Presdir Cantik Dan CEO Tampan

Presdir Cantik Dan CEO Tampan
Sang Pujaan Hati


__ADS_3

Semua keluarga sudah berkumpul di kamar suci setelah Reza menghubungi mereka


"Akhirnya kamu sadar juga sayang,ibu sangat khawatir sama kamu." Kata Yanti yang baru saja tiba


"Aku sudah gak kenapa-kenapa bu,cuma agak pegal aja dan msh pusing sedikit." Kata suci


"Syukurlah sayang,ibu jadi lega mendengarnya." Ucap yanti penuh syukur


"Sayang nenek sangat takut kamu kenapa-kenapa." kata hasna memeluk suci


"Aku tidak apa-apa nek,jangan khawatir ya." Kata suci menenangkan neneknya


"Lisa mana bu?" Tanya suci karena disana lisa tidak ada tetapi di kamarnya. Suci belum mengetahui jika Lisa sudah mengalami musibah


"Aku disini!" Lisa muncul dari pintu menggunakan kursi roda yang didorong oleh Cheva


"Kamu kenapa? trus tangan kamu juga kenapa di perban begitu?" Semua diam karena tidak mau suci jadi kefikiran dan menghambat penyembuhannya


"Aku gak apa-apa kok Ci,ini hanya jatuh saja." Kata Lisa berbohong


"Itu gak mungkin jatuh,kita sama-sama dari SD jadi aku tahu kamu seperti apa dan aku mau kamu ceritakan ke aku apa yang terjadi,kalian tidak perlu khawatir dengan kondisiku,aku sudah baikan." Kata Suci dingin


"Biar nnti aku ceritakan,sebaiknya kamu istirahat dulu ya." Kata Reza


"Kenapa tidak sekarang saja?" Kata suci


"Baiklah biar aku yang ceritakan." Irfan ikut bicara dan menceritakan semua kejadiannya


"Trus mana orang-orang itu? Kalian tidak membiarkannya lolos kan?" Tanya Suci


"Tentu tidak,mereka sudah di penjara jadi kamu tenang saja karena semua sudah selesai." Kata Reza menenangkan Suci


"Baguslah,aku fikir kalian membiarkannya lolos,jika itu sampai terjadi aku tidak akan tinggal diam."Kata suci dengan nada sedikit tinggi


"Kamu tenang saja sayang,calon suamimu itu tidak akan membiarkan orang yang sudah bikin sahabatmu celaka bisa hidup tenang." Kata Wira mengelus kepala Suci


"Oya bagaimana orang yang sudah mencelakai ku?" Tanya suci


"Mereka sudah kami temukan dan sekarang di kantor polisi!" Jawab Reza


"Siapa mereka?" tanya Suci tenang


Semua terdiam mendengar pertanyaan suci,mereka takut jika suci tahu org itu,suci akan marah ke Cheva


"Kak aku minta maaf." Cheva tiba-tiba minta maaf dengan wajah yang tunduk pada Suci


"Kenapa kamu minta maaf?" Tanya Suci heran


"Orang yang mencelakai kakak itu adalah om dan tanteku yang pernah aku cerita ke kakak." Kata Cheva membuat orang semua melihat kearag suci menunggu respon suci bagaimana

__ADS_1


"Apa yang kamu katakan itu benar?" Kata suci


"Iya kak mereka orangnya,aku merasa bersalah sama kakak dan yang lainnya karena mereka kakak bisa celaka begini,aku benar-benar minta maaf kak." Kata cheva yg masih menundukkan kepalanya


"Kamu tidak salah apa-apa,mereka yang harusnya minta maaf bukan kamu!" kata suci dingin


"Sudahlah tidak usa membahas itu dulu,sekarang kita harusnya bahagia krn suci dan lisa sudah sadar dan membaik." Kata hasna


"Iya nek!" Mereka semua tampak bahagia dan bercanda dalam kamar suci hingga melupakan jika waktu sudah mulai gelap


"Tuan wira dan semua,kalau begitu kami pamit pulang dulu." Kata Faris dan di anggukkan oleh Widya


"Oh iya,terima kasih banyak tuan faris atas bantuannya." Ucap Wira


"Itu sudah sewajarnya tuan,sebentar lagi kita akan jadi keluarga jadi masalah apapun di selesaikan sama-sama."


