Presdir Cantik Dan CEO Tampan

Presdir Cantik Dan CEO Tampan
Anak Berandalan


__ADS_3

"Cheva,tante mohon bebaskan kami dari sini,kami janji akan berubah." Jen memohon pada cheva tetapi sepertinya cheva tidak memperdulikannya


"Tapi sayangnya aku sudah memberi bukti pada polisi kalau kalian yang merencanakan pembunuhan orang tuaku dan aku." Kata cheva


"Bukti apa?" Tanya miki karena yang dia ketahui kalau di saat cheva mendengar pembicaraan mereka,cheva tidak memegang ponselnya


"Apa kalian tidak tahu kalau di setiap sudut dalam rumahku ada CCTV?" Tanya cheva


"APA! jadi semua terekam oleh CCTV?" Tanya jen langsung lemas dan duduk dilantai


"Sekarang kalian akan membayar semuanya!" Kata Cheva lalu pergi meninggalkan mereka


"Ingat ini belum seberapa dengan apa yang kalian lakukan pada putriku!" Kata Malik menghampiri Miki lalu pergi dari sana


"Jhon urus semuanya dan pastikan mereka mendapatkan ganjarannya!" Ucap reza


"Baik bos." Reza dan Malik pergi meninggalkan kantor polisi dan menuju rumah sakit


Sesampainya dirumah sakit reza dan malik langsung menuju ruangan suci,disana sudah ada Hasna, Yanti


dan Wira,sedangkan Widya pulang kerumah mengambil baju ganti


"Assalamualaikum! Ucap Reza dan Malik


"Waalaikum salam!"


"Bagaimana keadaan suci?" tanya Reza


"Dia masih belum sadar." Kata Yanti yang selalu berada di samping Suci


Disisi lain disaat ingin kembali ke rumah sakit,lisa dan Cheva mendapat masalah di jalan.


"Kak irfan kami naik taxi aja pulang ke rumah sakit,kan kak irfan masih sibuk." Kata Lisa


"Kalian yakin ingin naik taxi?" Tanya irfan


"Iya kak gak apa-apa kok."


"Baiklah,aku antar kalian mengambil taxi dulu." Kata irfan


Dalam perjalanan ada beberapa anak gang motor yang ugal-ugalan di jalan dan membuat para pengguna jalan yang lain terganggu termasuk taxi yang Lisa dan Cheva tumpangi


Brumm brummm...


Para anak muda itu malah semakin menjadi-jadi setelah sopir taxi membunyikan klaksonnya

__ADS_1


Tiiin...


"Ada apa pak?" Tanya Lisa


"Maaf nona,di depan ada sekelompok anak motor yang menghalangi jalan kita,apa nona kenal sama mereka?" Kata Sopir taxi


"Kami gak mengenalnya pak."Kata Lisa


"Dasar anak-anak kurang kerjaan."


"Ya sudah lah pak gak usa di ladeni." Belum berapa menit Cheva mengatakan itu,salah satu dari anak motor itu tersenggol taxi dan mengakibatkan motornya oleng dan membuat dia marah


"Aduh..kayaknya ada yang kena mobil non!" Kata sopir


'Hei berhenti!" Kata salah seorang anak itu Dan membuat sang sopir menghentikan mobilnya di pinggir jalan


"Turun kalian!"


"Sudah lah pak tidak usa turun,lagipula mereka yang mencari masalah." Kata Lisa


"Gak apa-apa non,kalian tunggu dalam mobil aja biar saya yang turun." Kata sopir taxi itu


Ketika sang sopir turun,anak muda yang hampir jatuh tadi langsung memaki sopir itu bahkan ingin memukulnya


"kak lisa apa gak sebaiknya kita menghubungi kak irfan?" Tanya Cheva ketika melihat perdebatan antara sopir taxi dan anak muda itu


"Turun kalian!" Kata anak muda itu tetapi lisa dan cheva tidak memperdulikannya,sedangkan sopir tadi di pukul oleh anak muda yang tersenggol taxi


