
Kediaman Orang tua Reza
"Reza apa sudah ada keputusan kapan kamu akan melamar dan menikahi suci?" Tanya Faris
Flashback on
"Suci,kapan orang tua kamu bisa datang ke sini atau kita yang kesana untuk melamar?" tanya Reza pada suci
"Kapanpun mereka bisa,nanti aku akan menghubunginya."
"Kalau gitu minggu depan aku akan melamarmu secara resmi."
"Hmmm." Jawab suci santai
Flashback Off
"Minggu depan aku akan melamar suci." Jawab Reza pada faris
"Jadi keluarga suci akan kesini atau kita yang ke kota M?
"Keluarga Suci akan datang kesini pi karena minggu depan arwana grup akan mengadakan meeting dengan salah satu perusahaan di sini."
"Baiklah kalau memang begitu,jadi kita bisa mempersiapkannya dalam waktu dekat ini."
"Papi gak usa memikirkan itu,aku sudah memberitahu pada Jhon untuk mempersiapkan semuanya,lagipula lamaran ini hanya di hadiri oleh keluarga saja krn suci tidak mau ini sampai di liput media."
"Baiklah,kalian atur saja bagaimana baiknya."
"Iya pi,aku ke kantor dulu pi!" Reza pergi meninggalkan faris dan berangkat ke kantor,hari ini Jhon tidak menjemput reza seperti biasanya karena reza meminta jhon untuk duluan ke kantor mempersiapkan bahan meeting hri ini
Dalam perjalanan Reza tidak sengaja menabrak seorang wanita yang hendak menyebrang jalan
"Waduh,wanita itu gak waras kayaknya,nyebrang gak hati-hati." Reza segera turun dari mobil dan menghampiri wanita itu yang sekarang terduduk tepat di depan mobil reza
"Mbak gak apa-apa? Apa perlu saya bawa kerumah sakit?" Wanita itu terus saja terdiam dan tunduk
"Mbak,mbak!" Reza terus memanggil wanita itu
"Eh,iya mas." Wanita itu tampak kaget melihat reza
"Mbak gak apa-apa? Apa perlu saya bawa ke rumah sakit?" Tanya Reza khawatir melihat respon wanita itu
"Gak apa-apa mas." Wanita itu memalingkan wajahnya dan menangis membuat Reza makin panik
"Mbak kenapa,kok malah nangis,kalau ada yang sakit saya akan bawa kerumah sakit." Wanita itu terus menangis dan membuat reza makin khawatir,akhirnya reza memutuskan membawanya ke dalam mobil
"aku harus membawa wanita ini kemana?" Reza bingung krn ia tidak tahu harus membawa wanita itu kemana dalam keadaan yang seperti itu
"Hallo Bos!"
__ADS_1
"Temui aku sekarang di depan!" Reza akhirnya memutuskan membawa wanita itu ke kantornya dan menyuruh jhon untuk mengurusnya
"Baik bos." Setelah mendapat telepon dari reza,jhon langsung turun ke tempat yang reza katakan
"Ada apa bos?" Jhon menoleh ke belakang dan melihat ada wanita dalam mobil Reza membuatnya bertanya-tanya
"Masuk dulu!" Reza melajukan mobilnya dan membawanya ke basement untuk lewat pintu belakang karena tidak mungkin harus lewat pintu utama,apa kata karyawan jika CEO mereka membawa wanita lain masuk ke dalam kantor dalam keadaan begitu
"Bawa wanita ini ke dalam ruanganku,nanti aku jelaskan disana!" Reza segera turun dan masuk melalui pintu utama sedangkan jhon bersama wanita itu masuk lewat belakang
"Baik bos." Dengan rasa penasaran jhon membawa wanita itu masuk ke dalam kantor dan ke ruangan reza
Tok tok tok
"Masuk!" Teriak reza dari dalam,jhon dan wanita itu langsung masuk kedalam
"Sebenarnya dia siapa bos?" tanya Jhon penasaran
Reza menceritakan kejadian yang dia alami dalam perjalanan ke kantor tadi
"Jadi apa yang harus kita lakukan bos,jika wanita ini terus saja terdiam,kita tidak akan bisa mengetahui kondisinya,atau kita minta tolong saja ke ibu suci,mungkin saja ibu suci bisa membantu kita."
