
"Bagaimana cara kita berbicara kalau sikapnya seperti itu?" Tanya Lisa yang kebingungan
"Tunggu aku coba dulu."
"Hei..nama kamu siapa? Kamu gak usa takut sama aku,aku gak akan nyakitin kamu kok." Suci berusaha membuat Wanita itu tenang dengan membujuknya Tetapi wanita itu tetap aja diam dan malah menatap suci dengan tatapan sendu seperti orang yang butuh pertolongan
"Tampaknya dia mulai luluh deh sama kamu ci,coba kamu ajak ngobrol lagi."
"Namaku Suci dan ini sahabatku Lisa,nama adek cantik ini siapa?" Tanya suci lemah lembut
"Aku takut..hiks..hiks..hiks!" Akhirnya wanita itu mengeluarkan suaranya
"Tidak usa takut ya sama kami,kami orang baik kok,sekarang coba jelaskan kamu kenapa?"
"Mereka jahat,mereka ingin membunuhku!" Kata-kata wanita itu membuat suci bingung
"Disini tidak akan ada yang membunuhmu,sekarang cerita ke aku,siapa orang itu?" Perlahan wanita itu mulai stabil dengan sentuhan suci
"Namaku Cheva kak."
"Kamu kenapa bisa begini dan berada di jalan?"
"Mereka membunuh orang tuaku dan ingin membunuhku,makanya aku pergi dari rumah."
"Mereka siapa?"
Flashback On
Disebuah rumah yang cukup besar dihuni oleh sepasang suami istri yang bernama Simon Hardiman dan istri bernama Jingga Amala,mereka mempunyai 1 orang anak gadis yang bernama Chevania Hardiman. Hari ini mereka sedang mengadakan pesta ulang tahun sang anak yang berusia 18 tahun,acara di adakan sangat meriah dan di hadiri oleh banyak teman sekaligus keluarga,tetapi siapa sangka kalau malam itu adalah malam terakhir buat mereka bertemu. Tepat jam 10 acara selesai dan para tamu undangan sudah pada pulang termasuk keluarga kecuali ada 1 keluarga yang merupakan adik dari Simon yang bermalam dirumah itu karena rumah mereka jauh.
"Pa pokoknya malam ini kita harus menjalankan rencana kita!" Kata seorang wanita berusia 38 tahun itu
"Kamu tenang saja karena aku sudah mempunyai rencana agar semua berjalan mulus." Jawab suaminya dengan senyum yang licik
"Apa rencana kamu?" Dia menceritakan rencananya ke sang istri
"Ide papa cemerlang." Setelah percakapan itu mereka segera tidur dan bangun pagi-pagi buta menjalankan rencana,pria yang bernama Miki itu langsung menuju garasi untuk memutus rem mobil kakaknya
"Gimana pa?" Tanya Jen istri Miki
"Semua sudah beres ma,kita tinggal tunggu kabarnya saja. Ayo kita kembali ke kamar sebelum ada yang curiga
Hari ini Keluarga Simon berencana ingin jalan-jalan ke sebuah Villa yang terdapat di daerah pegunungan. Simon,Jingga dan Cheva menggunakan mobil yang sama sedangkan Miki dan Jen menggunakan mobil yang lain.
__ADS_1
Tanpa Simon sadari rem mobilnya blong,dalam perjalanan simon tidak bisa mengendalikan mobilnya yang kencang sehingga terjatuh ke jurang,sebelum jatuh ke jurang Cheva sempat lompat dari mobil dan membuat dirinya terpental ke pinggir jurang,tetapi kedua orang tuanya tidak sempat menyelamatkan diri dan jatuh ke jurang.
Jarak mobil yang di kendarai Miki dan mobil simon cukup jauh,sehingga tidak membuat orang curiga.
"Pa aku gak salah lihat kan,mobil simon masuk jurang?" Jen tampak senang melihat mobil yang di kendarai oleh simon masuk ke dalam jurang
"Iya ma,aku yakin mereka semua sudah meninggal." Miki dan Jen sangat senang,tetapi mereka pura-pura sedih dan histeris saat tiba di tempat kejadian
Tidak berselang lama,polisi datang beserta ambulans dan mencari korban,Simon dan Jingga di temukan dengan kondisi yang memperihatinkan,jingga meninggal di tempat sedangkan Simon sekarat.
