
Sesampainya di kantor Reza,suci langsung masuk karena semua karyawan disana sudah mengetahui siapa Suci
"Selamat siang bu!" Sapa security dan karyawan yang lain
Suci langsung naik tanpa bertanya dulu tetapi sebelum masuk lift ia di senggol oleh wanita dan membuat makanan yang dibawa oleh suci jatuh
"Hati-hati dong,kan saya hampir jatuh." Kata wanita itu
"Loh kan kamu yang menyenggol saya,kenapa malah marah,lagipula gara-gara kamu makanan yang aku bawah jadi jatuh."Kata suci tidak mau kalah
"Paling makanan murahan juga yang kamu bawa." Sindir wanita itu
"Meladeni orang sepertimu tdk akan ada habisnya." Suci mengambil makanan yang di bawanya lalu pergi meninggalkan wanita itu menuju lift khusus CEO dan membuat wanita itu bingung
"Hei..kamu mau kemana?" Teriak wanita itu tapi suci sama sekali tidak balik malahan melambaikan tangannya
"Awas kamu ya kalau aku sudah jadi sekretaris bos,tidak akan aku lepaskan. Tapi kenapa dia malah lewat lift khusus CEO?" Kata Bulan dalam hati
Wanita itu adalah bulan karyawan baru yang terobsesi jadi sekretaris Reza
Sesampainya di lantai Khusus CEO,bertemu dengan jhon
"Selamat siang bu suci!" Sapa jhon
"Siang jhon! Bosmu ada?" Tanya suci
"Ada bu,langsung saja masuk!"
"Ok. Makasih ya." Suci dengan anggun berjalan masuk di ruangan reza,di sofa depan ruangan reza masih ada billy yang menunggu bulan juga jhon. Billy bertanya-tanya siapa wanita yang langsung masuk ke dalam ruangan bos
Ceklek
"Selamat siang pak!" Sapa suci
"Kenapa tidak mengetuk pintu!" Teriak reza yang tidak suka jika ada karyawan yang seenaknya masuk ruangannya
"Apa aku harus mengetuk pintu jika berkunjung ke kantor calon suamiku?" kata suci santai sedangkan reza yang tadinya membelakangi pintu kini langsung memutar kursinya dan melihat siapa yang ada di pintu berdiri
"My Princes,kamu kok tidak bilang mau datang?" Tanya Reza langsung menghampiri suci
"Sekarang aja begitu,tadi teriak seperti dalam hutan." Kata Suci
"kamu kan tahu sendiri aku bagaimana aku ke karyawan,jika aku berlaku lembek ada mereka maka mereka akan seenaknya."Kata reza sambil menuntun suci duduk di sofa
"Iya aku tahu itu. Oya di depan aku lihat ada seseorang,dia tamu siapa?" tanya suci
__ADS_1
"Oh dia itu karyawan baru dan mulai besok sudah kerja."
"Oh begitu."
"Oya kamu ngapain kesini my princes?"
"Tadinya aku ingin membawakan kamu makan siang tapi di bawah aku disenggol oleh wanita aneh makanya makanannya jatuh." Kata suci dengan raut wajah sedih
"Sudah tidak usa sedih,ayo kita makan diluar saja!" Ajak reza berharap suci mau untuk menghilangkan kesedihannya
"aku malas makan di luar,terlalu banyak yang memperhatikan kita." Tolak suci
"Lalu kita mau makan dimana? Bagaimana kalau aku suruh jhon memesankan kita makanan lalu kita makan disini saja." tawar reza
"ide yang bagus." Suci tersenyum manja membuat Reza gemas
tuut tuut
"Halo bos!" Kata jhon di balik tlpn
"Jhon tolong pesankan aku dan suci makanan ya,sekalian sama kamu juga!" Kata Reza
"Baik Bos."
"Sudah beres my princes. Kamu dari mana? Pasti kamu kangen ya sama aku?" Tanya Reza sambil menggoda suci
"Kirain kangen sama aku." Reza pura-pura memasang wajah yang sedih
"Uda ah,sudah tua juga." Kata Suci
Tidak lama kemudian makanan mereka datang
tok tok tok
"Masuk!"
