Presdir Cantik Dan CEO Tampan

Presdir Cantik Dan CEO Tampan
Bukan Wanita Biasa


__ADS_3

Kediaman Wiraguna di kota M


"Semoga saja Suci bisa menerima Reza dan hubungan mereka bisa lanjut ke tahap selanjutnya ya." Ucap hasna yg kini sedang berbincang dengan yanti di ruang keluarga


"iya ma semoga saja,aku ingin melihat Suci hidup bahagia,sudah cukup selama ini apa yg dia dapatkan dan skrg waktunya untuk dia mendapat kebahagiaannya." Mereka terus saja ngobrol hingga tidak menyadari disana sudah ada Chika yang duduk mendengar percakapan mereka


"Tante,nenek!" Berulang kali chika memanggil tapi krn mereka asyk ngobrol akhirnya tdk mendengar panggilan chika dan membuat chika berteriak


"Astaga Chika,kamu apa-apaan sih?" Tanya Hasna


"Dari tadi aku memanggil kalian tapi kalian malah asyk ngobrol,padahal aku ingin membicarakan sesuatu."


"Kmu mau bicara apa syg?" Tanya yanti lembut


"Chika mau nanti kuliah di Negara P bersama kak suci ya,aku ingin belajar banyak dari dia." Hasna dan Yanti saling pandang karena heran chika tiba-tiba saja membicarakan itu


"Kalau tante sih gak masalah sayang tapi gak tau nenek dan kakek." Yanti melirik ke arah Hasna meminta pendapat


"Kalau nenek sih ok tapi bagaimana dgn ayahmu?"


"Ayah pasti setuju kok.!"


'Ya sudah,nanti kita bicarakan lagi ya,skrg kamu prgi tidur sana!"


"Iya nek,Chika ke kamar dlu ya nek,tan!" Chika pamit dan langsung ke kamarnya


"Semoga saja Chika bisa seperti suci."


"iya ma,ya uda lebih baik kita tidur lagian ini sudah larut malam."


"iya." Mereka berdua masuk ke kamar masing-masing


drrt..drrt..drrt..


"Aduh papi nelpon jam segini pasti papi sudah tahu kejadian tadi siang,apa yang harus aku katakan?" berbagai pertanyaan muncul di benak Ardy saat melihat di layar ponselnya nama Papanya


"Halo pa!" Sama Ardy gugup


"Halo,papa minta besok kalian balik dan gak usa banyak tanya pasti kamu tahu alasannya!"


"Iya pi." Begitu Ardy mengatakan iya,panggilan telponnya pun terputus

__ADS_1


"kamu kenapa yank dan yang nelpon papa ya?" Vera tanpa rasa bersalah masih sja berlaku baik pada ardy


"Iya dan besok kita harus pulang!"


"Kan kita baru saja disini yank,aku juga belum belanja semua yang aku inginkan tapi kok malah pulang sih?" Gerutu Vera yang kesal


"Ini semua krn ulahmu,kamu tidak bisa sedikit saja menghargai org,coba saja kamu tidak membuat masalah kemarin dan kita bisa mendapatkan kontrak itu,pasti kita tidak akan susah begini!" Ardy segera keluar meninggalkan vera dan pergi menuju ke Bar untuk menenangkan diri


"Kenapa semua malah jadi seperti ini,coba saja wanita itu tidak muncul lagi,aku pasti sudah bahagia dengan ardy." Gerutu Vera saat ardy pergi


"Tampaknya Suci sudah bahagia,aku memang bodoh telah menyia-nyiakan dia,coba saja aku bisa mempertahankannya,mungkin ini semua tidak akan terjadi." Ardy hanya dapat meratapi nasibnya


Keesokan harinya tepat jam 7 pagi pesawat mereka menuju ke kota M,selama perjalanan ardy tidak mengeluarkan 1 katapun pada vera hingga mereka sampai


Tepat Jam 11 malam mereka sampai di bandara dan di jemput oleh orang suruhan keluarga Ardy,sekitar 1 jam mereka samai dirumah tetapi rumah sudah sepi krn semua sudah tidur,akhirnya ardy memutuskan untuk langsing ke kamar tidur krn ia yakin besok dia akan mendapat cacian dari papanya


keesokan harinya disaat makan sarapan ardy belum kelihatan dan hanya asa vera di meja makan


"Loh ver,ardy mana?" Tanya mama Ardy


"Masih tidur ma,katanya dia capek,tadi aku sudah bangunin tapi dia gak mau bangun." jelas vera sambil mengambil makanan


"Jam 12 ma kami sampai rumah."


