
"Aku ke toilet dulu ya,kalian duluan saja nanti aku nyusul." Kata Suci dan segera ke toilet,sebenarnya suci hanya beralasan ingin ke toilet,dia hanya ingin melihat apa yg akan di lakukan oleh preti
"hmmm." Reza dan jhon segera menghampiri preti dan asistennya
"Selamat malam nona preti,maaf sudah menunggu." Sapa jhon sedangkan reza hanya diam
"Tidak masalah tuan,silahkan duduk!" Preti memberikan tempat di sampingnya untuk reza tetapi reza malah menghindar dan duduk di samping jhon
Erlangga yang dari tadi sibuk mengatur rencana di belakang,kini sedang berbincang dengan salah satu pelayan disana dan tanpa sengaja da yang mendengar percakapannya
"bagaimana dengan apa yang saya suruh?" Tanya erlangga pada pelayan itu
"Semua sudah di atur tuan,minumannya juga sudah saya atur dan saya masukkan obat." Jawab pelayan itu
"Baiklah,terus awasi!"
"Baik tuan!"
"Dasar tua bangka,kita lihat saja apa yg akan aku lakukan,siapa yang akan terjebak." Gumam suci dan segera meninggalkan tempat itu
"Silahkan tuan di minum!" Pelayan yang tadi bersama erlangga datang membawa minuman untuk reza dan jhon
"Saya kan belum pesan apa-apa,tpi kok sudah ada minuman?" Tanya reza dengan raut wajah curiga
"Ah,maaf tuan tadi saya sudah memesankan untuk anda." Preti langsung menyela percakapan reza dan pelayan itu
"Maaf lama menunggu!" Suci datang dan duduk tepat di samping reza dan membuat preti mengepalkan tanganx di bawah meja
"Sial,kenapa wanita ini ada juga,kalau dia ada maka aku akan susah untuk melanjutkan rencana." Preti sangat kesal melihat kehadiran suci disana
"Silahkan duduk bu!" Jhon memberikan tempat pada suci tepat di samping Reza
"Makasih banyak." Suci duduk di samping Reza dan sengaja bersikap manja pada reza
"Kita mulai saja pembahasannya!" Reza memulai percakapan
"Maaf tuan apa saya bisa ke toilet dulu!" Pamit Preti dan diikuti oleh asistennya
__ADS_1
Preti bukannya ke toilet melainkan mencari erlangga dan menyusun rencana lain tetapi tanpa mereka sadari suci juga mempunyai rencana yang akan membuat preti malu
Suci menukar minuman yang ada di depan reza dengan minuman preti dan membuat reza bingung
"Apa yang kamu lakukan?"
"Menukar minuman kalian." Jawab suci dengan tenangnya dan membuat reza bingung tetapi jhon bisa memahami maksud suci karena dia sudah curiga dengan preti
"Loh memang kenapa di tukar?"
"Kamu lihat aja apa yang terjadi nanti." Suci mengedipkan mata ke arah jhon dan memberi senyuman,jhon hanya mengangguk
"Bos tenang saja krn apa yg bu suci lakukan akan menyelamatkan anda."
"Ya dari kalian aja."
"Nanti aku mau,kamu minum minuman ini dan pura-pura skit kepala,sedangkan aku dan jhon pamit sengaja ingin pulang tetapi kami akan memantau dari jauh!" Suci menjelaskan rencananya pada reza dan di iyakan
"Baiklah."
Tidak lama kemudian preti muncul dan asistennya
"Tidak masalah nona,ayo kita lanjutkan!"
"Tampaknya saya harus duluan karena ada perlu." Pamit suci
"Jhon kamu antar suci aja,biar aku disini menunggu!"
