
"Bang, kenapa lo bawa Geisya ke sini? Lo tau kan kalo ini nggak aman buat dia," ujar Arga.
"Gue tau, Ga. Tapi ya gimana lagi, Geisya maksa buat ikut. Lo tau sendiri gimana sifat alami Geisya kalo kemauannya nggak dituruti," sahut Gevano.
Arga mengurut pangkal hidungnya pusing. "Ya udah jangan buang waktu lagi. Kita harus jaga Geisya! Dan kita atur strateginya sekarang!"
Para anggota Xevior mulai menyusun rencana strategi yang akan mereka lakukan.
"Gimana? Kalian udah ngerti kan sama rencananya?" tanya Gevano yang diangguki oleh mereka.
"Oke kita tinggal nunggu laporan dari mereka," sambung Gevano.
Drtt... Drtt...
Ponsel milik Gevano berbunyi, dengan segera pemuda itu mengambilnya dan mengangkat telfon yang sejak tadi mereka tunggu.
"Bos, maaf telat ngabarin. Soalnya tadi mereka ngawasin kita. Jadi nggak bisa ngabarin."
"Nggak papa. Yang penting lo sama yang lain aman kan?"
"Aman kok, Bos."
Gevano mengangguk walau tak terlihat oleh mereka. Lalu dia berkata lagi. "Sekarang lo kasih tau sama kita, mereka udah berangkat atau belum?"
"Mereka udah berangkat sejak tadi, Bos. Mungkin masih di perjalanan. Atau nggak sekarang mereka udah---"
DOR!
DOR!
"Sialan!" umpat Gevano langsung mematikan sambungan telfon dan berdiri.
Anggota Xevior ikut berdiri dan mengambil senjata mereka masing-masing.
"Kalian tunggu di sini!" Setelah berkata demikian Gevano berlari menuju ke pintu utama.
Tak lama kemudian Gevano kembali lagi ke ruang tengah. "Kita dikepung!"
DOR!
DOR!
Bunyi tembakan kembali terdengar. Gevano kembali mengumpat pelan.
"Kalian berdua," tunjuk Gevano pada dua orang yang menjadi anggota angkatan kedua.
"Cepet bebasin anggota kita yang lain. Kalian lewat pintu belakang aja. Karna gue yakin disitu nggak terlalu banyak yang jaga!" ujar Gevano.
Kedua pemuda itu mengangguk serentak. "Kalo gitu gue pergi dulu!"
"Oke hati-hati." Mereka berdua berlari menuju ke pintu belakang dengan senjata di tangan masing-masing. Berjaga-jaga siapa tau musuh mereka membawa senjata api juga.
"Galang, lo bantu Aldo buat jaga adek gue! Inget, jangan sampai adek gue lecet apalagi terluka! Lo paham kan?"
"Paham, Bos!"
Galang berlari menuju ke lantai atas, tempat di mana Geisya dan Aldo berada.
"Oke. Kita hadapi mereka sekarang!"
...***...
Geisya sedang bermain ponsel milik Gevano dengan tubuh tengkurap. Dia mendownload beberapa game yang menurutnya menarik. Tadi dia dan Aldo habis melakukan konser.
__ADS_1
Ternyata teman kakaknya itu sangat asik! Aldo menyukai hal yang disukainya juga. Misalnya bermain Tiktok. Mereka bermain Tiktok di ponsel Gevano. Tentu karena ponsel kakaknya itu memiliki kamera bagus. Lalu RAM-nya juga besar.
Nggak kayak ponsel punya dia, meski bagus. Tapi tak sebagus milik kakaknya.
Aldo dan Geisya tak hanya bermain Tiktok. Mereka juga melakukan hal lain. Misalnya berduet lagu K-Pop. Jangan kaget, walaupun cowok. Aldo itu ternyata seorang Kpop sama seperti dirinya.
Bedanya, dia lebih berminat pada Grup Boyband, apalagi BTS! Sedangkan Aldo lebih suka pada Grup Girlband, Blackpink.
Sekarang Geisya sedang mengecek apk Wa milik kakaknya. Bodo amat kalau dibilang nggak punya sopan santun. Lagian ini handphone kan punya kakaknya. Jadi nggak masalah dong kalau dia kepo?
Matanya terfokus pada nama yang paling atas disematkan.
Mine🖤
Kening Geisya berkerut. Ini siapa ya? Berbekal rasa penasarannya, Geisya menekan profil itu. Terlihat foto seorang gadis yang tersenyum ke arah kamera dengan tangan peace.
"Cantik banget. Dia siapanya Bang Vano ya?" gumam Geisya.
"Oh! Gue tau, eh maksudnya Geisya tau."
"Ini pasti pacarnya Bang Vano!"
Geisya mengangguk-angguk lucu. Lalu satu pertanyaan terpikir oleh otaknya. "Tapi kenapa kakak ini mau ya sama Bang Vano? Padahal Bang Vano itu kan nyebelin."
"Eh, namanya siapa ya? Geisya lupa." Geisya berpikir keras. Lalu menggelengkan kepalanya.
"Nggak tau deh!" kesal Geisya.
