Presdir Cantik Dan CEO Tampan

Presdir Cantik Dan CEO Tampan
Lisa sadar


__ADS_3

Sudah 1 Minggu suci berada di rumah skit tetapi belum ada perubahan sama sekali


"Bagaimana ini,Suci sama sekali belum memberikan respon positif." Kata yanti pada malik


"Kita hanya bisa pasrah pada Tuhan,semoga suci cepat sadar." Malik memeluk dan menenangkan Yanti


Tidak lama setelah itu Reza datang dengan pakaian santainya


"Assalamualaikum!" Sapa reza


"Waalaikum salam.!" Kata Malik dan Yanti bersamaan


"Bagaimana keadaan suci?" Tanya Reza


"Ya begini lah,masih belum ada perubahan sama sekali." Kata Yanti lemas


"Kamu tidak ke kantor?" Tanya Malik


"Tidak om,aku tidak fokus di kantor,lagipula ada papi dan jhon untuk sementara menggantikan aku." Kata Reza


"Om sama tante pulang saja dulu istirahat,biar aku yang haga Suci disini." Lanjut Reza lagi


"Baiklah,om juga mau mandi tapi kalau ada perkembangan soal suci langsung hubungi kami!" Kata Malik


"Jaga suci baik-baik ya!" Kata yanti sambil mengambil tasnya


"Baik om,tante!" Yanti dan Malik kembali kerumah untuk istirahat


"Hei..sampai kapan kamu akan tidur dan mendiamkan aku seperti ini? Apa kamu mau ingkar janji dan tidak menikah denganku? Tidak lama lagi kita akan menikah,jadi bangun ya. Oya kamu tenang aja karena orang yang buat kamu seperti ini sudah mendapat ganjarannya." Reza terus mengajak suci berbicara hingga ia tertidur


Dikamar yang lain tepatnya di kamar Lisa,irfan juga selalu menemani Lisa sedangkan sopir taxi yang membawa lisa sudah di bolehkan pulang


"Kak irfan sopir taxi itu sudah bisa keluar dari rumah sakit kak,apa kakak tidak mau menemuinya?" Tanya Cheva yang selalu menjaga Lisa dan bahkan dikamar suci


"Ah iya aku sampai lupa,sekarang dia dimana?" Tanya irfan


"Dia lagi siap-siap di kamarnya kak di temani istrinya." Jawab cheva


"Ya sudah kamu jaga Lisa ya,aku kesana dulu."


"Iya kak." Irfan lalu menuju kamar sopir itu


"Selamat siang tuan!" Sapa sang sopir


"Siang. Bagaimana keadaan kamu?" Tanya irfan


"Sudah baikan tuan,terima kasih karena tuan dan keluarga sudah menolong saya." Kata sang sopir


"Harusnya aku yang berterima kasih karena kamu sudah melindungi adik-adikku,jika kamu tidak ada aku tidak tahu apa yang akan terjadi,malahan sekarang kamu juga ikut terluka." Kata Irfan dengan tulus


"Itu sudah kewajiban saya tuan karena memang pekerjaan saya."


"Oya kemarin mobil taxi yang kamu bawa itu sudah di ambil sama yg punya."


"Iya tuan mereka sudah mengabari saya." Kata sopir taxi dengan wajah sedih karena itu merupakan mata pencarian satu-satunya

__ADS_1


"Jadi sekarang kamu kerja apa?" tanya irfan


"Saya mau mencari pekerjaan lain tuan agar bisa menghidupi keluarga."


"Bagaimana kalau kamu bekerja di denganku saja,kamu jadi sopir pribadi di tempatku." Irfan menawari sopir itu pekerjaan


"Yang benar tuan?" Sang sopir tidak percaya kalau dia di tawari pekerjaan oleh orang asing yang baru ia kenal


"Memangnya aku ada tampang pembohong?"


"Tidak tuan bukan maksud saya."


"Oya nama kamu siapa?" Tanyan irfan


"Saya Tarno tuan." Jawab sopir


"Baiklah tarno,kamu bisa pulang dan istirahat dulu selama 1 minggu,minggu depan kmu bisa datang ke alamat ini." Irfan memberikan sebuah kartu namanya untuk tarno


"Terima kasih tuan! Bagaimana keadaan nona yang saya bawa tuan?"


"Dia sekarang dalam perawatan,doakan saja dia cepat sembuh ya." Kata irfan


"Iya tuan,kalau begitu saya permisi dulu tuan."


