Presdir Cantik Dan CEO Tampan

Presdir Cantik Dan CEO Tampan
Rapat Peresmian Presdir baru


__ADS_3

1 Minggu Kemudian


Hari ini peresmian presdir baru Arwana Grup di negara P


"Dek kamu sudah siap kan?" Tanya irfan


"Sudah dong kak.!" Suci tampak elegan dengan pakaian formalnya


"Lisa mana?"


"Bentar lagi turun kak.!" Tidak lama itu lisa pun turun dan penampilannya tampak elegan tak kalah jauh dari Suci


"Baiklah,ayo kita berangkat.!"


Mereka berangkat menggunakan 2 mobil


Saat memasuki area gedung arwana,disana sudah berkumpul para karyawan yang menyambut presdir baru mereka,dan tidak ada yang mengetahui siapa presdir itu


"Ayo dek.!"Irfan membukakan pintu untuk suci dan lisa


"Terima kasih kak.!" Suci dan Lisa keluar dengan sangat elegan dan tentu saja wajah suci sangat dingin. Mereka memasuki lobi dan betapa kagetnya amel melihat suci


"Kenapa wanita itu ada dengan pak irfan,jangan-jangan dia presdir baru itu." masih banyak pertanyaan yg timbul di benak amel


"selamat pagi semu.!" Sapa irfan


"Pagi pak.!" Seru seluruh karyawan


"Amel,Amel.!" Irfan terus saja manggil amel yang tampak bengong


"Eh..i...iya pak.."


"Kamu gak dengar saya ngomong dari tadi?"


"Maaf pak.!"


"Sekarang kumpulkan semua kepala divisi dan pemegang saham,kita akan adakan rapat 1 jam lagi." Setelah memberikan instruksi,irfan,suci dan lisa berjalan menuju ruangan suci


"Baik pak.!"

__ADS_1


1 jam kemudian


Tok..tok..tok..


"Maaf pak,semua sudah ada di ruang meeting.!"


"Baiklah." Irfan jalan di depan bersama dengan suci sedangkan lisa di belakang dengan candra asisten irfan


"Selamat pagi semua.!" Irfan menyapa semua yang ada di dlm ruangan itu,suci hanya diam dan duduk di samping irfan


"Selamat pagi pak Irfan.!" Sapa salah satu dewan direksi disana


"Pasti kalian sudah tau kan knp saya mengadakan rapat ini?"


"Iya pak,kami sudah mengetahuinya."


"Baiklah,kalian lihat sendiri saya bersama dengan wanita ini,ini adalah Suci Lestari Wiraguna.!" Semua peserta meeting kaget ketika irfan memperkenalkan suci


"Jadi dia yang akan menjabat sebagai presdir disini?" Tanya salah satu dewan direksi dengan tatapan yg meremehkan suci


"Iya pak,memng ada masalah apa ya? ah,lebih baik nona suci memperkenalkan diri nya saja dulu.!"


"Baiklah,kalian semua sudah dengar kan nama saya,dan jabatan saya disini. Jadi siapa yg mau bertanya?" Tanya suci dengan wajah tegas dan tetap tenang


"Kenapa tidak? Maaf nama anda siapa ya?"Kini suci yang berbicara


"Saya sigit purnomo."


"kenapa pak sigit tampaknya tidak menyukai saya,bukannya kita baru sekali bertemu dan bapak blm tau kemampuan saya.!" sorot mata suci sangat tajam melihat sigit,sedangkan disisi lain ada seorang pria yang sangat kagum melihat keberanian suci,dia adalah Reza


"Bukan begitu tetapi ini bukan perusahaan kecil yang gampang untuk di jalankan,jika anda tidak sanggup menjalankannya lebih baik mundur saja.!" Sigit tampak menantang suci


"Jadi maksud bpk,lebih baik saya mundur dari jabatan ini,kalau saya mundur lalu siapa yang akan menjadi presdir disini? Apa bapak yang akan menjadi presdir disini?"


