Presdir Cantik Dan CEO Tampan

Presdir Cantik Dan CEO Tampan
Ulang tahun Amanda


__ADS_3

"Maaf Tuan,apa yakin dengan rencana yang kita telah buat?" Ucap Jhon bertanya ke Reza


"Aku yakin Jhon, semoga dengan cara ini Manda bisa segera menyetujui pernikahan kami." Reza sangat yakin dengan rencananya


Besok ulang tahun Manda,Reza sudah mempersiapkan kejutan untuk Manda


"Hallo yank.! Manda sedang berada di sebuah tempat bersama dengan pria lain


"Yank,maaf ya besok kayaknya aku gak bisa ngerayain ulang tahun kamu."


" Kenapa yank?"


"Aku hrus pergi ke luar kota untuk menyelesaikan 1 proyek yg bermasalah.!"


"Iya yank gak masalah kok.!"


"Aku janji kalau pulang nanti aku akan ngajak kamu jalan dan belanja sepuasnya."


"Serius yank? janji ya.!"


"Iya yank,ya uda aku lanjut dulu ya.!" Reza mengakhiri sambungan telponnya dan melanjutkan pekerjaannya


"Sayang,pria bodoh itu akan ke luar kota jadi kita akan bebas bersama disaat aku ulang tahun." Manda sangat senang mendengar Reza akan ke luar kota


"Bagus dong,jadi aku bisa menikmati malam panjang bersamamu.!"


"Ya uda aku hari ini ada jadwal sampai sore,jadi kamu tunggu di apartemen ya.!" Manda pergi meninggalkan pria itu dan segera ke Arwana Grup krn hari ini dia ada jadwal pemotretan


***


"Kantin yuk.!" Ajak claudia


"cuss.." Suci,claudia dan Lisa ke kantin


"Kalian mau pesan apa? Biar Lisa yg cantik pesan."


"Nasi goreng seafood dan es teh.!" Jawab Suci dingin


"Aku samain aja dgn suci."


"ok."


Tidak lama setelah mereka makan Iin dan vita dtg menghampiri mereka


"Hai Claudia.!" Wajah Lisa jadi dingin melihat mereka datang,kalau suci jgn di tanya lagi krn dia memng selalu dingin..


"eh iya.." Claudia tampak gak suka dengan kehadiran mereka

__ADS_1


"Kita boleh gabung gak?" tanya iin


"Tapi kami sudah selesai makan dan skrg mau ke kelas!" Jawab lisa cuek


"Ya kamu pergi aja,aku kan mau makan sama Claudia."


"Emang kamu gak mau ke kelas Cla?" Tanya Lisa memastikan sedangkan Suci langsung prgi dari sana


"Aku mau ke kelas kok,tu suci uda duluan,kami ke kelas dulu ya iin." Lisa dan claudia mengejar suci dan tampak wajah kesal iin dan vita


"Sombong bangat sih suci itu,kayak bos aja padahal kita juga gak niat temanan ama dia,coba aja claudia bukan anak orang kaya no. 1 disini,aku mah ogah ikutin dia terus." Iin sangat kesal krn Suci dkk pergi meninggalkannya


"Sabar,nanti kita bkin rencana bisa mendekati claudia.! Vita tersenyum sangat licik


Dalam kelas lisa tampak kesal dgn kehadiran iin dan vita


"Kenapa sih tuh mak lampir 2 orang gangguin kita mulu??" Ucap Lisa kesal


"Udahlah,selagi mereka tidak membuat keributan gak usa di tanggapin.!" Suci malas mendengar nama iin sedangkan vita hanya tersenyum mendengar kata-kata suci


"Kita gak da kelas lagi kan??" tanya suci


"Iya gak da,emang kamu mau pulang??"tanya claudia


"iya aku mau pulang aja,malas di sini.."


Sesampainya di rumah,suci langsung ke kamar dan mengambil laptopnya,dia memang masih kuliah tapi tetap memantau Arwana Grup..


