi merah yang langsung membuka mulutnya tanpa di suruh.
"Geli... seperti ini rasanya menyusui seorang bayi." Naomi masih saja menahan kegelian.
Noah yang melihat Naomi menyusui sang putra begitu terkejut dengan benda yang sudah lama ia rindukan.
__ADS_1
"Tahan Noah, Naomi baru melahirkan apa kamu tidak kasihan padanya." Noah segera mengalih kan pandangan nya dari pada Nafsunya memuncak lagi dan berakhir main solo sendirian.