
Gedung Grahatama Grup
Drrt..drrt...drrt...
"Hallo! Assalamualaikum mi.!"
"Waalaikum salam.! Nanti pulang kerja kamu jemput Suci ya?" Ucap widya di balik tlpn
"Tapi bukannya suci berangkat dengan irfan dan lisa mi,jadi buat apa aku jemput?" Reza memng masih canggung jika harus berdua dengan suci dalam mobil
"Ya gak apa-apa dong,nanti kan irfan bisa sama lisa dan kamu dengan suci.!" Widya berbicara sambil senyum-senyum
"Baiklah,aku coba menghubunginya dulu mi.!"
tuut..tuut..tuut..
"Hallo!!
"Hallo!! sapa seseorang yang reza hubungi
"Nanti kalian jadi kan makan malam di rumahku?" Tanya reza pada intinya
"Iya jadi tuan,ada apa ya?"
"Nanti kamu berangkat sama Lisa dan aku akan menjemput suci di kantor.!" Ucapan reza membuat irfan terkejut krn baru kali ini reza rela menjemput seorang wanita setelah ia di hianati oleh manda
"Baik tuan.!" Mereka mengakhiri telponnya dan kembali ke aktifitas masing-masing
"Tampaknya reza sudah mulai mendekati suci,tapi bagus lah kalau memang begitu jadi suci ada yang jaga dan aku tdk perlu khawatir lagi,atau aku juga lbh baik membantu reza mendekati suci ya?" Irfan berfikir untuk mendekatkan suci dan reza krn menurutnya mereka itu cocok
Tok tok tok
"Masuk!"
"Kamu sibuk?"
"Gak kok kak,ada apa?" Tanya suci yang lagi bersantai duduk di kursi kebesarannya
"Nanti sore tuan reza yang akan menjemputmu untuk kerumahnya,tadi dia menghubungiku."
"Tapi kan kak aku belum ada baju ganti,masa iya aku pakai baju ini." Suci memng berencana ingin ke mall bersama lisa terlebih dahulu sebelum kerumah reza
"Ya nanti kamu singgah aja dengan reza di butik langganan maminya.!" Irfan berusaha agar suci menerima tawarannya
"Hmmm...baiklah!"
"Ya sdh aku kembali dulu ya."
"Hmmm." Irfan kembali ke ruangannya
Tak terasa waktu sidah menunjukkan jam 4 sore dan di loby sudah ada reza yang datang menjemput suci,reza memang sengaja tidak langsung keruangan suci krn kalau kesana pasti akan lama lagi
"Hallo..bu ada tuan reza menunggu di loby!" Ucap resepsionis menghubungi suci
__ADS_1
"Baiklah,beritahu aku akan segera menemuinya.!"
"Baik bu.!"
"Tuan,ibu suci akan segera turun dan meminta tuan untuk duduk dulu!"ucap resepsionis sopan
"Baiklah!"
"Kak,lisa,aku duluan ya,di bawah sdh ada reza menunggu.!" Kebetulan saat itu irfan dan lisa berada di ruangan suci
"Ok,nanti kita ketemu di rumah reza.!" Suci segera pergi menemui reza dengan hati yang tidak karuan krn baru kali ini ia akan 1 mobil dan berduaan dengan reza
"Tuan reza,maaf menunggu lama.!" Sapa suci dengan senyum yang hangat dan membuat para karyawan yang melihatnya takjub krn baru kali ini suci tersenyum di hadapan banyak org
"Wah bu suci kalau begitu cantik ya?"
"Iya,aku fikir bu suci tidak bisa tersenyum"
"Iya,apalagi saat terbongkarnya kelakuan amel dan pak sigit,suhu ruangan itu dingin bangat dan wajahnya sangat tegang."
"kayaknya tuan reza dan bu suci cocok ya.!"
"Ehem..kalian mau kerja atau gosip?" Tanpa di sadari Chandra sudah ada di belakang para karyawan itu
"Maaf pak.!" Mereka segera kembali bekerja sedangkan reza dan suci sudah menuju ke parkiran dan ternyata dalam mobil juga ada Jhon asisten reza jadi mereka bukan cuma berdua dan membuat suci bernafas dengan lega
Keheningan di dalam mobil hingga 10 menit berlalu
"Tuan! Bolehkah kita singgah di suatu tempat dulu?" Suci berbicara dengan nada yang canggung
"Ah..baik tuan..eh maksud saya reza๐." Suci mengucapkannya dengan canggung
"Oya kita mau singgah dimana?"
