
"Ayo kita sudah sampai!" Reza membuyarkan lamunan suci yang dari tadi hanya diam dalam mobil
"ah..iya." Suci tampak salah tingkah
Mereka memasuki rumah yang seperti istana itu dan ternyata disana sudah ada irfan juga lisa
"Kalian sudah sampai syg?" Sapa widya
"Iya mi.,ayo kita duduk!" Ajaknya ada suci
""hai tante.!" Suci menyapa widya dan mencium punggung tangannya
"Tante kangen sama kamu syg,kamu cantik bgt malam ini! ayo kita duduk dulu sambil nunggu bibi nyiapin makan malam." Widya menarik tangan suci dan menyuruhnya duduk di sampingnya
Tidak lama kemudian bibi datang memanggil mereka untuk makan malam.
"Ayo kita makan dulu,nanti ngobrolnya lagi.!" ajak faris yang dari tadi hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan istrinya
Mereka menikmati makan malam dengan tenang dan tanpa ada suara,setelah makan selesai mereka kembali ke ruang keluarga
"Suci bagaimana kabar keluarga kamu?" Tanya Faris pada suci
"Alhamdulillah baik om!"
"Kapan lagi mereka jalan-jalan kesini?"
"Belum pasti om,tunggu keputusan dari kakek dulu,krn rencana kakek akan memperkenalkan aku pada dunia bisnis." Jelas suci
"Bagus dong kalau begitu,jadi semua pebisnis bisa kenal sama kamu."
"Iya sih om tapi aku masih tidak yakin,dunia bisnis itu gak mudah."
"Kamu pasti bisa kok,om dengar kamu memenangkan tender besar. Itu menunjukkan kamampuan kamu kalau kamu bisa menjadi pewaris Arwana Grup
"Aku masih harus banyak belajar om." Suci tampak malu-malu
"Nanti reza yang alan membantu kamu syg." Kini Widya yang bicara
"Tapi kan Reza sibuk juga tan,lagian aku masih ada kak irfan dan lisa kok."
"suci kamu sudah punya pacar?" Tanya widya dan membuat semua orang yang ada di ruangan menatapnya
__ADS_1
"Ah...belum tan,aku gak ada kefikiran buat pacaran." Suci tampak ragu menjawab krn ia tidak mengetahui bagaimana perasaannya pada reza
"Kalau langsung nikah?"
"Kalau Allah sudah berkehendak dan bertemu dengan jodoh,ya mau tan." Suci tersipu malu
"Mami ni ngomongin apa sih,uda jangan buat suci malu gitu dong." Faris menegur istrinya krn sangat kelihatan kalau suci tampak sangat tidak nyaman
Tak terasa waktu sudah mulai larut,mereka pamit pulang dan suci ikut dengan irfan krn ia tahu kalau reza capek dan menyarankan reza untuk istirahat aja
1 Minggu kemudian
Hari ini pernikahan Ardy dan Vera yang di adakan di sebuah hotel berbintang di kota M
Disebuah ruangan yang telah di hiasi layaknya kamar pengantin,vera sangat bahagia krn apa yang dia impikan akan jadi kenyataan
"Akhirnya aku bisa menikah dengan Ardy,dan bisa menjadi nona muda di keluarganya," Gumam vera depan sebuah cermin yang terdapat dalam ruangan itu
"Kamu ganteng sekali syg tapi kenapa wajahnya begitu,harusnya kamu bahagia,ini kan hari bahagia kamu?" Ucap mama ardy yang melihat anaknya tampak tidak bersemangat
"Mama kan tahu sendiri kalau aku tidak menginginkan pernikahan ini dan yang aku cintai itu suci bukan vera."
"Cukup Ardy! Sampai kapan kamu akan memikirkan wanita itu,dia tidak sebanding dengan kita dan hari ini kamu akan menjadi suami vera jadi jangan membuat keluarga malu."
