
Hari ini adalah waktu yang sangat di tunggu-tunggu oleh suci krn hari ini diadakan tender proyek yang besar,suci berangkat di temani oleh irfan dan Lisa ke sebuah hotel milik reza
"Ci,kamu uda siap kan?" Tanya irfan pada suci krn sejak dari kantor,suci selalu diam
"Siap dong,"
"Lisa semua berkasnya sudah siap kan?"
"sudah kak.!"
"Bagus lah,kalian harus bisa menunjukkan pada semua orang kalau kalian tidak mudah di rendahkan.!" Reza menyemangati suci dan lisa walaupun ia merasa sedikit takut dengan apa yang akan di hadapi oleh suci
"Kita sudah sampai,ayo turun.!" Mereka segera ke ruangan yang telah di siapkan,disana juga terdapat Reza,walaupun reza tidak ikut dalam tender itu tetapi ia di undang oleh penyelenggara krn ia merupakan pengusaha no 1
Semua mata tertuju pada mereka bertiga ketika memasuki ruangan,dan saat MC menyambut mereka
"Selamat datang Tuan dan Nona dari Arwana Grup!" Ucap MC yang memandu acara
"Baiklah karena semua sudah siap dan disini saya mempersilahkan untuk pak Boby Candrawinata untuk membuka acara selaku penyelenggara.!"
"Terima kasih kepada semua yang telah hadir disini,saya sangat senang krn sangat banyak yang berminat dalam menangani proyek kali ini dan yang lebih menakjubkan lagi disni ada 2 perwakilan dari arwana grup yang masing-masing akan mempresentasikan proposal nya,dan untuk Presdir baru Arwana Grup saya ucapkan selamat atas jabatan anda.! Baiklah kita lanjutkan acara ini dan saya serahkan pada MC.!"
Satu per satu perwakilan dari tiap perusahaan maju mempresentasikan proposalnya,dan tiba saatnya Sigit yang maju dengan gayanya yang sombong
"Loh Ci itu kan proposal yang kita bikin? Kok bisa si tua bangka itu yang mempersentasikannya?,Lisa kaget dengan apa yang ia lihat
"Kamu tenang aja dan lihat pertunjukan nanti.!" Suci tersenyum tipis pada Lisa
"Sudah aku duga kalau ini rencana licik mereka,dasar tua bangka sialan.!"
Setelah mempersentasikan proposal nya,sigit segera duduk dan melirik pada suci penuh kemenangan tetapi suci tetap tenang dan dingin
"Baiklah,proposal dari pak sigit sangat luar biasa dan sekarang kita akan mendengar proposal dari Nona Suci.!" Ucap Mc mempersilahkan Suci
__ADS_1
"Ci,bagaimana ini? Kita tidak mungkin kan menggunakan proposal yg itu?" Lisa tampak panik
"Kamu tenang aja dan lihat apa yang aku lakukan.!"
Suci maju kedepan dan membawa laptop juga berkas yang ada dalam tas kerjanya,Suci mempersentasikan proposal dan semua idenya dengan tenang dan tegas,semua orang tampak kagum melihat hasil yang suci tampilkan
"Sial,kenapa dia bisa membuat proposal dengan sebaik itu,tapi bukannya proposal yang akan dia ajukan sudah aku ambil,,aku yakin kalau aku akan mendapatkan proyek itu dan menendang dia dari jabatannya.!" Sigit tampak kesal melihat apa yang suci tampilkan
"Wah,luar biasa ide dari Nona suci,baiklah kita akan mendengar keputusan dari pak Boby.!"
"Saya sudah mendengar semua ide dari perusahaan kalian dan saya tertarik pada satu proposal yang menurut saya sangat luar biasa,saya memilih perusahaan Arwana Grup untuk menangani proyek ini dan saya akan menggunakan ide dari Nona Suci selaku presdir dari Arwana Grup.!" Semua orang bertepuk tangan mendengar keputusan dari pak boby tetapi berbeda dengan sigit yang tampak sangat marah
"Tetapi bagaimana bisa pak boby memberikan proyek besar ini pada orang yang tidak berpengalaman dalam perusahaan?" Kini sigit tidak bisa menahan amarahnya lagi
"Maksud pak sigit apa,bukannya sama saja saya menggunakan ide nona suci atau ide anda,kan sama dari arwana grup.!" Boby tampak heran dengan tingkah sigit yg menentang keputusannya
"Tetapi dia baru terjun di dunia bisnis pak."
