
"Aku harus memberi mereka pelajaran!" Kata-kata irfan membuat hasna yang ada disana menjadi heran karena baru sekarang irfan sangat perduli pada wanita
"Kamu mau ngapain nak?" Tanya hasna
"Aku tidak bisa membuat mereka bersenang-senang nek sedangkan Lisa di rawat di sini." Kata irfan
"Tumben kamu sangat perduli pada wanita?" Tanya wira
"Aku sudah anggap Lisa adikku kek sama seperti suci." Kata irfan dengan gugup
"Tapi yang aku lihat cara kamu ke suci dan ke lisa itu berbeda." Kata Reza menggoda Irfan
"Ah..semua sama kok..sudah lah buat apa kita bahas ini,kek,nek,aku pergi dulu ada yang aku mau selesaikan!" Irfan pamit ke wira dan hasna kemudian pergi meninggalkan rumah sakit dan menuju kantor polisi
Sesampainya di kantor polisi sudah ada orang tua dari para anak-anak itu
"Selamat siang tuan irfan!" Sapa Jhon
"Bagaimana?" Tanya irfan
"Saya sudah memangggil orang tua mereka tuan dan semua sudah ada di dalam." Kata jhon
"Baiklah aku akan masuk ke dalam." Irfan dan jhon masuk ke dalam dan bertemu orang tua para anak muda itu
"Selamat siang tuan!" Kata polisi
"Siang!"
Mereka semua menoleh ke arah irfan saat mendengar suaranya
"Dia yang telah membuat kami seperti ini pa!" Salah seorang dari anak muda itu langsung menunjuk irfan
tetapi irfan hanya berdiri santai
"Pak irfan!" Ada orang tua disana yang mengenal irfan,karena setahunya irfan adalah wakil presdir di Arwana Grup
"Apa papa kenal sama dia?" Kata anaknya
"Bodoh! Kenapa kamu mencari masalah dengannya,apa kamu tahu dia siapa?" Tanya sang ayah
"Apa pentingnya buat aku tahu,yang aku tahu dia yang buat aku seperti ini dan membuat aku di bawa kesini!" Kata anak itu dengan nada kesal
Para orang tua yang lain bertanya-tanya siapa irfan sebenarnya
"Pak,tolong maafkan anak saya dan cabut tuntutan anda,saya akan mendidik anak saya dengan baik." Pinta ayah dari anak itu
"Maaf pak,apa anda kenal dengan dia?" Tanya salah seorang orang tua lagi
__ADS_1
"Dia adalah Wakil Presdir Arwana Grup!" Kata Jhon langsung menjawab pertanyaan orang itu
Semua tampak kaget mendengar kata-kata Jhon dan membuatnya lemas karena bisa di pastikan mereka tidak akan lolos apalagi jika Suci yang mengetahuinya
"Apa kalian tahu anak kalian telah membuat adik saya dirawat dirumah sakit dan sampai sekarang belum sadar!" Sorot mata Irfan membuat para anak muda itu ketakutan
"Maafkan kami tuan,kami tidak tahu kalau itu adik tuan." Kata salah satu anak berandalan itu
"Apa dengan kata maaf adikku akan langsung sembuh?" Semua terdiam karena memang ini salahnya
"Sekarang aku mau semua di proses secara hukum!"Lanjut Irfan
"Tolong maafkan anak kami tuan,kami janji ini tidak akan terulang lagi!" Ucap orang tua dari anak itu
"Saya sudah mengatakan kalau hukum harus terus di tegakkan,atau aku kasih pilihan untuk kalian." Kata irfan
"Pilihan apa itu?" Tanya mereka
"Aku bebaskan anak kalian tapi aku jamin kalian semua tidak akan bisa mendapatkan kerjasama dengan perusahaan manapun termasuk Arwana Grup dan Grahatama Grup!" Mereka sangat kaget mendengar pilihan dari irfan dan membuat mereka tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain pasrah karena tidak mungkin mereka mengorbankan perusahaan yang mereka bangun dari nol
"Jadi bagaimana?" Tanya Irfan lagi
Mereka saling berbisik dan berdiskusi
"Baiklah pak Irfan,kami akan serahkan semua ke polisi." Kata salah seorang dari mereka
"Ini semua karena kalian,coba saja kalian tidak mencari masalah dengan mereka,ini semua tidak akan terjadi!"
