Presdir Cantik Dan CEO Tampan

Presdir Cantik Dan CEO Tampan
Jangan memandang orang dari umur dan penampilan


__ADS_3

Tampak seseorang muncul di balik pintu dan membuat Gio sangat kaget juga gugup


"Dia kan manager di tempat aku mengambil bahan-bahan itu." Kata Gio


"Sekarang jelaskan bahan apa yang pak Gio pesan kepada anda!" Kata suci tegas


Manager itu menceritakan semua yang Gio beli bahkan sempat menyuruhnya untuk tidak buka mulut


"Bagaimana tuan Gio,apa anda masih punya pembelaan?"Tanya Irfan


"Itu sama sekali tidak benar bu,itu fitnah!" Teriak Gio


"Maaf tuan Gio tapi yang saya katakan adalah fakta!" Kata manager


"Saya juga membeli bahan dari tempat yang lain bu." Gio masih berusaha untuk membela diri


"Kalau begitu antar aku kesana sekarang!" kata suci tegas


"Tapi..


"Tapi apa tuan gio?"


Gio tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


"Sudah lah jangan membuat waktuku habis sia-sia karena mengurus ini semua. Anda tidak perlu lagi mencari pembenaran karena semua sudah terbukti kalau anda telah menipu saya dan korupsi." Kata suci dengan tatapan mata yang tajam membuat suhu dalam ruangan makin dingin


"Maafkan saya bu suci!" Kata Gio gugup


"Saya ada dua pilihan,yang pertama kembalikan semua uang yang telah kamu ambil 1x24 jam atau kantor polisi!" Kata Suci membuat Gio terdiam


"Jawab Tuan Gio!" Bentak Irfan


"Baiklah saya akan mengembalikan semuanya." Kata Gio lemas


"Pilihan yang bagus. Kalau begitu silahkan tinggalkan tempat ini!"


"Baik bu." Gio langsung pergi meninggalkan ruangan suci


"Pak terima kasih banyak bapak sudah bersedia membantu saya." Kata suci pada manager


"Iya bu suci,sudah kewajiban saya. Kalau begitu saya permisi bu,jika membutuhkan bantuan silahkan hubungi saya." Kata manager dan pergi dari ruangan suci


"Akhirnya tua bangka itu menghilang dari hadapanku,aku sangat muak melihatnya." Kata suci asal

__ADS_1


"Iya dan bagaimana proyek itu selanjutnya?"Tanya irfan


"Ya tugas kak irfan mencari kontraktor yang baru!" Kata suci sambil mengeluarkan senyum berbahayanya


"Selalu saja."


Di tempat lain tepatnya diperusahaan milik orang tua Cheva terjadi keributan antar dewan direksi karena memperebutkan kursi CEO


"Bagaimana ini,tidak mungkin kan seterusnya posisi itu kosong?" Tanya dewan direksi a


"Iya karena akan berakibat dengan penurunan saham." Kata dewan direksi b


"Kita harus menunjuk siapa yang pantas untuk menduduki kursi itu,karena adik tuan simon sekarang di kantor polisi sedangkan anaknya entah dimana." Kata dewan direksi yang lain


Pengacara keluarga dari Cheva kini datang di tengah-tengah ributnya para dewan direksi


"Ada apa ini?" Tanya pengacara


Salah satu dari mereka menceritakan apa yang terjadi


"Kalian tidak perlu ribut soal itu karena pemilik yang sahnya sudah ada." Kata sang pengacara


"Apa maksud kamu?" Tanya salah satu dari mereka


Tidak lama Cheva dan Irfan datang dan menemui pengacara kemudian menuju ruang meeting. Semua mata tertuju pada Cheva dan irfan yang baru saja memasuki ruangan


"Bukannya dia anak tuan simon yang di katakan hilang itu?"


"Iya,sekarang dia kembali."


"Sudah bisa di pastikan jika dia yang akan menduduki posisi CEO."