"pokoknya jangan membuat mama dan papa malu, dibawah banyak rekan bisnis papa dan juga pebisnis dari kalangan atas!" Widya pergi meninggalkan Ardy di dalam kamar
Pernikahan Ardy dan vera di hadiri oleh para pebisnis di kota itu termasuk Wira sang pengusaha sukses no 1 di kota M
"Ma,Ardy mana? Pak penghulu sudah datang, Panggilkan mereka sekarang!" Ucap papa ardy
"Iya pa!" Dinda berjalan ke kamar yang telah disiapkan untuk ardy
"Ardy,pak penghulu sudah datang,ayo turun.!"
"Iya ma." Ardy dan dinda berjalan menuju ruang yang telah disiapkan untuk akad nikah
"Vera ayo turun syg,semua audah menunggu.!" Vera dan mamanya turun menuju tempat akad,wajahnya terus saja tersenyum dengan bahagia berbeda dengan Ardy yang dari tadi hanya banyak diam
Setelah ijab Qabul di ucapkan,ardy rasanya ingin berteriak krn yang ia nikahi bukanlah wanita yang ia cintai tetapi jelas terlihat wajah vera yang sangat bahagia
"Kalian sudah sah menjadi suami istri." Ucap pak penghulu
__ADS_1
"Selamat ya syg,akhirnya kamu jadi menantuku jadi mulai sekarang panggil aku mama.!" Dinda mengucapkan selamat pada vera dan ardy tetapi ardy biasa saja tidak seperti vera yang sangat antusias
"Iya ma,makasih banyak." Ucap vera
"2 Hri lagi kalian akan pergi bulan madu ke negara P,semua sudah mama persiapkan jadi kalian tinggal berangkat aja."
"Iya ma."
Acara hari itu sangat meriah,saat para undangan sudah pada pulang,vera dan ardy ke kamar yang telah di siapkan,semenjak acara berlangsung ardy tdk sekalipun membuka suara untuk vera
"Ardy,kamu senang gak hari ini?" Tanya Vera
"Menurutmu?" Ardy balik bertanya dengan sinis
"Tampaknya kamu tidak senang dengan pernikahan ini."
"Kamu pasti tahu alasannya knp aku begini."
"Tapi kita sudah sah jadi suami istri dan bagaimana pun kamu harus melupakan wanita miskin itu.!" Vera tampak emosi dengan sikap ardy
"Terserah apa katamu." Ardy meninggalkan vera untuk pergi ke kamar mandi,vera hanya tinggal diam dengan wajah yang kesal
"*A**ku yakin akan mendapatkan hatimu kembali,hanya butuh waktu untuk ini semua dan tidak akan ku biarkan wanita itu mengganggu kita lagi." Gumam vera dengan emosi*
30 Menit Ardy di kamar mandi,ia keluar sudah menggunakan pakaian tidurnya dan langsung berbaring di tempat tidur tanpa memperdulikan vera yang duduk di sofa
***
Di Negara P
"Suci,kamu tahu gak kalau hri ini Ardy nikah?" Tanya Lisa
"Iya aku tahu kok," Ucap suci dengan wajah yang santai tetapi tidak ada yang mengetahui isi hatinya
"Kamu gak apa-apa kan?" lisa sangat memahami perasaan sahabatnya itu
"Aku kenapa? Biasa aja kok,tidak ada yang perlu membuatku sedih."
"Ya sudah aku ke kamar dulu,oh ya besok ada meeting ya jam 10!"
"Iyya." Jawaban yang singkat dan jelas
__ADS_1
"Kini semua sudah berakhir dan aku benar-benar harus merelakan dia,saatnya aku melanjutkan hidupku dan akan ku buktikan ke semua orang kalau aku bukan suci yang dulu,aku Suci Lestari Wiraguna Pewaris Arwana Grup,dan aku yakin suatu saat mendapatkan pria yang lebih baik dari dia,yang terpenting bisa menghargai aku.!" Sangat jelas kekecewaan yang suci rasakan tetapi itu membuat ia semakin termotivasi untuk bangkit kembali