"Lapor pak,kami menemukan 1 gadis di tepi jurang,tampaknya itu anak dari korban." Lapor salah satu polisi ke atasannya
"Masukkan kedalam ambulans dan bawa ke rumah sakit!"
"Baik pak."
"Pak polisi bagaimana keadaan kakak,ipar dan keponakan saya?" Tanya Miki dengan raut wajah sedih
"Mereka sudah di bawa kerumah sakit dan keadaannya kritis."
"Baik pak,saya akan kesana!" Miki dan Jen segera kerumah sakit melihat kondisi simon dan keluarga
"Apa papa yakin kalau mereka tidak akan selamat?"
"Sus saya adik dari korban yang baru saja kecelakaan,mereka dimana ya?" Tanya Miki pada perawat
"Mereka ada di UGD pak tetapi ada salah satu dari mereka yang meninggal dunia."
"Kalau boleh tahu,siapa yang meninggal sus?"
"ibu Jingga meninggal di tempat,pak Simon kritis sedangkan anaknya belum sadarkan diri
"Makasih sus."
"Sama-sama pak,saya permisi dulu."
"Ayo kita pergi melihat mereka pa!"
"Ayo!" Mereka berdua pergi ke UGD dan melihat keadaan simon,sesampainya disana mereka memasang wajah yang sedih.
"Kak Simon bagaimana ini bisa terjadi?" Tanya miki pura-pura sedih
"Miki,bagaimana keadaan jingga dan cheva?" Tanya Simon terbata-bata
__ADS_1
"Kak Jingga sudah meninggal kak,sedangkan cheva masih belum sadar."
"Miki bawa aku menemui jingga,aku ingin melihat dia!"
"Tapi kakak gak bisa bergerak,kakak istirahat aja dulu,aku akan mengurus jenazah kak jingga."
Dalam perbincangan itu,tiba-tiba kondisi Simon memburuk
"Miki,tolong jaga Cheva dan anggap dia seperti anakmu sendiri,aku tidak bisa menjaganya lagi." Simon merasa sesak di dadanya
"Kakak tenang aja,aku akan menjaga Cheva!" Setelah kata-kata terakhir dari simon,tiba-tiba layar monitor menunjukkan garis lurus dan berbunyi membuat dokter tiba-tiba datang memeriksa
"Maaf tuan,tuan Simon sudah meninggal." Kata Dokter
Miki dan Jen pura-pura sedih dan menangis,tetapi yang sebenarnya mereka sangat bahagia. Setelah jenazah simon di bawah ke ruang jenazah,miki dan jen bergegas ke tempat Cheva
"Cheva,kamu sudah sadar syg?" tanya Jen
"Tante,papa sama mama mana? mereka baik-baik aja kan?" Tanya cheva sambil nangis
"Cheva,kamu sabar ya,orang tua kamu sudah meninggal." Jawab Jen dengan air mata buayanya
"Gak mungkin,tante bohong kan?" Cheva tampak histeris mendengar kalau orang tuanya meninggal tetapi jen tetap berusaha menenangkannya
Setelah semua beres di urus oleh miki,jenazah simon dan jingga di bawa ke kediamannya,cheva yang masih lemah memaksa untuk keluar krn ingin mengantar kedua orang tuanya.
Sepulangnya dari pemakaman,cheva langsung ke kamar dan terus saja menangis sepanjang malam
1 Minggu Kemudian
"Selamat pagi,Nona Cheva ada?" Tanya pengacara Simon yang hari ini datang kerumah simon untuk bertemu dengan Cheva
"Ada pak,silahkan masuk! saya panggilkan dulu."
"Non,ada pengacara di bawah ingin bertemu dengan non cheva."
"Iya bi,aku akan segera turun." Cheva segera menemui pengacara ayahnya
"Selamat Pagi nona Cheva,maaf saya menganggu waktu anda!"
"Selamat pagi pak! Silahkan duduk pak! Ada apa bpk kesini pagi-pagi begini?"
"Saya membawa pesan dari Tuan Simon yang harus saya sampaikan ke Nona cheva."
__ADS_1
BERSAMBUNG..