
"Ayaaaaaahhh....!" Teriak Irfan saat melihat ayahnya tersungkur ke tanah penuh dengan darah,ya sebelum kejadian itu Irfan yang ingin ke rumah temannya tanpa sengaja lewat jalanan itu dan melihat apa yang terjadi.
"Suryaaaaaa.! Brengsek kamu lukman,kenapa kau menembak surya,dia gak salah apa-apa?" Surya menoleh ke belakang dan ternyata lukman ingin menembaknya tetapi surya melindunginya dan akhirnya dia yang tertembak
Lukman dan anggotanya pergi dari tempat itu dan mulai saat itu Lukman menghilang dari dunia bisnis,banyak rumor kalau lukman bangkrut dan di tinggal anak istrinya hingga ia bunuh diri
"Papa maafin aku,aku lambat dtg..Surya kamu harus kuat,aku akan membawamu ke rumah sakit!" Kini Malik sudah sampai dan langsung menghampiri wira juga surya,wajah surya tampak pucat sedangkan irfan terus saja menangis di samping ayahnya
Sesampainya di rumah sakit
"Dokter!!Suster!!! Segera kesini,cepat!" Teriak Wira
" Silahkan di baringkan pak,kami akan menanganinya,bapak tunggu diluar dulu!" Kata suster
Rumah sakit itu adalah milik Wira
tidak lama kemudian dokter keluar dan menemui wira..
"Bagaimana keadaannya Ahmad??" tanya wira
"Pak surya harus di operasi untuk mengeluarkan peluru di dalam tubuhnya tuan dan pak surya kehilangan banyak sekali darah sehingga membuatnya kritis,kami sudah melalukan transfusi darah tapi masih tetap tidak stabil tuan,,Pak surya ingin menemui anda tuan dan anaknya.!" Jelas dokter Ahmad
"Irfan,ayo kita masuk menemui ayahmu,!"
"Baik tuan." Irfan masih terus menangis
Ceklek
Wira sangat kaget melihat kondisi surya yang di penuhi dengan alat medis dan dengan wajah yang pucat
"Tuan wira,tuan malik,Irfan!!" Panggil Surya dengan suara yang lemah
"Ayah,ayah yang kuat ya pasti ayah akan sembuh kok..hiks..hiks..hiks.." Irfan terus saja menangisi ayahnya
"Iya surya kamu harus kuat,aku akan mengusahakan apapun untuk menolongmu!! Kata wira dengan wajah yang sangat menyesal
"Saya sudah gak kuat tuan,mungkin sampai disini saya melayani anda,,tuan saya punya permintaan!!"
"Apa itu,katakan lah,aku akan menyanggupinya apapun itu!!" Tanya wira dengan wajah yang sedih
__ADS_1
"Tuan jika saya sudah tidak ada,saya titip anak saya irfan,dia sudah gak punya siapa-siapa lagi,biarkan dia mengabdi pada keluarga tuan.."Kata surya berpesan ke wira
"Iya saya janji akan merawat irfan dan membuatnya menjadi anak yang membanggakan...!" janji wira
"Tuan Malik,jaga tuan besar karena akan banyak orang yang berniat jahat kepadanya!!"
"Iya surya,kamu tenang saja karena aku gak akan membiarkan siapapun mengganggu keluargaku.!" Jelas Malik
"Irfan,,sini nak.!" Panggil Surya dengan wajah yang sangat pucat
"Iya ayah,ayah jangan banyak bicara dulu ya.,ayah pasti sembuh dan kita bisa sama-sama lagi,!" Irfan berusaha kuat depan ayahnya tetapi ia tidak bisa menahan rasa sedih dan air matanya
"Nak dengarkan ayah,kamu nurut ya sama keluarga tuan wira,kamu harus jadi anak yang berbakti,jaga nona muda kelak jika ia sudah ada disini!"
"Ayah kok bcara seperti itu,ayah pasti sembuh kok!!"
