
Naomi berjalan gontai di jalan menuju halte bus, ia menatap jam menujuk kan pukul 7 malam dan artinya sebentar lagi pasti ada bus namun dugaannya kali ini meleset, tidak ada bus yang lewat satu pun sampai pukul 8 lebih mau tidak mau Naomi berjalan kaki karena saat ini ia tidak memiliki ponsel untuk memesan ojek atau taxi online.
"Apa di sekitar sini tidak ada hotel yang murah untuk semalam, saja." Naomi menelusuri setiap hotel namun yang ia temui hanya hotel yang satu malam nya menguras kantong padahal itu sudah paling murah namun apa daya uang yang ia miliki tidak cukup.
Naomi menatap dompet nya masih ada kartu debit miliki Noah, Naomi menghela nafas panjang mau tidak mau ia menggunakan kartu tersebut walau pun resikonya Noah akan menemukannya malam ini.
"Terpaksa aku gunakan dulu, karena terus terang saja capek dan lapar." Menyerah kan kartu debit tersebut pada resepsionis hotel tersebut.
Setelah ijab qabul Noah pergi dari kediaman Adam dan menuju club milik Maxim untuk menenagkan pikiran yang kacau, ia mencari Naomi tanpa bantuan bawahan nya dan hasil nya ia tidak menemukan keberadaan Naomi.
TTOKK...
__ADS_1
TTOKK...
KUUKK....
Suara pesan masuk ke dalam ponsel Noah. Noah segera menatap siapa yang mengirim pesan ternyata kartu debit miliknya yang ia berikan pada Naomi di gunakan juga, seulas senyum muncul di bibir seksi Noah dengan segera Noah mengambil kunci mobilnya dan menuju hotel tempat Naomi menginap.
Sesampainya di hotel Noah menanyakan apa benar ada seorang wanita menginap di hotel ini atas nama Naomi Emma, bahkan Noah sengaja berbohong jika yang menginap istri nya yang sedang marah dan kabur dari rumah. Resepsionis tersebut awalnya ragu-ragu namun setelah menujukkan jika kartu debit yang di gunakan milik Noah jadi resepsinonis tersebut memberikan kartu untuk membuka pintu kamar yang di gunakan Naomi saat ini.
Noah berjalan dengan bahagia, ia berharap bisa menemukan Naomi, setelah menempelkan kartu Noah langsung masuk dan melihat ke arah ranjang tidur seseorang meringkuk di ranjang sambil megeratkan pelukannya dengan selimut.
"Naomi, maaf kan saya." Melepas sepatu yang ia kenakan dan menyusul Naomi tidur sambil memeluknya.
__ADS_1
Naomi yang merasakan ada yang melingkar kan tangan kokoh di perutnya membuat ia terusik dan bangun dari tidur nya, padahal ia baru saja bisa memejamkan matanya setelah ia merenungi nasib bayi dan dirinya kedepan nanti.
"Kenapa takdir tak berpihak padaku, apa salahku. Jika tidak ada yang menginginkan diri ku setidaknya jangan juga anakku yang belum lahir ini." Naomi segera bangit dari ranjang tidur.
Ia begitu muak dengan permainan ini, dengan sangat hati-hati Naomi pergi dari kamar hotel ini dan meninggal kan tempat ini. Sebenarnya ini masih malam namun Naomi tidak mau lagi berurusan dengan Noah dan sudah ia putus kan mulai saat ini ia berhenti mencintai dan memperduli kan Noah, Naomi segera mencari taxi ia yakin di dekat ada taxi mengingat ini masih kawasan hotel tempat ia menginap 2 jam tadi.
"Taxi...," sambil melambaikan tangan. Naomi segera masuk saat taxi berhenti di depannya.
Setelah menempuh perjalanan jauh Naomi binggung harus tinggal dimana lagi.
"Mbak mau kemana?" tanya seseorang di balik maskernya.
__ADS_1
Naomi yang mendengar suara tersebut langsung bertanda tanya, sepertinya pernah mendengar suara yang tak asing tersebut. Saat Naomi akan bertanya sang sopir taxi keluar sebentar dan berhenti di mini market untuk membeli sesuatu.
Naomi yang merasa mengantuk tertidur di dalam taxi karena sang sopir taxi tidak kunjung kembali.