"Sudahlah ayo kita pulang dan kalian terima resiko atas perbuatan kalian sendiri!" Para orang tua itu pergi meninggalkan anaknya di kantor polisi
"Bawa mereka semua pak dan selesaikan sesuai hukum yang berlaku." Kata Irfan
"Baik tuan!" Irfan dan jhon pergi meninggalkan kantor polisi menuju rumah sakit
Sesampainya di rumah sakit irfan langsung ke ruangan lisa sedangkan Jhon menghadap ke bosnya yaitu Reza
"Bagaimana keadaan Lisa nek?" Tanya Irfan
"Lisa belum sadar,tapi kata dokter sebentar lagi dia akan sadar." Kata Hasna
"Trus suci bagaimana nek?"
"Sama saja,suci juga masih belum sadar,kita berdoa saja semoga suci dan lisa cepat sadar."Kata hasna
"Oya apa kamu sudah menghubungi orang tua lisa?" Tanya Hasna
"Belum nek,aku tidak tahu mau bilang apa,takutnya kalau orang tua lisa kaget."
__ADS_1
"Kamu benar juga,mungkin sebaiknya kita tidak usa memberitahu mereka,nanti saja jika lisa sudah sadar."
"Baik nek,kalau begitu aku masuk dulu." Irfan masuk keruangan lisa dan hasna kembali ke ruangan suci
Di ruangan suci,reza terus saja menunggu kapan suci akan sadar
"Selamat sore bos!" Sapa jhon sebelum memasuki ruangan
"Bagaimana hasilnya?" kata Reza
"Mereka sudah saya urus bos dan sekarang di kantor polisi." Kata jhon menjelaskan
"Baguslah,pastikan mereka mendapat ganjarannya dan tidak mengulangnya lagi." Kata Reza yang terus saja ada di samping Suci
Disisi lain Faris yang baru tiba di rumah sakit dan membuat rumah sakit gempar karena kedatangan pengusaha no 1 seperti Faris
"Itu kan Tuan Faris pemilik Grahatama Grup yang sekarang di jalankan oleh anaknya yaitu Reza,dia datang bersama anak keduanya,kalau tidak salah namanya claudia." Kata pengunjung a
"Iya kamu benar juga tapi buat apa tuan faris ada disini?" kata pengunjung b
"Mungkin ada kerabatnya yang sakit."
"Tadi aku sempat melihat asisten tuan Reza,berarti keluarga mereka semua ada disini."
"Mimpi apa aku semalam bisa melihat secara langsung tuan faris!"
"Benar juga,jarang-jarang kita bisa melihat secara langsung pebisnis sukses negeri ini."
"Beliau masih sangat berwibawa walaupun sudah tidak muda lagi dan yang aku dengar anak tuan faris akan menikah dengan pewaris arwana grup." Kata pengunjung c
"Benar juga,berita itu sudah tersebar dimana-mana."
"Aku penasaran siapa yang sakit sehingga tuan faris langsung ke rumah sakit."
"Sudahlah jangan bergosip,yang pastinya pasti yang skit itu adalah orang terdekatnya tuan faris."
Sesampainya di depan ruangan suci,claudia langsung masuk dan menghampiri suci yang merupakan sahabatnya semenjak kuliah
"Kak ada apa dengan suci,kenapa bisa sampai begini?" Tanya claudia panik
"Ada orang yang telah mendorongnya dan membuat suci seperti ini." kata reza
"Trus bagaimana dengan orang itu? Tidak mungkin kakak melepaskannya begitu saja kan?"
"Aku sudah menyuruh jhon untuk mengurusnya dan sekarang sudah di kantor polisi."
"Baguslah,jangan biarkan mereka bersenang-senang!" Kata Claudia
__ADS_1
BERSAMBUNG