"Cheva kamu tetap disini biar aku turun!" Kata Lisa


"Tapi kak,nanti mereka menyakiti kakak." Cheva takut terjadi apa-apa dengan lisa


"Kamu tidak usa khawatir aku tidak akan kenapa-kenapa,dan ini pegang ponselku terus hubungi kak irfan."Kata Lisa dan langsung turun dari mobil melawan mereka,suci dan lisa memang sewaktu sekolah ikut taekwondo jadi hal yang seperti ini sudah biasa lisa dapat


"Hallo." Sapa irfan dari balik telpon


"Hallo..kak irfan tolong kami kak!" Cheva tampak panik melihat Lisa menghadapi anak muda itu


"Kalian kenapa dan dimana sekarang?" tanya irfan


"Kami di jalan XXX kak, tadi ada segerombolan anak muda yang ugal-ugalan lalu menyenggol taxi yang kami tempati dan membuat dia hampir jatuh,eh malah kami yang disalahkan." Jelas Cheva


"Lisa mana?" Tanya irfan panik


"Kak lisa dan sopir itu turun menghadapi para anak muda itu kak."

__ADS_1


"APA! Lisa bisa bahaya kalau begitu,sekarang kamu aktifkan gps ponsel lisa,aku akan kesana sekarang karena aku tidak jauh dari tempat kalian!" Kata irfan langsung melajukan mobilnya."


"Baik kak!" Cheva langsung mengaktifkan gps di ponsel lisa


Lisa sudah mulai kewalahan melawan para anak muda itu sedangkan sopir tadi juga sudah beberapa kali jatuh,karena kelelahan Lisa terkena pukulan dan terlempar membuat irfan yang dari jauh melihat itu menjadi murka


"Lisaaaaaaa!" Teriak irfan turun dari mobil sedangkan dalam mobil Cheva menghubungi Reza


Tuut tuut


"Hallo."


"Hallo..Tuan reza tolong kami!" kata Cheva langsung pada Reza


"Kalian kenapa?" Cheva menceritakan kejadian tadi dan membuat Reza murka


"Kamu tetap tenang,aku akan kesana!" Kata Reza


"Kamu mau kemana dan ada apa?" Tanya wira dan Reza menceritakan apa yang cheva ceritakan tadi


"Om ikut,aku belum puas tadi dan aku akan melampiaskan kemarahan ku pada mereka!" Kata Malik


"Baik om!" Mereka berdua langsung berangkat ke tempat yang Cheva beritahu


Di tempat kejadian Irfan yang melawan mereka hampir kewalahan karena mereka ada 7 orang sedangkan Lisa sudah di bawa ke dalam mobil karena kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk melawan mereka tidak lama kemudian Reza dan Malik tiba.


"Irfan!" Teriak Reza


"Tuan." Reza dan Malik langsung menghajar para anak muda itu dan membuat semuanya jatuh ke aspal,kemudian polisi datang dan menangkap mereka,sebelum sampai di tempat kejadian reza sudah menghubungi polisi


"kamu tidak apa-apa?" tanya malik


" gak kok om tapi lisa dan sopir itu kayaknya harus di bawah ke rumah sakit." kata irfan


"Kalau gitu bawa mereka ke rumah sakit sekarang,biar om yang urus mereka semua!" Kata Malik


"Baik om,apa aku juga ikut ke kantor polisi?" Tanya Reza


"Tidak perlu,kamu langsung ke rumah sakit saja karena ini tidak akan lama." Kata Malik


Malik pergi mengikuti polisi dan para pemuda itu ke kantor polisi,sedangkan reza,irfan,cheva mengantar Lisa dan sopir itu ke rumah sakit


Sesampai di rumah sakit,Lisa dan sopir itu langsung di tangani oleh suster.


"Bagaimana keadaan mereka sus?" Tanya irfan

__ADS_1


"Mereka tidak apa-apa tuan,yang laki-laki hanya luka luar saja tetapi yang perempuannya ada sedikit patah di bagian tangan kirinya tapi itu bisa di obati." Dokter menjelaskan pada irfan dan membuat irfan sangat marah karena Lisa sampai patah tulang


BERSAMBUNG


__ADS_2