"Kamu benar juga,aku akan menghubunginya dulu."
Tuut..tuut..
"waalaikum salam,kamu sibuk gak?"
"Hanya ngecek laporan saja,ada apa menghubungiku pagi begini?"
"Aku bisa minta tolong gak?"
"Apa itu?"
"Kamu bisa ke kantorku sekarang?"
"Memang ada hal penting apa sehingga aku yg harus kesitu,kan kamu bisa menyuruh jhon kesini."
"Nanti aku akan jelaskan disini."
"Huft..dasar..Ya uda tunggu aku akan kesitu,tapi awas aja jika itu bukan hal yang penting!" Setelah mengakhiri percakapan mereka,suci segera berangkat ke kantor reza di temani oleh Lisa
"Kita akan kemana sih,kok buru-buru begini?" Tanya Lisa heran
"Ke kantor si kutub." Jawab suci asal
"Kantor tuan reza?" Lisa memastikan kata-kata suci
"iya lah siapa lagi kalau bukan dia."
__ADS_1
"Sama-sama kutub nya juga dengan kamu." Lisa menyindir suci dan membuat suci menatapnya
"Santai bu bos,becanda aja."
Memakan waktu 30 menit mereka sudahp sampai di kantor Reza,semua yang ada disana sudah mengetahui siapa suci jadi dia bisa dengan leluasa masuk ke dalam
"Selamat pagi ibu suci!" Sapa para karyawan disana
"Pagi!" Suci menjawab dengan senyum yang ramah dan langsung menuju ruangan Reza
"Selamat pagi bu!" Sapa sekretaris Reza yang baru
"Pak Reza ada?"
"Ada bu,silahkan masuk."
Ceklek
"Kenapa tidak mengetuk pintu dulu!" Reza tampak marah karena ada yang masuk ruangannya tanpa mengetuk pintu
"Hmmm..tampaknya kalian begitu asyk ngobrol hingga tidak mendengarkan aku datang!" Suci berdiri di dekat meja Reza dan membuat Reza serta Jhon yang tengah sibuk berbincang kaget
"sejak kapan kamu sampai?" Reza langsung berdiri dan menggandeng tangan suci
"Sejak Tahun lalu!" Suci pura-pura kesal sama reza
"Siapa wanita itu?" Tanya lisa pada Jhon ketika melihat ada wanita yang tertidur di sofa dalam ruangan Reza dan membuat Suci menatap Reza dengan tajam
"Jangan salah faham dulu,sini duduk aku jelaskan." Reza menjelaskan apa yang terjadi tetapi suci tidak mudah percaya
"Yakin? Awas saja kalau kamu berani berbohong!" Tidak lama kemudian wanita itu terbangun dan langsung merasa ketakutan melihat ada banyak org dalam ruangan itu,dia langsung menekuk dan memeluk lututnya sambil menangis seperti orang yang ketakutan
"Ada apa dengannya,kenapa dia seperti orang yang ketakutan begitu?" Suci bingung melihat tingkah wanita itu
"Ini yang aku jelaskan tadi,aku mau minta tolong mungkin jika sesama wanita dia bisa berbicara dan tidak ketakutan."
"Kenapa harus aku?"
"Trus siapa lagi,apa kamu mau aku memanggil wanita lain untuk menolongku?" Reza sengaja mengatakan itu untuk membuat suci cemburu
"Coba saja kalau kamu berani!"
"Ya sudah aku tinggal kalian disini,aku sama jhon ada meeting jadi kalian bisa leluasa berbicara." Reza dan Jhon meninggalkan para wanita itu
Setelah kepergian Reza dan Jhon, Suci dan Lisa bingung bagaimana cara memulai berbicara pada wanita,sedangkan wanita itu terus saja merasa ketakutan dan menangis seolah-olah ada yang menyakitinya...
Maaf kalau banyak cerita yang masih membuat teman-teman bingung,tolong kritikannya yang bermanfaat jangan malah membuat author gak semangat..mohon dukungannya semoga episode selanjutnya bisa lebih baik lagi🙏🙏
BERSAMBUNG
__ADS_1