"Saya tidak mengatakan kalau saya menginginkan jabatan itu tetapi akan sangat baik jika yg menduduki jabaran itu adalah orang yang sudah berpengalaman dan sudah mengetahui seluk beluk perusahaan ini.!" Sigit merupakan salah satu dewan direksi yang telah lama bekerja disana


"Lalu apa mau anda?saya dengar Kita akan mengikuti tender sebuah proyek yang sangat besar,bpk bisa membuat sebuah proposal dan jika anda bisa memenangkan tender itu maka saya akan melepaskan jabatan ini tetapi jika saya yang menang maka saya tidak mau melihat wajah anda di perusahaan ini." Kini suci menantang sigit,sedangkan reza tampaknya sangat kagum dengan suci yang berani menantang sigit


"Baik lah saya terima."

__ADS_1


Aku yakin bisa menduduki jabatan itu dan wanita ini akan ku permalukan". Sigit tersenyum licik melihat suci


"Baiklah,sekarang siapa lagi yang mau bertanya?" Semuanya diam tanpa mengeluarkan kata apapun


"Jika tidak ada,maka rapat hri ini kita akhiri.!" Irfan,suci dan Lisa meninggalkan ruangan meeting menuju ruangan suci.


Tok..tok..tok..


"Maaf pak ada pak Reza ingin menemui anda.!" Amel msuk ke ruangan suci untuk mencari irfan tetapi ia tetap saja menampakkan wajah yg tidak enak pada suci


"Suruh masuk disini aja kak.!" Suci memng ingin membicarakan soal proyek pada reza


"Persilahkan masuk.!"


"Baik pak.!"


"Silahkan masuk pak reza,yg lain menunggu di ruangan ibu suci.!" Tatapan mata amel tampak sangat mengagumi reza


"Hmmm." Reza dan jhon memasuki ruangan suci dengan sikap yang tenang


"Hai tuan Reza,maaf tadi saya tidak menyapa anda.!" Irfan merasa bersalah krn selama meeting ia tidak menyapa reza


"Santai aja pak irfan,saya mengerti kok dengan kondisi tadi." Reza tersenyum melihat ke suci tetapi suci tetap sibuk dengan laptopnya


"Ada apa tuan reza ke sini??


"Saya cuma ingin kenal saja dengan presdir baru arwana grup." Suci menghentikan aktifitasnya dan melihat ke arah reza


Hmmm..bukannya kalian sudah kenal ya?" Tanya irfan bingung


"Iya pak tapi itu bukan dalam dunia bisnis."


"Tapi sepertinya gak usa tuan Reza,krn kita sudah saling kenal juga." Kini suci mulai berbicara krn melihat tingkah reza yg aneh


"Ya semua tergantung dari ibu suci saja..oya kalau butuh bantuan soal proyek yg kalian bicarakan tadi,jangan sungkan-sungkan."


"Loh,memng perusahaan tuan reza gak ikut dengan tender ini??" Tanya suci bingung


"Sepertinya tidak usa,cukup Arwana grup yg ikut dan saya berharap ibu suci bisa memenangkannya dan membungkam mulut dewan direksi tadi." Reza tanpa sadar mengucapkan kata-kata yang lembut dan membuat org dalam ruangan heran melihat tingkahnya

__ADS_1


"Tentu tuan,saya tidak akan membiarkan 1 org pun merendahkan saya! Masalah dengan tua bangka itu hanya hal sepele,mereka blm mengetahui siapa saya dan apa bagaimn kemampuan saya." Suci mengeluarkan senyum yg sulit di artikan dan tampaknya dia mempunyai rencana


"Sungguh wanita yg luar biasa,aku yakin dia mampu mengembangkan perusahaan ini..sepertinya banyak hal yg tidak aku ketahui tentang dia,dia wanita yang sangat unik tetapi tegas." Gumam reza sambil memperhatikan suci tang sibuk berbicara dengan jhon,lisa,dan irfan. Ternyata jhon melihat tingkah bosnya yang senyum-senyum sendiri melihat suci yang sibuk berbicara


__ADS_2