
***
Di kota M
"Ma kenapa secepat itu kami harus menikah,aku belum siap ma,pa.! Ardy juga mau melanjutkan S2 dulu." Ardy dan orang tuanya sedang membicarakan rencana pernikahannya dengan vera yang akan di laksanakan 1 bulan lagi,karena minggu depan ia sudah wisuda..
"Apa salahnya,lagipula kamu juga sudah selesai dan masalah lanjut S2,itu gampang,setelah kamu menikah kamu bisa melanjutkannya.!" Jelas sang mama
"Tapi Ardy mau di LN ma,dan tidak mungkin aku membawa istri kan?"
"Kenapa tidak,dimana pun kamu melanjutkan pendidikan maka vera juga akan disana jadi kalian bisa melanjutkan kuliah bersama,lagipula di kampus yang skrg juga gak masalah kan??"
"Susah ngomong dengan kalian,kalian hanya mementingkan diri kalian saja tanpa peduli perasaanku." Ary meninggalkan orang tuanya dan pergi ke kamar
"Bagaimana ini pa,kalau ardy gak mau??"
"Mama tenang aja,ardy pasti mau karena kalau tidak,ia akan kehilangan semuanya.,kita siapkan saja semuanya !"
"Baiklah pa,nanti mama bicarakan dengan orang tua vera.!"
Dikamar ardy,ia sangat bingung dan gak tau harus berbuat apa,dia sangat ingin melawan orang tuanya tetapi ia juga tdk mau kehilangan semuanya,dia juga gak tau Suci sekarang ada dimana karena pihak kampus menutupi semuanya,walaupun kaluarga ardy donatur terbesar disana tetapi bgaimana pun suci adalah pemilik kampus itu.
"Bagaimana aku bisa mencari Suci,?? Aarrghh...apa yang harus aku lakukan sekarang??" Begitu lah fikiran Ardy skrg
***
Keesokan harinya di kantor Arwana Grup,Wira dan Malik baru saja memasuki kantor,semua karyawan begitu gugup melihat aura bosnya yang sangat sulit di artikan
"Kayaknya bakalan ada masalah besar deh hari ini.!"
"iya kalian lihat kan,wajah tuan wira dan tuan malik,gak seperti biasanya mereka begitu."
"Semoga saja tidak terjadi hal yang tidak di inginkan."
"Aku dengar kalau ada salah satu karyawan yang korupsi maka dari itu tuan malik datang."
"Akan ada orang yang di tendang dari perusahaan kalau begini."
"Kalian di gaji untuk kerja atau ngerumpi??" Tiba-tiba suara yang sangat horor muncul dan ternyata itu Cris asisten pribadi Wira yang sangat di takuti para karyawan karena apapun yang ia katakan tidak bisa di bantah,
"Maaf pak.!" Tampak wajah karyawan sangat ketakutan melihat Cris
"Kalau kalian masih mau bekerja disini, lanjutkan pekerjaan kalian dan jangan sampai saya melihat kalian berkumpul lagi.!" Cris meninggalkan mereka dan segera menuju ruangan Wira
"Huft..untung lah pak Cris tidak murka,ayo kerja.!" Ucap salah satu karyawan
"Cris panggilkan winda kesini.!" Winda adalah sekretaris wira yang menyusun semua jadwal wira
"Baik tuan.!" Cris menelpon Winda
"Hallo Pak! Sapa winda
"Segera ke ruangan Tuan wira sekarang.!"
__ADS_1
"Baik pak.!"
tok..tok..tok..
"Masuk!" Cris mempersilahkan winda masuk
"Apa jadwal saya hari ini?" tanya wira
"pagi ini sampai siang tidak ada pak,tapi jam 2 ada tamu dari perusahaan Grahatama Grup yang datang langsung dari negara P untuk berkunjung." Winda menjelaskan agenda hari ini ke wira
"Baiklah,skrg panggilkan semua kepala bagian dan adakan meeting,30 menit lagi saya akan ke ruang meeting dan 1 lagi beritahu bagian keuangan membawa semua bukti pengeluaran 3 bulan terakhir.!"
"Baik pak! saya permisi dulu.!"
"Apa tidak sebaiknya kita panggil wakil dari bagian keuangan dulu pa? Aku mau lihat apa dia tau sesuatu atau tidak." Malik tidak yakin kalau orang itu bekerja sendiri
"Biklah,, Cris panggilkan Guna sekarang!"
"Baik Tuan.!" Tidak lama kemudian
tok..tok..tok..
"Masuk!"