"iya." Tarno dan istrinya pergi dari rumah sakit setelah semua beres


Irfan kembali ke kamar Lisa dengan harapan Lisa sadar karena ia baru sja melakukan operasi pada tangannya yang patah


"Bagaimana kak?" Tanya Cheva saat memasuki kamar lisa


"Dia sudah pulang. Bagaimana dengan lisa?"


Tidak lama kemudian Irfan melihat lisa menggerakkan jarinya perlahan


"Kak,kak irfan!" teriak cheva


"Apa sih teriak-teriak?" tanya irfan menghampiri cheva


"Kak lisa sadar kak!" kata cheva


Irfan langsung menghampiri tempat tidur lisa


"Cheva panggil dokter!" kata irfan


"iya kak." Cheva berlari keluar memanggil dokter


"aakkhh..kak irfan!" Kata Lisa perlahan


"Kamu jangan banyak gerak dulu ya." kata irfan


"Air..aku mau minum kak." Minta lisa dengan suara yang agak serak


"Tunggu aku ambilkan." irfan dengan lembut memberikan air pada lisa dan tidak lama kemudian dokter datang


"Permisi tuan,saya periksa nona lisa dulu." Kata dokter

__ADS_1


"iya." Irfan agak menjauh dari tempat tdr lisa hingga dokter selesai memeriksa."


"Bagaimana dok leadaannya?" Tanya irfan


"Nona lisa sudah tidak apa-apa tuan,sekarang hanya butuh istirahat saja dan jangan terlalu banyak menggoyangkan tangannya supaya proses penyembuhannya cepat." Kata dokter menjelaskan ke irfan


"Baik dok."


"Kalau gitu saya permisi dulu."


"Mana yang sakit?" Tanya irfan pada lisa


"Gak da kok kak,aku uda agak baikan lagipula tadi kakak dengar sendiri kata dokter kalau aku hanya butuh istirahat saja. Oya bagaimana keadaan suci?" Tanya Lisa


"Suci masih belun sadar."


"Aku mau melihatnya kak." minta lisa


"Tapi kamu msih sakit."


"Kak yang sakit tanganku bukan kaki ku,kan aku bisa pakai kursi roda." Kata Lisa


"Baiklah. Cheva tolong ambilkan kursi roda ya." Minta irfan ke cheva


"iya kak." Mereka bertiga pergi keruangan suci di rawat,disana hanya ada Reza karena yang lainnya sudah pada pulang


"Bagaimana keadaan suci?" Tanya irfan pada reza


"Dia masih belum sadar juga." Kata reza dengan lemas


"Aku mengerti perasaan kamu,ini pasti sangat sulit apalagi kalian akan menikah tapi suci itu wanita yang kuat dan aku yakin secepatnya dia akan sadar." Kata irfan menyemangati reza


"Iya. Bagaimana keadaan kamu?" Tanya reza ke Lisa


"Aku sudah baikan tuan,kata dokter hanya butuh istirahat saja."


"Bagus lah,karena jika suci tahu apa yg terjadi sama kamu,aku yakin dia akan sangat marah." Kata Reza


"Cheva ada yang aku ingin bicarakan sama kamu." Kata Reza


"Iya tuan ada apa?"


"Ini mengenai om dan tante kamu."


"Aku sudah tidak perduli lagi sama mereka,mereka yang membuat aku kehilangan orang tua dan mengambil semua milik orang tuaku." Kata Cheva dengan rasa yang kecewa


"Jadi tidak masalah jika mereka di hukum? Karena apa yang mereka lakukan sudah sangat keterlaluan."Kata Reza meyakinkan cheva


"Iya tuan,apapun yang terbaik. Aku juga ingin keadilan untuk orang tuaku."


"Baiklah,jhon akan mengurus semua dan di pastikan mereka dapat hukuman yang setimpal." Kata Reza


"Terima kasih tuan."


"Oya sekarang perusahaan orang tua kamu lagi bermasalah karena cukup lama tidak ada yang mengendalikannya,jadi lebih baik jika kamu ambil alih semuanya!" Kata Reza karena memang selama ini perusahaan orang tua cheva lagi mengalami masalah dan penurunan saham

__ADS_1


"Tapi saya belum begitu mengerti tuan."


"Ada kami yang akan membantumu." Kata Lisa yang dari tadi mendengar percakapan antara Reza dan Cheeva


__ADS_2