Poisoned Love, NOAH

Poisoned Love, NOAH
38. Manja


__ADS_3

Naomi membantu Noah membersih kan tubuh nya sesekali tangan nakal Noah menyentuh bagian dada Naomi, Naomi yang merasakan sentuhan Noah langsung menampik tangan Noah bahkan ia tidak segan-segan mencubitnya.


"Tidak sopan, ingat ya mas aku bukan istrimu. Bu... kaan... is... tri... mu..., ingat itu." Menatap tajam wajah Noah yang tertunduk sedih.


"Biarlah, tidak usah perduli dengan aktingnya saat ini kalau di iyakan pasti bablas nanti dianya. Untung buatnya nyesek buat ku, aku gak mau dia untung terus dan ruginya hanya aku aku saja, huhh... rasakan itu." Dalam batin Naomi tertawa terpingkal-pingkal.


"Iya... iya... saya tau, saya minta maaf. Dan janji tidak akan menyentuh kamu lagi sebelum kita halal." Memakan buah appel yang sudah di kupas Naomi dengan lahap.


"Sudah janji ya, tidak boleh ingkar," Naomi menautkan jari kelingking ke jari Noah.


"Janji."


Mungkin inilah takdir yang tidak bisa di tebak sama sekali, Naomi tidak menyangka pejalanan cinta akan berbuah manis setelah pahit asam di lalui sendiri. Betapa malu nya ia saat orang menyebutnya hamil sendiri dan bayi yang ada di kandungannya anak tidak sah ini dan itu sudah Naomi dengar dan rasa kan sendirian. Untung ada seseorang baik yang mau menolongnya yaitu Maxim dan keluarga besar nya bahkan menganggap Naomi putri mereka yang ia tunggu selama ini.


Krruukkk...


"Kamu lapar, ayo makan ini." Menyuap kan roti berat untuk Naomi. Naomi membuka mulut dan mengunya roti tersebut, rasanya sangat enak susu dan keju berpadu.


"Ini enak sekali, aku habiskan ya." Satu bungkus Naomi habiskan sendiri tanpa persetujuan Noah, Noah yang melihat calon istrinya seperti ini membuatnya teringat kenangan masa lalu.

__ADS_1


"Aku tidak akan menyakiti kamu lagi Naomi, bimbing lah aku menjadi kepribadian yang lebih baik lagi kedepannya Naomi."


Tatapan Noah membuat Naomi berhenti makan roti yang super enak ini dan melipat plastik roti yang tersisa.


"Kenapa kamu menatap aku seperti itu, apa tidak rela aku memakan habis, padahal ini enak loh." Berbicara dengan menggerutu.


"Dasar bumil sensi," mencubit pipi Naomi yang chubby.


"Gara-gara kamu kan aku jadi hamil seperti ini, kamu harus tanggung jawab dengan bayi yang ada di dalam sini."


"Iya-iya saya akan bertanggung jawab sekalian dengan ibunya,"


Noah duduk di kursi roda dan di dorong oleh Edwin sang adik sepupu. Edwin sebenar nya mau menolak tapi ia urung kan nanti mobil yang baru ia miliki beberapa bulan ini hilang dan kembali ke resing gara-gara mobil tidak cocok seperti dulu-dulu.


"Naomi jika nanti di suruh Noah ini itu jangan mau ya, kasihan bayinya." Shandra menatap sang cucu yang sudah ngambek. Naomi tersenyum saja.


"Kenapa grandma jahat pagi ini, aku baru keluar loh grandma dari Rumah Sakit apa aku tidak boleh bermanja-manja dengan calon istriku?" Noah mengeluh.


"Tidak boleh, grandma trauma dengan sikapmu apalagi Naomi yang mengalaminya, aku yakin cucu menantu ku ini tertekan berdekatan dengan kamu," Menyilang kan tangan nya di depan dada.

__ADS_1


"Baiklah grandma,"


Kediaman Adam Derryl.


Noah berada di dalam kamar, Naomi sedang membuat bubur dan makanan yang lain entah semenjak lahir ia suka sekali dengan bubur apalagi bubur yang instant.


Shandra yang melihat Naomi membuat bubur bahkan kemasan bubur instan masih ada. "Naomi kenapa kamu membuat bubur instan, tidak baik ibu hamil mengkonsumsi makanan yang serba instan bukannya lebih baik buat sendiri dan menghemat pengeluaran Naomi?" sambil mengusap perut buncit Naomi.


Naomi tersenyum, "babynya maunya bubur yang seperti ini grandma, sepertinya ia ingin menghabiskan uang papanya." Tersenyum ke arah Noah yang baru saja masuk dapur dengan tertatih-tatih.


"Hitung-hitung mengurangi uang yang saya berikan untukmu, kenapa kamu tidak menggunakan uang yang saya beri, apa kurang banyak hem?" Noah memeluk tubuh Naomi.


Shandra yang melihat sepasang calon orang tua ini sangat bahagia, "grandma keluar dulu, ingat Noah jangan berbuat macam-macam kalau sampai kenapa-kenapa dengan calon anak kamu, habis masa depan kamu Noah." Shandra menuju sesuatu yang berharga milik Noah.


Naomi tertawa membuat Noah sangat senang baru kali ini Naomi tertawa lepas lagi.


***


Karya untuk menghibur semata, tidak ada niatan menyinggung atau segala macam.

__ADS_1


Komen like dan rate ya ditunggu kunjungannya, selamat datang dan baca kembali.


__ADS_2