"Oh."


"Vera setelah sarapan,bangunkan ardy dan temui papa di ruang tengah." Ucap papa ardy ke vera dan beranjak pergi setelah sarapan


"I..iya pa." jawab vera gugup


Setelah makan,vera bergegas ke kamar membangunkan ardy tapi ternyata ardy sudah bangun dan bahkan sudah mandi


"Yank,papa memanggil kita!" kata vera menghampiri ardy


"Iya." Merekapun segera turun ke ruang tengah yg disana sudah ada mama dan papa ardy


"Selamat pagi pa,ma!" Sapa ardy


"Duduk!" Ardy dan vera duduk di sofa depan org tuanya


"Kalian pasti sudah bisa menebak apa yang akan kami bicarakan?" Tanya papa ardy tegas

__ADS_1


"Iya pa aku tahu kok,pasti papa ingin membahas soal kontrak dengan Grahatama Grup." Jawab Ardy yg kelihatan takut


"Bagaimana bisa kejadian begini terjadi? Jelaskan!"


"Maaf pa,tapi ini semua bukan salahku,seandainya saja vera bisa menjaga sikap ini semua tidak akan terjadi."


"Maksud kamu?" tanya mama ardy


"Vera sempat menghina calon istri dari Tuan Reza dan itu membuat mereka membatalkan kerjasama kita."


"Apa! Kenapa kamu seceroboh ini vera? Sekarang semua hancur krn kelakuanmu,papa gak nyangka kalau kamu akan ngelakuin ini." Wajah emosi di wajah papa ardy sangat sulit untuk di artikan


"Maaf pa tapi itu diluar kendaliku,aku juga tidak tahu kalau calon istri Tuan Reza adalah Suci." Jelas vera yg ketakutan melihat mertuanya


"Suci siapa yang kamu maksud?" tanya mama ardy


"Suci mantan Ardy waktu kuliah ma." Mama ardy sangat kaget mendengar kalau wanita yg akan menjadi istri dari pengusaha no. 1 itu adalah suci


"Bagaimana bisa wanita miskin seperti suci bisa mendapatkan Tuan Reza?" Tanya mama ardi


"Suci itu bukan wanita biasa ma tetapi dia pewaris Arwana Grup." Jelas Ardy


"Kamu serius ardy,mana bisa dia pewaris arwana grup sedangkan vera bilang waktu masih kuliah dia itu terlihat biasa saja." Tanya mama ardy dengan wajah yg kaget


"Iya ma,ternyata suci sengaja berbuat itu untuk melihat siapa yg benar-benar tulus ke dia." Jawab ardy lemas


"Jadi yang Tuan Wira perkenalkan ke publik sebagai penggantinya itu adalah suci?" Tanya papa ardy krn memang dia tidak sempat menghadiri acara itu dan tidak melihat waktu disiarkan


"Iya pa." Wajah orang tua ardy terlihat sangat kaget dan lemas karena ternyata orang yang mereka rendahkan dulu bukan lah berasal dari keluarga sembarang,bahkan dia bisa membuat mereka bangkrut dalam sehari


"Hancur sudah semua harapan papa bisa bekerjasama dengan perusahaan itu."


"Papa tenang saja,aku akan berusaha berbicara dengan suci agar dia mau membantu kita." ardy berusaha menenangkan papanya


"TIDAK! Kamu pasti mau bertemu lagi kan dengan suci?" Teriak vera mendengar kata-kata ardy


"Stop vera,ini semua karena ulahmu,seandainya dulu kamu tidak mengejar ku terus dan memaksaku menikahi mu,ini semua tidak akan terjadi,sejak awal aku sudah bilang kalau aku sudah tidak mencintaimu tapi kamu menggunakan mamaku untuk bisa mendapatkan ku,jadi jangan pernah larang aku untuk bertemu Suci!" Ardy begitu emosi melihat tingkah vera


"Tapi vera benar,kita bisa saja langsung ke pak reza kenapa harus ke suci?" Bela mama ardy


"Mama juga gak pernah bisa berubah,suci yang membuat tuan reza tidak melanjutkan kontrak krn dia tidak mau kalau calon istrinya selalu di hina maka dari itu semua tergantung dari suci." Semua terdiam mendengar penjelasan ardy

__ADS_1


__ADS_2