"Pengabdian ayah di keluarga tuan wira sdh selesai nak,skrg giliran kamu yang menggantikan ayah.,ayah akan tenang disana bersama ibumu..Ayah sangat syg sama kamu nak.!" Setelah percakapan itu,perlahan surya menutup matanya dan...
Tiiiiiiiiiiiiit.....
"Ayah,ayah,!!"
"Maaf Tuan besar,pak surya sudah meninggal dunia!."
"Tidak dok,coba cek lagi! Ayah pasti msh hidup..hiks..hiks..hiks..
"Irfan,kamu yabg sabar dan tabah ya,mgkn ini yg terbaik untuk ayah kamu..skrg kamu harus buktikan sama ayah kamu kalau kamu bisa jadi anak yang sukses dan banggakan kedua org tua kamu,mulai skrg kamu tinggal sama saya ya,!" Wira berusaha menenangkan irfan
"Tapi irfan sudah gak punya siapa-siapa lagi tuan,cuma ayah yg irfan punya sedangkan keluarga yang lain entah kemana karena dari kecil kami hanya hidup bertiga!"
"Kamu gak sendiri kok,kan ada kami disini..!Malik merangkul tubuh irfan dan memeluknya
"Ayo kita urus pemakaman ayah kamu.!"
"Boleh gak tuan kalau ayah di makamkan di samping makan ibu??"
"Boleh kok,nanti saya akan urus semuanya!!
***
__ADS_1
Flashback Off
"Maafkan aku irfan,aku gak tau kejadian itu..Berarti ayah kamu meninggal krn melindungi kakek,??"Wajah suci tampak sedih dan merasa bersalah
"Nona suci bicara saja apa sih,ini semua takdir non..lagipula ayah hanya melakukan tugasnya dan selama ini keluarga nona sudah sangat baik pada saya,saya sangat bersyukur non,jadi nona gak usa merasa bersalah begitu.!"
"Mulai sekarang aku panggil kamu kakak aja ya,aku pengen bangat punya kakak laki-laki,lagian kakek juga sudah anggap kamu keluarga.."
"Ta..tapi non,saya gak mungkin lakuin itu."
"Kenapa tidak,aku yakin keluargaku tidak melarangnya dan pokoknya harus mau karena aku tidak suka penolakan.!"
"Ii...iya non,!"
"Eits....jangan panggil begitu,panggil aku suci saja jangan pakai kata non atau apalah..!"
"Baik non,eh maksudnya suci.."
Irfan tidak menyangka kalau ternyata Suci yang di kabarkan cuek dan dingin itu ternyata sangat lah baik dan tidak memandang orang dari pekerjaannya..Bahkan suci menganggap dia sebagai kakaknya..
Irfan di negara P semenjak kuliah dan setelah lulus kuliah dia di percayakan oleh wira mengurus cabang perusahaan disana,jadi dia sangat jarang balik ke kota M...
"Oya bagaimana perusahaan kakek yang disini??" Tanya suci
"Semua baik-baik saja kok,memang sempat mengalami masalah tapi semua sudah selesai,"
"Masalah apa??"
"Ada orang yang berusaha korupsi dalam perusahaan tetapi segera di ketahui oleh Tuan Malik..."
"Jadi orang itu sekarang dimana??"
"Dia masih ada di perusahaan,karena tuan besar dan tuan malik memaafkannya padahal saya tidak yakin kalau orang itu bisa berubah."
"Oh begitu,jadi dia mau bermain-main.. baiklah kak besok aku akan jalan-jalan ke perusahaan,usahakan jangan ada yang tau identitasku,aku mau lihat seperti apa etika karyawan disana..!" Suci mengeluarkan senyuman yang sangat mengerikan..
"Baik lah dek..Aku ke kamar dulu ya,ada yang mau aku kerjakan!" Jadi Irfan itu tinggal sama suci ya,karena semenjak dikabarkan suci akan pindah ke LN,dia disuruh untuk tinggal disana juga.,sebelumnya ia tinggal di a?partement..
"Iya kak.."
__ADS_1