Presdir Cantik Dan CEO Tampan

Presdir Cantik Dan CEO Tampan
Irfan dan Lisa Kembali kenegara P


__ADS_3

Matahari yang sudah menampakkan sinarnya begitu cerah membawa Irfan dan Lisa berada di bandara untuk segera kembali ke negara P.


"Sayang jaga kesehatan ya disana,jangan sampai nanti disaat hari pernikahan kalian kamu malah sakit." Kata ibu Lisa


"Iya bu,ibu tenang aja karena aku akan selalu mengingat nasehat ibu."


"Irfan kamu tidak usa memikirkan hari pernikahanmu,kakek dan nenek akan mengatur semuanya jadi kamu jaga kesehatan saja." Kata Hasna yang juga ikut mengantar mereka


"Iya nek aku akan selalu ingat pesan nenek. Kami berangkat dulu nek!" Pamit irfan dan Lisa


Mereka kembali ke negara P menggunakan jet pribadi wira supaya tidak ada kendala dan mereka cepat sampai


***


"Jhon bagaimana perkembangan perusahaan Cheva?"Tanya Reza


"Saat sekarang sih masih stabil bos,tidak ada yang mencurigakan dan cheva juga sangat cepat memahami apa yang saya ajarkan."


"Baguslah. Oya carikan dia asisten jadi dia tidak harus menyelesaikan semua sendiri karena sekretarisnya tidak mungkin selalu mendampinginya!"


"Baik Tuan."


Kenapa Reza yang mengurus cheva,itu karena suci sudah berpesan pada reza untuk memantau perkembangan perusahaan cheva,ya jelas karena ia sekarang lagi tidak bisa terlalu capek.


tuut tuut tuut


"Halo."


"halo nona cheva,ini saya jhon."


"ah iya ada apa jhon?"


"apa nona ada di kantor?


"Iya saya lagi di kantor sekarang,ada yang bisa saya bantu?"Tanya Cheva penasaran


"ada yang saya mau bahas dengan nona,apa saya bisa ke sana?"


"Oh silahkan,kebetulan saya juga tidak ada kerjaan."


"Baiklah nona,sampai ketemu nanti." Jhon dan cheva mengakhiri panggilan teleponnya


"Selamat siang,ada yang bisa saya bantu tuan?" Sapa resepsionis di kantor cheva saat jhon tiba disana


"Saya ingin bertemu dengan ibu cheva,apa beliau ada?"


"Apa anda sudah memiliki janji?"


"Iya saya sudah memiliki janji bertemu siang ini."


"Baiklah tuan,silahkan naik ke lantai paling atas,liftnya sebelah sana!" Kata resepsionis menunjukkan lift pada jhon


"Terima kasih." Jhon segera ke ruangan Suci


"Selamat siang,saya ingin bertemu ibu cheva!" Kata Jhon menghampiri sekertaris cheva


"Selamat siang. Ada tuan,sini saya antar!"


tok tok tok


"Maaf bu,ada Yang ingin bertemu dengan ibu." Kata sekertaris cheva


"Oh iya suruh masuk!" Kata cheva yang duduk tenang di kursinya

__ADS_1


"Selamat siang nona cheva!" Sapa Jhon


"Selamat siang..silahkan duduk! Tumben datang kesini,pasti ada yang penting ni?" Kata cheva sambil melihat kearah jhon


"Nona cheva memang jenius tahu aja kalau ada hal penting."


"Ada apa?"


"Begini saya mau tanya,apa nona cheva sudah memiliki Asisten pribadi?" Tanya Jhon membuat cheva terlihat bingung


"Memang ada masalah apa ya,sekarang saya memang belum mempunyai asisten karena saya tidak mau salah ambil orang." Kata cheva


"Tuan Reza memerintahkan saya untuk mencarikan nona asistem pribadi dan itu semua adalah kemauan dari ibu suci."


"Kalau memang itu kak suci yang bilang,aku ikut aja karena aku yakin kak suci melakukan yang terbaik untuk aku." Kata cheva


"Baiklah nona,lusa saya akan antarkan kesini asisten yang saya carikan karena besok harus bertemu tuan reza dulu."