"Anak kecil seperti dia tahu apa soal bisnis?" masih banyak lagi pendapat yang di lontarkan oleh dewan direksi yang lainnya


"Selamat siang semua,sesuai yang saya katakan tadi kalau saya akan membawa pemilik sah Hard Grup."


kata pengacara


"Perkenalkan ini nona Chevania Hardiman putri tunggal dari tuan simon hardiman dan ibu jingga amala,dan secara sah nona cheva adalah penerus perusahaan ini!" Lanjut pengacara


"Tapi bagaimana mungkin perusahaan besar begini di pimpin oleh anak kecil dan yang saya dengar kalau masih kuliah." Cibir salah satu dewan direksi yang sangat terobsesi dengan posisi CEO


"Iya benar,mana mungkin dia mampu mengendalikan perusahaan ini."

__ADS_1


"Kenapa kita tidak memilih salah satu dari para dewan direksi untuk menduduki posisi itu,lagipula nona cheva tetap jadi pemilik hard grup tetapi yang menjalankan salah satu dari kita." Kata dewan direksi yang haus akan kekuasaan itu


"Maaf sebelumnya saya memotong percakapan kalian tapi disini yang menentukan itu bukan kalian tetapi saya,dan disini saya pemegang sah Hard grup setelah kepergian orang tuaku dan apabila ada di antara kalian yang tidak menyetujui keputusan ini maka silahkan pergi dari sini!" Kata Cheva dengan nada dingin.


Cheva sebenarnya tidak cukup berani menghadapi mereka tetapi karena dukungan dari Suci maka dia bisa melakukan itu


Flashback on


"Cheva ingat jika kamu muncul di hadapan para dewan direksi,jangan ada kata takut. Kamu harus bisa mempertahankan posisi itu karena memang seharusnya kamu yang berada disana. Walaupun kamu takut tapi jangan tampakkan pada mereka,kamu harus tegas dan jangan mau di tindas. Ada kami yang selalu mendukungmu,aku akan selalu ada disaat kamu butuh jadi jangan pernah takut!" Kata suci memberi dukungan ke Cheva


"Iya kak aku akan selalu mengingat nasehat kakak." Kata cheva


"Kak Irfan akan mengantarmu menghadapi para dewan direksi itu,ada beberapa dari mereka yang akan menentang kehadiranmu tapi kamu harus tetap kuat dan lawan mereka."


"Baik kak. Makasih banyak kak." Cheva memeluk Suci


Flashback Off


Semua langsung diam mendengar kata-kata cheva


"Nona cheva anda jangan keterlaluan,disini kami sudah lama mengabdi pada tuan simon jadi anda tidak bisa seenaknya begitu." kata salah satu dari mereka


"Menurut kalian saya keterlaluan bagaimana? Ini perusahaan milik saya bukan kalian tetapi kalian seolah-olah ingin memilikinya! Saya memang masih sangat muda tapi apa ada dari kalian yang mengetahui kemampuan saya,jangan selalu mengukur kemampuan orang dari umur dan penampilannya."Ucap Cheva dengan tatapan yang tajam pada salah satu dari mereka


"Apa yang dikatakan oleh nona cheva benar,disini dia yang berhak atas Hard Grup." Kata pengacara sedangkan irfan hanya diam memantau itu


"Sekali lagi saya katakan jika ada yang keberatan maka silahkan keluar dari ruangan ini dan soal saham kalian akan saya berikan!" Semua diam tanpa kata


"Sial bagaimana anak kecil itu bisa setegas ini,setahuku dia hanya anak kecil yang lemah tetapi kenapa dia sangat menyeramkan. Aku harus bisa bermain halus disini,tapi tidak aku biarkan dia seenaknya." Gumam salah seorang dari mereka


"Jadi tidak ada lagi yang keberatan,jadi mulai sekarang tidak ada lagi masalah tentang siapa yang akan menjabat sebagai CEO. Saya kira sudah tidak ada lagi yang harus saya bahas." Kata Cheva


"Ayo kak irfan,Pak Sam kita pergi!" Mereka meninggalkan Ruang meeting dengan perasaan yang lega. Tidak ada 1 katapun dari mereka saat Cheva pergi dari sana


BERSAMBUNG


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Mohon dukungannya teman-teman supaya bisa makin semangat UPnya,dukungan dari teman-teman sangat membantu


โ™ˆVote yang banyak teman-teman


โ™ˆLike

__ADS_1


โ™ˆ Komen


__ADS_2