"Duduk.!" Tampak sorot mata Malik sangat dingin
"Baik pak.!" Tampak wajah Guna sangat gugup
"Kamu pasti tau kan kenapa saya memanggil kamu kesini?" Malik berbicara dengan tegas dan wira hanya menyimak saja
"Saya tidak mau berbasa-basi,kalau kamu masih mau bekerja disini,saya harap kam IPu bisa kerja sama dan ceritakan semuanya atau kamu akan menyesal.!" Nada ancaman keluar dari mulut Malik sehingga Guna tampak bingung
"Aduh gimana ni,aku harus berbuat apa?? kalau aku menceritakan semuanya,keluargaku dalam bahaya tapi kalau aku berbohong pasti aku akan di pecat dan tidak bisa bekerja dimana pun"
"Hei...! Kamu dengar gak Tuan Malik bicara,sekarang ceritakan semuanya karena tidak mungkin kamu tidak mengetahuinya.!" Kini Cris yang berbicara membuat Guna pucat
"Baik pak saya akan menceritakan semua tapi saya mohon jangan pecat saya dan jangan sampai ada yang tau kalau saya yang menceritakannya." Tampak ketakutan dan keraguan di wajh Guna
"Saya akan menjamin semua aman,, sekarang ceritakan!"
"Saya disuruh oleh Pak Mike membuat laporan palsu tentang dana pengeluaran proyek yang sementara berjalan, dan memberikannya ke Tuan Wira untuk di tanda tangani,pak mike membuat pengeluaran 2x lipat dengan yang semestinya kita keluarkan."
"Kenapa kamu mau membantunya??"
"Saya di ancam pak kalau saya tidak melakukannya,pak mike akan memecat saya dan membahayakan keluarga saya.." Dengan nada yang gugup Guna menjelaskan alasannya membantu mike
"Jadi Suci benar kalau orang itu adalah Mike,dasar tidak tahu diri.!" Sekarang wira tampak sangat emosi
"Baiklah,kembali keruanganmu!" Wira,Malik,Cris dan Winda ke ruang meeting
"Baik pak!"
Winda mengumumkan akan di adakan meeting 30 menit lagi..
__ADS_1
Semua yang di panggil sudah hadir di ruang meeting termasuk mike
Ceklek
"Silahkan Tuan.!" Winda membukakan pintu untuk mereka bertiga dan duduk di kursi yang telah di sediakan sedangkan Cris berdiri di samping kanan wira dan winda di samping kiri wira
"Langsung saja,pasti kalian sudah mengerti kenapa saya mengadakan meeting dadakan??"
Semua tampak gugup dengan tatapan mata wira
"Ii...iya pak!"
"Mike mana pembukuan bagian keuangan 3 bulan terakhir??" Malik langsung berbicara
"Ii..ini pak.!" Mike sangat gugup
"Kenapa kamu sangat gugup?? Apa kamu melakukan kesalahan?" Senyum malik tampakn mencibir mike
"Tidak pak.!"
Wira dan winda serta cris memeriksa berkas itu dan terdapat perbedaan dengan yang ada di komputer
"Pak Mike,kenapa bisa ada selisih pengeluaran yang sangat besar seperti ini,tolong jelaskan.!" Wira melemparkan berkas kedepan mike dan memperlihatkan laptopnya
"anu pak,itu bukan saya yang membuatnya tetapi guna.!" Mike berusaha mengelak dan menyalahkan Guna
"Kamu jangan menyalahkan orang lain,skrg jelaskan maksud ini!" Malik memberikan berkas yang suci kirim sebagai bukti penggelapan dana oleh mike
"Apa ini pak?" Mike tampak kaget membaca itu semua,dia tidak menyangka akan ketahuan..
"Bagaimana? kamu mau ngelak gimana lagi? tenyata selama ini kamu yang sudah menggelapkan dana proyek yang lumayan besar,apa gaji yang aku berikan kurang??" Tanya wira dengan sangat marah dan menyeramkan
"saya tanya pada kalian semua,apa gaji kalian kurang.?!"
"Ti..tidak pak." Jawab yang lainnya
"Kenapa anda bisa melakukan ini pak mike??Saya kurang baik apa sama anda dan keluarga anda?? Kalian tau kan konsekuensinya kalau ada yang melakukan ini??"
Mike tampak pucat mendengar itu,dia terus saja tunduk krn malu dan takut
"Skrg pilih,kembalikan semua dana perusahaan dalam waktu 1 minggu dan ajukan pengunduran diri atau saya akan melaporkan anda pada yang berwajib.!"
"Maafkan saya pak,saya janji tidak akan mengulangnya lagi,saya mohon jangan pecat saya pak.!" Kini Mike berlutut di bawah kaki wira
"Aturan tetap aturan jadi percuma kamu berlutut krn keputusan saya tidak akan berubah.! baiklah meeting sampai disini dan ini contoh org yang tidak bersyukur,saya harap tdk terjadi lagi.!" setelah berkata seperti itu Wira,Malik,cris dan winda meninggalkan ruang meeting.
"Tidak di sangka pak mike begitu."
"Kurang baik apalagi tian wira ke dia."
"Menjijikan sekali.!"
"Kalau aku pasti sudah malu menampakkan wajah depan umum."
__ADS_1
"untung aja pak wira tidak melaporkan dia." Begitu lah tanggapan para anggota meeting sambil berjalan keluar meninggalkan mike yang masih jadi patung dan meratapi nasibnya