"Baiklah. Terima kasih ya atas bantuannya!" Kata cheva dengan senyum di bibirnya membuat jhon jadi salah tingkah melihat senyum di wajah cheva


"I.iya nona sama-sama." Jhon menjawab dengan gugup


"Kenapa kak jhon jadi gugup?" Tanya cheva melihat ke arah jhon


"Aku gak salah dengar kan,dia memanggil aku dengan sebutan kakak?"Kata jhon dalam hati yang kaget mendengar panggilan dari cheva


"Gak kok nona,tapi kenapa nona cheva memanggil saya dengan sebutan kakak?" Tanya jhon penasaran


"Emang gak boleh ya? Kan lebih sopan kalau aku panggil begitu,kan memang kak jhon lebih tua dari aku."


"Boleh-boleh aja. Kalau gitu saya permisi nona cheva!" Pamit jhon karena ia tidak mau kelihatan gugup


"Eh tunggu kak,jangan panggil nona tapi cukup cheva aja!" Kata cheva


"Kak jhon kok gugup begitu ya,aneh bangat."


Irfan dan lisa baru tiba di bandara setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh


"Sayang bangun sudah sampai." Kata irfan lembut membangunkan Lisa yang kelelahan


"Euugghhh..sudah sampai ya?"


"Iya kita sudah sampai,ayo kita turun pasti pak tarno sudah yang menjemput kita." Kata irfan lalu memegang tangan lisa dan turun dari pesawat


drrt drrt drrt


"Halo Ci!" Sapa irfan ketika mengangkat telepon dari suci


"Kakak dan lisa sudah dimana?" Tanya suci


"Kami sudah dalam perjalanan kerumah dari bandara."


"Baiklah,nanti malam aku akan kesitu ada yang harus di bahas tentang kalian berdua!" Kata suci tegas


"Ada apa ci kayaknya penting bangat."


"Iya sangat penting menyangkut masa depan kalian." Suci sengaja mengatakan begitu ingin membuat irfan gugup


"Ada apa sebenarnya?" Tanya ifan


"Nanti saja aku beritahu kalian!" Suci langsung mematikan panggilan teleponnya


"Siapa kak?" Tanya Lisa

__ADS_1


"Itu Suci,katanya ada yang mau dibicarakan sama kita berdua." jawab irfan


"Kayaknya serius bangat."


"Ya sepertinya begitu."


Tidak terasa mereka akhirnya sampai juga dirumah


"Selamat siang tuan irfan,nona Lisa!" Sapa bi surti


"Siang bi."Jawab Lisa


"Sini saya bantu bawakan barangnya non."


"Makasih banyak ya bi. Kak aku langsung ke kamar ya,mau istirahat dulu masih ngantuk bangat."


"Iya kamu istirahat ya,karena nanti malam kita akan berhadapan dengan duo' kutub." Kata-kata irfan membuat lisa tertawa


"Kakak benar juga,kak irfan istirahat juga."


"Tunggu!!" Irfan menarik tangan Lisa ketika ingin masuk ke dalam kamarnya


"Ada apa kak?" Tanya Lisa bingung


"Bisa gak jangan panggil kakak lagi?" tanya irfan membuat lisa menatapnya


"Trus apa dong?" tanya lisa balik


"Panggil sayang atau apa lah,masa mau panggil kakak terus." Kata irfan dan membuat wajah lisa merah


"Aku gak biasa kak."


"Eits..kok kak lagi,harus di biasakan dong." Kata irfan


"Emmm..iya sa...sayang." Lisa langsung masuk dalam kamar setelah mengatakan kata sayang


"Hehehehehe..lucu juga kalau dia malu-malu begitu." Irfan juga langsung ke kamar saat lisa menutup pintu kamarnya


"Suci akan membahas apa ya,apa dia berubah pikiran mengenai hubunganku dengan Lisa tapi selama ini dia yang paling mendukung hubungan kami." irfan terus memikirkan kata-kata suci tadi dan membuat dia melupakan barangnya di depan kamar


tok tok tok


"Tuan irfan! Ini saya surti."


"Iya bi ada apa?" teriak irfan dari dalam kamar dan berjalan keluar


"Ini tuan,barang tuan masih di depan pintu kamar."


"Ah iya bi saya lupa,.Makasih ya bi."


"Sama-sama tuan,kalau begitu saya permisi dulu."


"Iyya."


"Lebih baik aku tidur aja supaya nanti segar dan bisa menghadapi duo kutub itu."


BERSAMBUNG


Mohon dukungannya teman-teman supaya bisa makin semangat UPnya,dukungan dari teman-teman sangat membantu


♈Vote yang banyak teman-teman


♈Like

__ADS_1


♈ Komen


__ADS_2