"masih aman.,mending tidur dulu." Gumam suci


Keesokan harinya


"Jhon,kamu sudah sampai?" Tanya reza yang hari ini akan memberi kejutan buat manda,ia berencana untuk ke apartemen manda


"Sudah Tuan,kita berangkat sekarang?" tanya jhon


"Iya.!"


"Kok kalian pergi sepagi ini??" Tanya mami reza yang muncul dari dapur


"Kami ada urusan mam,makanya berangkat cepat."


Reza tidak mugkin mengatakan kalau ia akan memberi manda kejutan karena sudah di pastikan maminya tidak akan setuju


"Kalian gak sarapan dulu?"


"Nanti aja di kantor mam,kami buru-buru. Kami berangkat ya mam.!" Reza mencium tangan maminya dan pergi

__ADS_1


"Permisi nyonya.!" Pamit Jhon


Dalam perjalanan ke apartemen manda,tidak ada percakapan dalam mobil,tidak lama kemudian mereka sampai di tmpat tujuan


"Silahkan tuan.!" Jhon membukakan pintu untuk reza


"Makasih jhon.! Kamu tunggu disini aja.!"


"Baik tuan.!"


"Pasti manda sangat senang dengan kejutan ini," Gumam reza dengan wajah yg ceria. Sesampainya di depan pintu apartemen,reza langsung memasukkan pasword untuk membuka pintu itu,apartemen itu adalah pemberian reza jadi dia bebas masuk..


Sesampai di dalam ruangan,reza mendapatkan sepasang sepatu yang bukan miliknya,dia mencari manda tetapi tidak ada,dia kemudian ke kamar dan mendengar sesuatu yang membuatnya marah


"Gimana sayang,kamu puas kan semalaman?" Tanya manda pada seseorang yang sedang berada di atas tubuhnya


"Aku puas bangat,kamu memberikan kado yg sangat nikmat syg." Manda kemudian memeluk pria itu


"Jadi gimana sayang rencana kita selanjutnya?"


"Aku masih bingung,apa aku terima aja tawaran reza untuk menikah dan ketika kita dapatkan hartanya,aku akan meninggalkannya,!" Jawab manda dengan antusias


"tapi kamu jangan sampai hamil ya.!"


"Tenang aja sayang,aku gak sebodoh itu,tapi bagaimana dengan karirku??"


"Kamu kan masih bisa tetap bekerja syg sampai kita mendapatkan harta si pria bodoh itu.!" Senyum licik terdapat di wajah pria itu


"Baik lah syg.!"


"Kita lanjut lagi ya.," Pria itu memulai aksinya kembali


"Jadi mami benar kalau manda punya pria lain dan dia hanya menginginkan hartaku." Gumam reza di balik pintu dengan wajah yang sangat mrah


Brak!!!


"Reza.!" Manda dan pria itu menoleh ke arah pintu dan sangat terkejut melihat reza berdiri di sana


"Ternyata selama ini yang mami katakan benar,kamu perempuan murahan dan tidak tau diri manda,aku menyesal tidak mendengar apa kata mami." Reza dangat emosi dengan apa yang dia lihat


"Bukannya kamu di luar kota yank??" Tanya manda gugup


"Jadi kalau aku di luar kota kamu akan seenaknya bermain dengan pria ini.!"


"Yank tunggu,ini tidak seperti yg kamu lihat,dia itu sepupuku,aku sangat akrab dengannya makanya dia ada dalam kamarku." Manda mencoba mencari alasan tetapi alasannya tidak masuk akal


"Hahahahaha...kamu fikir aku percaya dengan kata-kata busuk mu? Tidak ada sepupu yang tidur dan berhubungan seperti kalian,mulai sekarang kita tidak ada hubungan lagi! Sekarang kamu pergi dari tempat ini dan mulai skrg semua fasilitas dari aku,akan ku tarik kembali,!" Reza pergi meninggalkan manda yang diam seperti patung sedangkan pria itu hanya berdiam santai

__ADS_1


__ADS_2