"Baik bos!" Suci dan Jhon pergi meninggalkan reza dan membuat wajah preti sangat senang
"Silahkan tuan di minum!" Reza meminum minuman yg ada di depannya dan mengikuti arahan dari suci tadi
"Ah iya nona silahkan di minum juga!" Tidak lama kemudian Reza sengaja tertidur dan preti melanjutkan aksinya dengan membawa reza ke kamar yang telah di pesannya,di bantu oleh beberapa karyawan disana
"Kamu sudah boleh pulang!" Preti menyuruh asistennya pulang terlebih dahulu agar dia bisa menjalankan rencananya tetapi tanpa disadari dia juga merasa pusing pada kepalanya dan pingsang di samping reza karena tadi dia minum juga
Disisi lain suci dan jhon sedang melakukan rencana yg lain
__ADS_1
"Berikan minuman ini pada tua bangka itu!" Perintah suci pada pelayan yang telah di bayar oleh erlangga
"Kenapa saya harus menuruti anda!" Jawab pelayan itu tanpa mengetahui siapa suci
"Apa kamu mau aku mendepakmu dari restauran ini dan membuat kamu tidak bisa bekerja dimana pun?" Ancam suci
"Emang anda siapa berani mengancam saya?"
"Apa kamu tahu orang yang telah kamu beri minuman itu siapa? Dia itu Reza Rahardian Grahatama." Pelayan itu tampak syok mendengar perkataan suci
"Apa Anda serius?"
"Apa aku kelihatan bercanda?"
"Baik nona,jadi apa yang harus saya lakukan tapi tolong jangan laporkan masalah ini ke atasan saya." pelayan itu tampak ketakutan setelah mengetahui semuanya
"Baik lah tapi lakukan apa yang aku suruh tadi!"
"Baik nona!" pelayan itu pergi memberikan minuman pada erlangga dan tanpa curiga erlangga pun meminumnya sedangkan di dalam minuman itu terdapat obat perangsang yang sama dengan yang erlangga masukkan kedalam minuman reza
Didalam kamar hotel reza yang pura-pura pingsan langsung bangun ketika melihat preti sudah pingsan disampingnya. Selang beberapa menit suci dan jhon datang dengan membawa erlangga yang sudah pingsan dan langsung membaringkannya di samping preti
Mereka menjalankan rencana yang harusnya di dapatkan oleh reza tetapi malah berbalik pada erlangga dan preti,setelah merasa semua sudah selesai,mereka bertiga meninggalkan kamar itu dan sebelum pergi jhon memasang camera tersembunyi ada kamar itu
"Ayo kita pulang,aku malas berlama-kama disini!" Suci segera keluar dan diikuti reza juga jhon
"Aku antar aja ya?" Tanya reza
"Gak perlu,aku bawa mobil kok."
"Baiklah,hati-hati dan kabari aku jika ada apa-apa!"
Didalam kamar hotel erlangga dan preti yang sudah di pengaruhi obat perangsang terbangun krn merasa tubuhnya sangat panas dan Erlangga langsung menyerang preti yang ada di sampingnya tanpa disadari oleh mereka berdua.
Keesokan harinya erlangga yang terbangun terlebih dahulu sangat kaget melihat apa yang terjadi karena semua tidak sesuai rencana,sedangkan preti masih tertidur pulas. Erlangga langsung meninggalkan kamar itu dan pura-pura tidak terjadi sesuatu antara dia dan preti tetapi dia tidak mengetahui kalau dalam kamar itu ada camera yang sengaja di pasang oleh jhon. Tidak lama kepergian erlangga,preti bangun dan melihat di sampingnya tidak ada orang tetapi dia sudah tidak mengenakan sehelai pun pakaian,dia berusaha mengingat kejadian semalam tapi dia sama sekali tidak mengingatnya,tapi dia sangat yakin kalau reza yang melakukannya krn dalam kamar itu Suci sengaja meninggalkan 1 barang reza agar lebih meyakinkan.
"Aduh,kepalaku sangat sakit dan aku tidak bisa mengingat kejadian semalam. tapi aku yakin kalau tuan reza yang melakukannya krn ini ada barangnya yang ketinggalan,tapi apa tuan reza sudah pergi? Ah sudah lah yang penting aku sudah mempunyai bukti kalau dia yang melakukannya." Preti segera kekamar mandi dan membersihkn diri
__ADS_1
BERSAMBUNG..