"aku ingin membeli pakaian ganti dulu,masa iya aku makan malam pakai baju kantor."
"Ok,kita ke butik langganan mami aja.!"
"Baiklah." Jarak dari kantor suci dan butik tidak terlalu jauh hanya sekitar 20 menit,tidak lama itu mereka pun tiba
"Sudah sampai tuan!" Jhon membukakan pintu untuk reza
"Makasih.!" Mereka masuk ke dalam butik dan membuat seisi butik heboh,krn karyawan disana sdh mengetahui kalau reza adalah anak dari widya salah satu langganan disana dan sekaligus pengusaha no. 1
"Selamat sore tuan,ada yang bisa saya bantu?"ucap salah satu karyawan."
"Panggilkan tante Nia!"
"Baik tuan,silahkan duduk dulu.!" Tidak lama setelah itu Nia pemilik butik muncul
"Reza,tumben kamu kesini? Mami mu mana?"tanya Nia yang heran melihat Reza bersama dengan wanita lain bukan maminya
"Mami di rumah tan,ini aku datang menemani temanku mencari baju."
__ADS_1
"Teman atau calon istri?" Nia menggoda Reza dan tampaknya reza juga suci menjadi malu serta wajah mereka seperti udang rebus๐
"Ah..tante bisa aja..ni kenalin tante namanya suci.!" Reza memperkenalkan suci ke nia
"Suci tante!" suci mengulurkan tangannya dan disambut hangat oleh nia
"Nama yang cantik seperti orangnya! Saya nia,sahabat maminya reza." Kata nia dengan senyum lembutnya
"tan,bantuin suci mencari baju ya?"
"Emang mau baju bagaimana dan dalam rangka apa?" Tanya nia
"Mama mengundang suci makan malam di rumah tan,tapi tadi aku menjemputnya di kantor jadi dia gak bawa baju,makanya aku ajak kesini aja." Jawab reza dengan santainya
"Ooo..makan malam sekalian pengenalan keluarga ya?" Nia berbicara sambil mencolek reza
"terserah tante aja lah.."
"Ayo suci,tante tunjukin bajunya!"
" iya tante.!" Mereka pergi mencari baju yang cocok untuk di pakai suci dalam acara makan malam
Disisi lain Irfan dan Lisa juga pergi mencari baju bersama di sebuah mall,tampak rasa malu pada lisa krn baru kali ini dia berdua dengan irfan
"Lisa tu ada butik,kamu masuk aja pilih bajunya,aku tunggu disini!" Irfan menunggu Lisa di depan butik sambil memperhatikan ke dalam
"Iya kak,aku masuk dulu ya." Jawab lisa canggung
"Bisa copot jantungku melihat wajah kak irfan,kalau di perhatiin kak irfan ganteng dan perhatian juga."
"Gimana sdh dapat belum bajunya?" Irfan mengejutkan lisa yang tengah sibuk memilih baju
"Aku bingung kak pilih yang mana,disini semua bagus-bagus."
"Ya sudah aku yg pilihin aja kalau gitu.!" Irfan tampaknya sangat sibuk memilih baju untuk lisa dan membuat lisa terus saja tersenyum memperhatikan itu
"Coba yg ini!" Irfan memberikan 2 Lembar baju ke lisa untuk di coba
"Iya kak.!" Tidak berselang lama,lisa muncul dengan gaun yang di berikan oleh irfan tadi dan 1 dari baju tadi akhirnya jadi pilihan lisa
"Yg ini aja kak!" Irfan tertegun melihat penampilan lisa hingga tidak menyadari kalau lisa sudah ada di hadapannya
"kak irfan.!" Lisa menepuk lengan irfan sehingga membuatnya kaget dan salah tingkah
"Ah....sudah ya. Ayo kita bayar.!" Irfan jalan duluan untuk membayar baju lisa
๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ
Mohon dukungannya teman-teman supaya bisa makin semangat UPnya,dukungan dari teman-teman sangat membantu
โVote yang banyak teman-teman
โLike
__ADS_1
โ Komen
Selamat membaca para teman-teman,mohon dukungannya terus ya supaya author bisa semangat untuk up terus๐๐