"Pak sigit,ini keputusan saya dan saya harap anda bisa menerimanya.! Untuk nona suci nanti kita akan adakan meeting penandatanganan kontrak proyek kita yang baru.!" Boby tersenyum melihat suci
"Aku sudah yakin kalau dia memang wanita yg luar biasa,mami tidak salah menilai suci." Tanpa ada yang sadar reza terus saja memperhatikan suci dengan tatapan kagum
"lisa informasikan pada semua dewan direksi,kita akan adakan meeting setelah makan siang.!" Ucap suci dengan senyum yg tidak enak pada sigit
"Baik bu.!" Lisa jika di kantor memanggil suci dengan sebutan ibu krn bagaimana pun suci adalah atasannya
"Nona Suci selamat atas keberhasilan Anda,saya sangat kagum dengan proposal anda!" Reza menghampiri suci dan mengucapkan selat
"Terima kasih pak reza,anda terlalu berlebihan."
"Bagaimana kalau kita makan siang dulu untuk merayakan keberhasilan anda.!"
"Iya Ci kita makan dulu aja lalu ke kantor karena aku yakin disana kita akan menghadapi masalah saat meeting." Kini Irfan yang berbicara
__ADS_1
"Baiklah.!" Mereka pun makan di restauran yang berada pada hotel itu
"Pak irfan apa yang anda akan lakukan sekarang? Maksud saya,tindakan apa yang akan anda berikan pada pak sigit?" Tanya reza
"Itu adalah urusan suci,lagipula sekarang suci adalah atasan di kantor jadi semua tergantung dari dia saja pak."
"Menurut saya,lebih baik memberi pelajaran yang setimpal." Suci hanya terdiam memperhatikan Reza dan irfan
"Ternyata Pak reza tidak seperti yang aku fikirkan,dia lumayan baik dan ganteng juga..hehehehhe..
Bicara apa aku ini tetap aja laki-laki itu gak da yang bisa di pegang kata-katanya.!" Suci terus saja memikirkan perlakuan reza selama ini
Setelah makan mereka segera ke kantor sedangkan reza balik ke kantornya
"Ci,semua sudah berkumpul di ruang meeting termasuk amel.!" Lisa datang memanggil suci dan irfan
"Ok.!" Mereka bertiga berjalan ke ruang meeting,disana sudah ada jhon menunggu..
"Silahkan bos,Nona.!" Jhon membukakan pintu pada mereka
"Langsung saja saya tidak mau memperpanjang meeting ini,semua saya serahkan pada Ibu Suci selaku pimpinan disini,silahkan bu!" Ucap Irfan
"Baiklah,pasti kalian semua sudah tau kan tujuan kita meeting hri ini,?" Suci memperhatikan 1/1 yang ada di sana
"Iya bu kami sudah mengetahui kalau ibu suci yang memenangkan tender itu." Ucap salah satu peserta meeting
"Apa hanya itu yang kalian ketahui?"
"Maksud bu suci?" tanya dewan direksi yang lain sedangkan wajah sigit dan juga amel sangat pucat
"Ah,pak sigit dan amel kenapa kalian tampak pucat begitu,apa kalian sakit?" Pertanyaan suci membuat ke 2 orang itu kaget dan gugup
"Saya tidak apa-apa bu,saya ikut bahagia bu suci memenangkan tender itu." Amel menjawab dengan nada yang gugup membuat semua orang merasa heran
__ADS_1
"Baiklah ada satu hal yang akan saya sampaikan disini.!" Suci melirik pada sigit dan membuat sigit semakin pucat bagaikan tidak mempunyai darah