Presdir Cantik Dan CEO Tampan

Presdir Cantik Dan CEO Tampan
Pasangan Menyebalkan


__ADS_3

"Selamat malam nona,tuan!" Sapa bi surti ketika reza dan suci sampai di rumahnya


"Malam bi!" Jawab mereka barengan


"Bi tolong panggilkan kak irfan dan lisa,aku tunggu di ruang tengah!" Perintah suci ke bi surti


"Iya non." Surti segera ke kamar Lisa dan irfan


tok tok


Ceklek


"Tuan Irfan!" Panggil surti dari luar


"Ada apa bi?" Kata irfan saat membuka pintu kamarnya


"Itu tuan,nona suci ada di ruang tengah,tuan irfan diminta menemuinya disana!"


"iya bi saya akan turun."


"Saya permisi tuan." pamit surti dan kemudian ke kamar Lisa


"Non lisa!" Panggil surti


"Iya bi,kenapa?" Tanya Lisa yang baru keluar kamar


"Non Lisa diminta sama nona suci untuk menemuinya di ruang tengah."


"Oh iya bi,ini saya mau ke bawah." Kata Lisa


"Suciiii." Lisa langsung memeluk suci ketika melihatnya di ruang tengah lagi duduk


"Lisa!" Bentak Reza melepaskan pelukan lisa


"Apa sih?" Kata lisa kesal


"Jangan terlalu keras memeluk suci,nanti calon anak kami terjepit." irfan yang baru saja datang menahan ketawa karena kata-kata reza


"Hahahaha...ada-ada saja,mana bisa terjepit kalau aku cuma meluk biasa aja." Kata Lisa sambil tertawa


"Sama aja,pokoknya jauhkan tangan kamu dari suci!"


"Sayang gak apa-apa lah,lagipula lisa kan meluknya gak kuat,aku juga kangen sama dia." Kata suci sambil memegang tangan suaminya


"Tu Suci aja gak masalah aku peluk."


"Sudah Lis,kalau kamu ladeni reza sampai kapanpun tidak akan ada habisnya!" Kata Irfan yang baru muncul membuat semua menoleh ke arahnya


"Huft ini ni pasangan menyebalkan!" Kata Reza dingin


"Ada apa kalian kesini?" Tanya Irfan


"Pertanyaan macam apa itu,ini rumah istriku jadi wajar aja lah kalau kami kesini kapanpun." Kata reza sewot


"Astaga mulai lagi." Kata Lisa memutar bola matanya


"Cukup! Kepalaku sakit melihat kalian terus-terus seperti anak kecil." Kata Suci tegas membuat ketiga orang itu diam seribu bahasa


"Kak irfan bagaimana lamaran kerumah Lisa?"

__ADS_1


"Semua lancar kok,dan kurang dari 1 bulan lagi kami akan menikah."


"Bagus lah jadi tidak ada fitnah nantinya." Kata suci sambil melirik ke arah irfan dan lisa


"fitnah? Maksudnya Ci?" Tanya Lisa bingung


"Bagaimana pun kalian itu bukan muhrim dan tinggal berdua,aku takut nanti para tetangga disini malah ngamuk di rumah aku." Irfan dan Lisa saling tatap


"Jadi maksud kamu?"


"Salah satu dari kalian harus tinggal di tempat lain!" Kata Reza


"Lisa sebaiknya kamu ikut sama aku tinggal dirumah Reza sampai pernikahan kalian,disana juga ada claudia kan,pasti dia sangat senang." Kata Suci memberi saran


"Apa gak masalah sama tante widya dan om faris?"


"Kalau kamu gak mau di rumah utama,kamu bisa di rumah kami dulu,kan disana cuma ada pembantu." Kata Reza


"No..aku tidak mau tinggal sendiri mending aku ikut kalian aja." Kata Lisa menolak


"Makanya gak usa banyak tanya,aku sudah bicara sama papi dan mami jadi kamu gak usa bertanya lagi."


" aku akan ikut kalian daripada aku tinggal sendiri.!"


"Baiklah,kalau gitu kami tunggu kamu disini." Kata suci


"Untuk apa?"tanya irfan


"Astaga kak,aku fikir kamu pintar tapi ternyata gak. Ya aku mau bawa Lisa lah,kan tadi Reza sudah bilang." Kata suci kesal


"Malam ini?"


"Santai bos,aku cuma becanda aja,mana ada namanya lebaran monyet."