"Ini bos makanannya!" Kata Jhon sambil menaruh makanan di atas meja
"Makasih ya jhon. Kamu sekalian makan disini aja,kan Lisa gak ada jadi gak ada yang nemanin kamu makan." Goda suci
"Ah gak apa-apa bu,saya makan di ruangan saja,lagipula saya msih ada kerjaan yang harus di selesaikan sebelum orang yang ada di samping ibu itu murka." Kata Jhon sambil melirik ke arah reza
dan membuat reza melotot melihatnya
"Tu kan bu baru aja begitu matanya uda mau keluar,saya permisi ya bu,nanti saya jadi makan siang kalau tetap disini!" Jhon langsung pergi meninggalkan ruangan reza dan membuat suci tertawa terbahak-bahak
__ADS_1
"Astaga ternyata jhon bisa bikin lucu juga ya." Kata suci
"Ya begitulah dia jika kami sedang berdua ya layaknya sahabat tetapi jika urusan pekerjaan ya harus tetap profesional." ucap reza
"Jhon sudah lama kerja sama kamu?"
"Semenjak lulus kuliah aku mengajaknya untuk kerja disini,sebenarnya dia mempunyai masa lalu yang sangat sedih,dan sampai sekarang itu belum juga selesai."
"Jadi jhon itu teman kuliah kamu?"
"Bukan teman tepatnya sahabatku."
"Trus masalah apa yang kamu maksud?" Tanya suci penasaran
"Masalah keluarganya,ibunya meninggal saat dia masih SMP dan ayahnya menikah lagi dengan janda 1 anak,awalnya ibu tiri dan adiknya itu sangat baik terhadap jhon tetapi semua itu hanya topeng disaat ayah jhon ada di rumah,jika ayahnya pergi keluar kota maka jhon di perlakukan layaknya pembantu di rumahnya sendiri."
"Lalu jhon diam saja?" Tanya suci penasaran
"Jhon sudah berulang kali melaporkan ke ayahnya tetapi ayahnya selalu tidak percaya dan lebih percaya pada istri dan anak tirinya,puncaknya saat kami wisuda,ayahnya tidak hadir di acara itu melainkan pergi liburan bersama istri dan anak tirinya."
"Trus."
"Disaat itulah jhon memutuskan untuk hidup mandiri jauh dari mereka maka dari itu aku mengajaknya bekerja disini dan tinggal di paviliun rumahku,kadang dia di apartemen tetapi jika di apartemen pasti ayahnya datang menemuinya dan memintanya pulang."
"Lantas kenapa dia tidak mau pulang?"
"Dia mau pulang jika ayahnya menceraikan ibu tirinya tetapi ayahnya justru menampar jhon dan berkata lebih baik kehilangan dia daripada istrinya,disaat itulah jhon sudah tidak pernah lagi bertemu ayahnya dan ayahnya juga tidak mengetahui jika jhon bekerja di tempatku."
"Ternyata kehidupannya tidak semudah yang aku bayangkan,dan pantas saja dia tidak terlalu terbuka dengan orang dan dingin jika tidak mengenalnya." Kata Suci
"Iya dia tidak mudah dekat dengan orang apalagi mudah percaya dengan orang." kata Reza
"Ya sudah ayo kita makan,makanannya sudah dingin nanti tidak enak." Suci membukakan makanan untuk Reza lalu menyiapkannya
"Aku dengar sekretaris kamu mau resign ya?" Tanya suci
"Iya dan aku sudah mendapatkan penggantinya."
"Perempuan atau laki-laki?" tanya suci
"Kalau perempuan kenapa dan laki-laki kenapa?" Tanya Reza balik sambil senyum
"Ya gak apa-apa,aku cuma nanya aja." wajah suci menjadi merah merona saat mengatakan itu
"Kamu cemburu?" goda reza
__ADS_1
"Siapa yang cemburu." Suci hanya bisa tunduk malu