Lalu gadis itu kembali melihat layar ponsel. Dia menekan room chat antara Gevano dan kekasihnya. Dia membaca semua chat antara dua orang itu.
"Bang Gepan posesif amat," komentar Geisya saat membaca chat Gevano.
Kepala gadis itu menggeleng dramatis. "Pasti Kak Mine ini prustasi," gumamnya.
Gadis itu bangun dari posisi tengkurapnya. Duduk dengan kaki yang ditekuk. Lalu tangannya menengadah ke atas dengan kepala mendongak.
"Ya Allah, semoga aja Geisya bisa punya pacar yang sifatnya kayak Bang Gepan. Posesif, tapi nggak kasar. Soalnya Geisya nggak suka dikasari. Dan cowoknya harus tampan kayak Kim Taehyung, biar keturunan Geisya nanti good looking. Terus harus tajir juga, minimal seorang CEO biar Geisya nggak kekurangan jajan. Amin..."
Geisya mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. "Eh, ada yang kurang," kata Geisya menepuk kening yang tertutupi poni dengan keras hingga berbunyi 'Puk'.
Lalu dia kembali berdoa. "Ya Allah kalau bisa jodohnya Kim Taehyung juga nggak papa. Geisya iklas. Tapi kalau nggak bisa ya udah buat Jungkook aja yang jadi jodohnya Geisya. Amin."
Geisya terkikik sendiri mengingat doanya yang terlalu tinggi. Tapi nggak masalah kalau harapannya terlalu tinggi. Karena kata mamanya mimpi itu harus tinggi. Dan Geisya pengen harapannya itu terwujud, bukan hanya sekedar mimpi saja.
Tapi mungkin doa terakhirnya tidak akan terwujud. Bukan karena tidak mampu membuat kedua maknae BTS itu jatuh hati. Hanya saja Geisya takut penggemar yang lain patah hati karenanya. Hahaha.
"Oh ya, gimana kalo Geisya chat Mine ini? Terus suruh ke sini! Biar Geisya ketemu sama calon kakak ipar, heuhehehe," cengir Geisya.
Gadis itu mengambil ponsel kakaknya lalu membuka room chat milik si Mine.
"Ngomong gimana ya? Halo? Hai? Sayang? Honey? Atau babi, eh, bebi." Tepuk bibirnya pelan karena salah berucap.
"Apa ya?" Geisya bingung harus menyapa bagaimana. Karena Gevano hanya chat kekasihnya dengan segala ancaman tanpa ada sapaan lebih dulu. Masa iya dia harus bilang gini, 'mine, cepat ke sini sekarang! Atau aku ngambek!'
Jangan-jangan, yang ada nanti Bang Gepan malu lagi.
"Aha! Geisya tau!"
Dengan semangat 45 dia mengetik.
^^^Anda^^^
^^^Halo min😘^^^
__ADS_1
"Hihihi, kalau gini kan Bang Gepan nggak malu. Iya kan?"
Tak lama kemudian orang di sebrang sana membalas.
Mine🖤
Min?
"Iya Min, Min Yoongi. Eh salah salah! Maksudnya Min itu milikku," ralat Geisya sambil mengetik.
^^^Anda^^^
^^^Iya Min. Kamu tau bahasa Inggrisnya milikku kan? Ya itu Inggrisnya, Min☺️^^^
Mine🖤
Maksud kamu Mine?
^^^Anda^^^
^^^Ya itu maksudnya! Kan kalo dibaca Min, jadi sama aja kamu tetap milikku😗^^^
Mine🖤
Ya udah terserah kamu
Btw ngapain kamu cht?
^^^Anda^^^
^^^Oh ya hampir aja lupa. Jadi gini, aku mau kamu ke sini karna ada yang pengen aku tanyain. Dateng ya ke lokasi yang aku kirim, oke? Soalnya ini penting banget!😀^^^
^^^[share location]^^^
^^^Jangan lupa dateng ya sayang. Aku mencintaimu. Muaachh😘😘😘😘^^^
Beberapa menit belum ada balasan dari kekasih kakaknya itu. Sampai dimenit kelima baru membalas, dan balasannya sangat singkat!
Mine🖤
Ok
Kasian Bang Gepan punya cewek yang cuek kayak gini. Oh, pasti ceweknya itu lagi bushing! Makanya balesnya singkat, di sinetron kan biasanya gitu. Jadi Geisya harus bisa positif thinking!
"Bang Aldo lama banget di kamar mandi. Lagi ngapain si dia?" gumam Geisya.
"Udah lah dari pada nunggu Bang Aldo, mending Geisya main game aja. Sambil nunggu kakak ipar dateng dan Bang Aldo keluar dari tempat semedinya."
Geisya membuka apk game tembak-tembakan. Entah apa namanya, intinya dia bermain tembak menembak.
"Pilih yang mana ya?"
"Hmm, ini aja deh. Pistolnya bagus."
Jemari Geisya menekan tombol 'start'. Lalu dia mulai bermain, saat melihat seorang lawan. Geisya bersiap menembak, dan...
DOR!
DOR!
"BANG ALDOOO!!!"
Bersambung...
__ADS_1