
Masih dalam ruangan CCTV,wajah Pram dan Joseph kini pucat melihat rekaman di dalam sedangkan Reza sudah mengepalkan tangan dari tadi
"Apa maksud ini pak Joseph?" Tanya Reza dengan wajah yang marah,sedangkan Joseph hanya terdiam
"Sekarang Anda bisa lihat kan pak joseph yang terhormat,siapa disini yang salah?"Cibir Suci
"Saya minta maaf nona,semua ini salah anak saya." Joseph berbicara dengan wajah yang menunduk
"Pak Joseph saya tidak menyangka kalau jabatan bpk bisa membuat bpk jadi lupa diri."
Plak..
"Aww.." Joseph menampar wajah pram krn ia tidak mau disalahkan
"Apa yang papa lakukan,apa salahku?" Tanya Pram marah
"Kamu masih bertanya,lihat ulahmu!" Joseph sangat marah pada anaknya
"Tapi pa mereka yang duluan." Pram tetap saja tidak mau mengakui kesalahannya
"Bukannya sudah terbukti kalau kamu yang salah,kenapa tetap menyalahkan orang lain? Pak Joseph tolong ajarkan anak anda etika yang baik,apa selama ini kalian tidak pernah mengajarkannya etika dan sopan santun." Kesabaran suci sudah hilang krn Pram tetap menyalahkannya
"Maaf nona tapi anda tidak ada hak mengajarkan saya untuk mendidik anak,anda saja belum mempunyai anak jadi tidak usa sok mengajarkan orang lain." Joseph masih tetap tidak mau diam
"Tuan Reza saya benar-benar minta maaf atas kejadian ini,tapi ini juga kesalahan mereka yang telah menganggu anak saya di jalan."
"Cukup Pak Joseph,apa Anda tahu siapa yang dari tadi anda pojokkan dan salahkan?" Reza sudah tidak bisa menahan amarahnya
"Memangnya dia siapa tuan,paling juga dia hanya wanita yg ingin mencari mangsa untuk bisa merayu para lelaki kaya."
"Wah tampaknya Anda banyak nyawa pak,apa anda tidak tahu kalau wanita yang dari tadi anda rendahkan adalah calon istri bos anda yaitu Tuan Reza." lisa sudah tidak bisa menahan emosinya dan akhirnya mengeluarkannya
"Hahahaha...nona Anda tidak usa terlalu banyak mimpi,tidak mungkin tuan Reza mempunyai calon istri seperti dia." Joseph tertawa terbahak-bahak mendengar kata-kata Lisa
Brak...
"Cukup Pak Joseph,anda sudah sangat keterlaluan! Apa yang Lisa katakan itu benar kalau wanita ini adalah calon istriku namanya Suci Lestari Wiraguna!" Reza sangat marah hingga memukul meja dan mengagetkan semua orang disana,sedangkan Joseph dan Pram tampak kelihatan sangat pucat
__ADS_1
"Apa! Wiraguna? Berarti dia adalah pewaris Arwana Grup? Tuan Reza tidak main-main kan?" Tanya Joseph gugup
"Apa saya pernah main-main?" Sorot mata Reza sangat tajam membuat suasana disana bagaikan di dalam kulkas
"Nona Suci maafkan saya dan anak saya! Saya tidak tahu kalau nona suci adalah pewaris arwana grup." Joseph mendekati suci dan berusaha meminta maaf tetapi suci bukanlah orang yang mudah memaafkan
"Jadi jika saya bukan pewaris arwana grup,anda tetap akan menghina saya?" Suci menatap Joseph dengan tatapan yang tajam
"Bukan begitu nona."
"Cukup pak joseph,mulai hari ini saya tidak mau melihat anda di sini?"
"Maksud tuan Reza?"
"Pak Joseph saya pecat!" Jawaban Reza membuat Joseph hampir pingsan,ia terduduk di lantai dengan wajah yang pucat
"Tapi pak,saya sudah lama mengabdi sama Anda."
"Anda sudah mengecewakan saya,anda menggunakan kekuasaan untuk menindas orang lain."