"Kok malah kalian lagi yang berdebat sih? Ya uda aku ambil barang dulu." Lisa lalu pergi ke kamar mengambil barang yang ia butuhkan


"Ok. Gak pake lama ya." Kata suci


Tidak berselang lama,lisa datang membawa sebuah koper ukuran sedang.


"Ayo!"


"Ok. Ayo sayang." Kata Suci memegang tangan suaminya


"Jadi aku sendiri?" Tanya irfan pura-pura sedih


"Laki-laki kok lembek!" ejek reza


"Sudah sayang gak akan ada habisnya kalau bertengkar terus. Kak irfan kami pulang ya,ingat jaga rumahku baik-baik jangan sampai ada pencuri masuk." Kata suci sambil tersenyum ke arah irfan dan segera masuk ke dalam mobil


***


Di Kota M seorang pria yang lagi disibukkan dengan kerjaannya yang menumpuk tetapi pikirannya entah kemana.


"Aku harus bisa melupakan Suci,sekarang dia sudah bahagia dengan suaminya. Mungkin ini memang audah takdirnya kalau aku harus ikhas melepasnya dan memulai menerima vera walaupun berat." Ardy yang tidak fokus dengan kerjaannya karena ia teringat dengan Suci,kini harus ikhlas melepas wanita yang sangat ia cintai walau berat tapi sudah menjadi takdirnya kalau suci bukanlah jodohnya


Ceklek


"Sayang!" Ardy tampak kaget saat vera datang memanggilnya

__ADS_1


"Hmmm!" Jawabnya dingin


"Apa yang kamu pikirkan?" Tanya vera


" Tidak ada,aku hanya pusing banyak kerjaan. Ada apa kamu kesini?"


"Aku cuma mau bawain kamu makan siang." Kata vera lembut


"Simpan di atas meja saja,nanti aku makan!" Kata Ardy yang masih menatap laptopnya


"Ini sudah waktunya makan siang,jadi lebih baik kamu makan dulu." Kata Vera membuat ardy menatapnya


"Baiklah." Wajah vera tampak ceria saat ardy mau makan dan mereka makan tanpa suara


"Ver,ada yang aku mau bicarakan sama kamu!" Kata ardy menatap vera


"Kamu mau bicarakan apa?" Tanya vera penasaran


"Apa kamu benar sudah berubah dan benar tulus cinta sama aku?" Tanya Ardy


"Kenapa kamu nanya begitu,aku sangat mencintaimu dan aku juga sudah berubah,aku mau jadi lebih baik lagi." Kata Vera meyakinkan ardy


"Apa alasan kamu tidak pergi padahal aku selalu dingin sama kamu bahkan selama kita menikah aku sama sekali belum pernah memberikan nafkah batin sama kamu,jangan kan itu menyentuhmu saja aku tidak mau?" Tanya ardy


"Jawabannya hanya satu karena aku cinta sama kamu."


"Kamu bilang cinta tapi dulu kamu hanya mengincar hartaku aja dan malah selingkuh di belakangku!"


"Aku tau aku memang salah,dulu aku khilaf dan belum berfikir kedepannya. Tapi kenapa kamu menanyakan hal ini?" Tanya Vera balik dengan wajah yang bingung


"Jujur aku memang belum bisa menerimamu tapi tidak ada pilihan lain selain menjalani rumah tangga sama kamu,orang yang selama ini aku tunggu kini sudah bahagia."


"Maksud kamu Suci?"


"Iya,dia sudah bahagia dengan tuan Reza dan tidak mungkin aku sanggup melawannya untuk merebut suci." Vera hanya diam mendengar kata-kata Reza


"Jadi selama ini dia masih kepikiran soal suci tapi suci memang sangat beruntung bisa dicintai sama banyak orang,terlebih sekarang dia mempunyai suami yang sangat sempurna." gumam vera


"Aku sudah memutuskan untuk menerimamu sebagai istriku dan menjalani hidup layaknya sepasang suami istri."Kata Reza menatap vera


"Kamu yakin dengan ucapan mu?" Tanya vera kembali menatap ardy


"Iya."


"Makasih banyak karena kamu sudah mau menerimaku." Vera langsung memeluk ardy dan di balas oleh ardy


BERSAMBUNG


Apakan Vera memang sudah berubah???...


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Mohon dukungannya teman-teman supaya bisa makin semangat UPnya,dukungan dari teman-teman sangat membantu


โ™ˆVote yang banyak teman-teman


โ™ˆLike


โ™ˆ Komen

__ADS_1


__ADS_2