"Reza kamu masih mau disini?" Tanya widya


"Iya mi,aku disini aja." Kata Reza


"Mana mau dia meninggalkan sang pujaan hatinya." Rayu irfan


"Kayak kamu tidak aja." Lirik reza ke Lisa dan ke irfan


"Memang siapa pujaan hati kak irfan?"Tanya Suci penasaran


"Nanti juga kamu akan tahu sendiri kok." Jawab reza


"Kakek,nenek,om dan tante juga pulang saja istirahat,kan disini sudah ada Reza yang jagain Suci." Kata Reza


"Baiklah tapi jika ada apa-apa segera hubungi kami." Kata Wira


"Kakek tidak perlu khawatir,aku sudah baikan kok." Kata suci dengan senyum yang menggemaskan membuat semua yang ada di sana tertawa melihat tingkahnya


"Iya kek,tidak perlu khawatir karena aku akan menjaga suci dengan baik." Kata Reza


"Baiklah kami pulang dulu." Wira,Hasna,Malik,dan Yanti pulang ke rumah,sedangkan irfan dan cheva mengantar Lisa ke kamarnya,sebenarnya Cheva ingin tetap menemani Suci tapi Reza melarangnya


Keesokan harinya Lisa sudah bisa pulang kerumah


"Bagaimana dok apa saya sudah bisa pulang?" Tanya Lisa


"iya nona lisa sudah bisa pulang tapi tetap di jaga ya tangannya


"Terima kasih dok!" Kata Lisa dan Irfan bersamaan


"Kalau begitu saya permisi dulu tuan,nona!"


"Ayo kita beres-beres dan pulang!"

__ADS_1


"Biar aku bantu kak Lisa packing ya." Kata Lisa yang baru saja datang


"Baiklah." Cheva membereskan barang Lisa sedangkan irfan duduk di sofa memeriksa kerjaan yang masuk di emailnya


Di Bandara sepasang suami istri yang baru saja tiba tampaknya sangat berbahagia


"Ahh..senangnya bisa kembali kesini lagi." Kata sang istri


"Kamu puas sayang?" Tanya suami


"Iya sayang,aku bahagia banget." Kata sang istri sambil bergelayut manja di lengan suaminya


"Bagus lah jika kalau bahagia sayang."


"Kapan-kapan kita pergi lagi ya." kata sang istri


"Iya kamu tenang saja,aku akan mengurus wanita itu dulu. Jika aku bisa masuk secara sah kedalam perusahaannya,maka aku dengan mudah bisa mendapatkan apa yang aku inginkan,tidak seperti sekarang yang hanya bisa bekerjasama dan mendapatkan sdkit keuntungan." Kata suami


"Iya sayang,jadi kapan kamu akan kesana?"


"Besok aku akan ke perusahaanya."


Mereka sangat yakin jika bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan


Keesokan harinya sang suami ke perusahaan Arwana Grup ingin menemui suci


"Selamat pagi pak,ada yang bisa saya bantu?" Tanya resepsionis


"Saya ingin menemui atasan kamu." kata orang itu


"Apa bapak sudah buat janji sebelumnya?"


"Saya tidak perlu membuat janji,karena saya sudah ada kerjasama dengan perusahaan ini."kata orang itu sombong


"tapi itu sudah peraturannya pak."


Orang itu tidak memperdulikan omongan resepsionis malahan langsung menuju lift keruangan Suci. Karena takut,resepsionis mengubungi sekretaris suci dan memberitahukan tentang orang itu


"selamat pgi pak!" sapa sekertaris suci yang bernama febri


"Saya ingin bertemu dengan atasan kamu." kata orang itu pada intinya


"Tapi atasan saya sedang meeting pak dan selesai sekitar 1 jam lagi." kata febri


"Saya bisa menunggunya!"


"Silahkan bapak duduk disana!" febri menunjukkan sofa khusus tamu tetapi orang itu malah menuju ruangan suci,febri yang takut dengan atasannya segera menyusul ke ruangan suci,tdk lama kemudian meeting selesai,wira,Irfan dan chandra menuju ruangan suci.


Mereka kaget melihat pintu ruangan terbuka. Irfan bergegas masuk dan melihat siapa di dalam

__ADS_1


"Ada apa ini Febri,kenapa pintu ruangan bu suci bisa terbuka tanpa ijin?" tanya irfan marah


BERSAMBUNG


__ADS_2