"Semua tergantung dari calon istri saya." Reza melirik ke suci dan tampaknya suci mengerti maksud dari reza
"Tapi sayangnya aku bukan orang yang mudah memaafkan kesalahan orang lain yang begitu fatal!"
Suci tersenyum dengan wajah yang tidak bisa di artikan
"Saya mohon nona maafkan kesalahan saya,saya janji tidak akan mengulanginya lagi." Joseph berlutut di hadapan suci dan disaksikan oleh karyawan yg lain
"Sudahlah saya tidak mau membuang-buang waktu disini." Suci pergi meninggalkan Joseph yang masih terdiam di lantai Sedangkan Pram diam bagaikan patung gak bisa berkata apa-apa lagi,sekarang dia kehilangan semuanya dan tidak bisa lagi menggunakan kekuasan orang tuanya
"Pak Joseph segera ajukan pengunduran diri Anda dan ambil pesangon Anda,saya tidak mau mempunyai pekerja yang suka menggunakan kekuasaannya untuk menindas orang lain!" Setelah berbicara begitu,Reza segera pergi dan disana sisa Joseph juga Pram
"Bagaimana ini pa? Kita kehilangan semuanya."
"Ini semua ulahmu,kenapa mencari masalah dengan orang itu,harusnya kamu cari tahu dulu siapa yang kamu lawan jangan asal mencari masalah!' Joseph sangat marah pada Pram dan pergi meninggalkannya disana
"Suci apa gak kasian sama pak Joseph,dia sudah Tua dan gak mungkin mendapatkan pekerjaan yg sesuai keiginannya? Lagipula ini salah anaknya bukan dia." Lisa bertanya pada suci karena kasian melihat Joseph
__ADS_1
"Mereka sama saja,jika aku memaafkan pak joseph,aku yakin anaknya tidak akan bisa berubah dan akan membuat ulah untuk orang lain lagi."
"Jadi sekarang kita kemana?" Tanya Irfan
"Pulang aja yuk!" Ajak suci dan di iyakan oleh irfan dan Lisa
"Suci!! Suci melupakan kalau ternyata disana itu ada Reza yang baru saja menghampirinya
"Astaga,kenapa kamu malah teriak seperti dalam hutan?" tanya suci dengan wajah polosnya
"Ayo sekarang ikut sama aku!" Reza memegang tangan suci dan mengajaknya untuk pergi
"kita mau kemana? Kan kita gak ada janji untuk pergi?"
"Aku tidak perlu membuat janji jika ingin pergi dengan calon istriku." Kata-kata reza membuat Suci jadi malu di hadapan irfan dan Lisa
"Sudah lah Ci,daripada panjang kan,mending kmu ikut aja sama calon suamimu itu!" Lisa menggoda suci dengan menekan kata calon suami
"Lisa aja ngerti,masa kamu gak sih,apa perlu aku gendong?"
"Tapi kita akan kemana?"
"nanti kamu juga akan mengetahuinya." Reza dan suci pergi meninggalkan Irfan juga Lisa
Dalam perjalanan,suci selalu bertanya-tanya krn penasaran sebenarnya Reza mau membawa dia kemana tetapi jalanan yang mereka lalui tampak tidak asing untuk suci
"Loh,kita kerumah kamu?" Tanya Suci heran
"iya kita akan menemui orang tuaku dan membicarakan rencana kita,setelah itu aku akan menemui orang tua kamu dan menentukan tanggal pernikahan kita." Reza membuat jantung suci hampir saja copot krn mendengar kata-katanya
"Kenapa kamu tidak memberitahukan terlebih dahulu?"
"ya ini semua diluar dugaanku juga,awalnya aku berencana besok malam tapi aku fikir besok malam masih lama untuk memberitahu kabar gembira ini untuk keluargaku."
"Terserah kamu aja lah." Mereka memasuki kompleks perumahan yang elit dan di jaga ketat oleh security,para penjaga disana sudah hafal dengan mobil keluarga Rahardian
Maaf teman-teman baru bisa up krn sibuk bgt sebelum lebaran,insya Allah up tiap hari lagi kok..
__ADS_1