
"Pak Irfan!" Febri kaget melihat irfan tiba-tiba muncul
"Maaf pak,saya sudah melarangnya tapi bapak ini tetap memaksa masuk,katanya ingin menunggu didalam." Kata Febri
"Pak Gio! Ngapain bapak keruangan bu suci tanpa seijin sekretaris nya?" Tanya irfan kesal, Chandra dan Wira sengaja tidak masuk karena ingin melihat siapa yang berani bertingkah seenaknya
"Chandra,bukannya dia orang yang telah banyak memakan uang perusahaan semenjak kerjasama dengannya?"Tanya Wira
"Benar tuan besar,dia orangnya. Tampaknya dia baru tiba dari liburan." Kata Chandra
"Baiklah,kita lihat apa yang akan dia lakukan."
"Iya tuan." Wira terus memantau gerak gerik Gio
"Aku ingin menemui Nona Suci karena ada yang harus saya bahas dengannya." Kata Gio
"Tapi Suci tidak ada di tempat,dan kalau ada yang perlu di tanyakan bisa dengan saya saja." Kata irfan
"Aku hanya butuh dia karena sampai sekarang dia belum menandatangani pengajuan dana yang telah para pekerja itu ajukan sedangkan bahan-bahan sudah hampir habis." Kata Gio
"Bukannya perusahaan kami sudah memberi modal yang sangat besar dan sesuai dengan perhitungan bahan yang di pakai,kenapa sekarang pak gio mengatakan jika bahan-bahannya sudah hampir habis?" tanya Irfan curiga
"Aku memakai bahan yang berkualitas sangat bagus maka dari itu butuh dana yang lebih." Kata Gio meyakinkan irfan tetapi irfan tidak percaya
"Tapi aku yakin jika suci tidak menyetujui ini semua."
"Apa alasan dia tidak menyetujuinya? Dia itu baru disini jadi tidak mengerti apa-apa. Kalau saja tuan besar wira tidak mempercayakan perusahaan ini padanya maka dia bukan apa-apa." Kata Gio membuat irfan geram
"Pak Gio jaga bicara anda!" Tegur irfan
"Kenapa? Disini apa yang bisa kamu lakukan,kamu hanya bawahan dari suci jadi kamu tidak berhak mengatur saya."
"Tapi aku berhak mengusirmu!" Wira tiba-tiba masuk
"Tuan Wira!" Gio kaget melihat siapa yang tiba-tiba masuk kedalam
"Iya ini aku. Kenapa?"
"sejak kapan tuan disana?" Tanya gio gugup
"Sejak meeting selesai dan irfan masuk kesini." Kata wira dingin
"Jadi kamu ingin menemui suci tunggu beberapa hari lagi karena dia lagi ada urusan." Kata wira membuat irfan dan chandra bingung,kenapa wira sangat tenang
"Baiklah saya akan kesini 3 hri lagi." Kata Gio
"hm." Jawab wira singkat
"Kalau begitu saya permisi tuan." Gio pergi dari sana dengan perasaan campur aduk antara takut dan senang
"Kek kenapa kakek tidak memberinya pelajaran?" Tanya Irfan
"Iya tuan, dia sudah keterlaluan." Kata Chandra juga
__ADS_1
"Kalian tenang saja karena Suci yang akan memberi dia pelajaran." Irfan dan Chandra paham maksud wira
"Baiklah kek,kalau begitu kami keruangan dulu." Pamit irfan
"Iya."
***
2 Hari kemudian suci sudah boleh pulang kerumah karena kondisinya sudah sangat baik seperti semula
"Bagaimana,semua sudah siap?" Tanya Reza yang menjemput suci
"Iya semua sudah beres."
"Kalau gitu ayo kita pulang,semua sudah menunggu di rumah." Mereka pun berjalan di koridor rumah sakit,suci yang terus saja memegang lengan reza yang terlihat sangat romantis Sedangkan barang suci di bawah oleh para bodyguard
"Silahkan my princes!" Reza membukakan pintu untuk suci dan membuat suci terdiam mendengar kata-katanya
"Kamu bilang apa tadi my princes?" Tanya Suci
"Iya,emang salah ya?" Kata reza
"Gak sih cuma aneh aja."
"Sudahlah ayo kita pulang." Perjalanan kerumah suci memakan waktu 30 menit
"Kita sudah sampai tuan,nona!" Kata Tarno,sopir yang di pekerjakan oleh irfan
"Assalamualaikum!" Kata reza dan suci bersamaan
"Waalaikum salam!" Hasna langsung menjemput suci di pintu
"Sayang akhirnya kamu pulang kerumah juga." Kata Hasna
"Bagaimana perasaan kamu sekarang sayang?" Tanya Malik
"Aku sudah segar ayah,jadi semua tidak perlu khawatir dong." Kata suci meyakinkan keluarganya supaya tidak khawatir lagi
"Kalau begitu kamu istirahat saja sayang,biar cheva yang mengantarnya." Saran Yanti
"Baik bu." Cheva mengantar suci kekamar nya,setelah mengantar suci,cheva ingin langsung pergi tapi di tahan oleh suci
"Cheva tunggu!" Panggil suci
"Ada apa kak,apa ada yang kakak butuhkan?" Tanya cheva
"Aku ingin bicara sama kamu."
"Bicara apa kak?" Tanya cheva heran
"Tentang perusahaan orang tuamu." Cheva langsung tertunduk mengingat orang tuanya
"Aku mau kamu menjalankannya dan membuat orang-orang itu bertanggung jawab atas apa yang telah mereka perbuat!" Kata Suci
__ADS_1
"Tapi aku tidak yakin kak,apalagi aku sekarang kuliah."
"Kamu tenang saja karena aku juga akan membantumu! Tidak baik kursi pemimpin kosong terlalu lama karena akan banyak orang yang mengincarnya." Saran Suci
"Terima kasih kak,aku akan berusaha dan tidak akan membuat kakak kecewa." Kata Cheva
"Semangat👍," Suci memberi semangat pada cheva
"Kalau gitu aku kebawah dulu kak,kakak istirahat ya." Cheva pergi meninggalkan suci di kamarnya sendiri
Sedangkan diruang keluarga reza juga pamit untuk pulang
"Kek dan semuanya Reza pamit ya." Kata Reza
"Kok buru-buru?" Tanya hasna
"Ada pekerjaan yang harus saya selesaikan nek untuk meeting besok." Kata Reza
"Baiklah,kamu hati-hati ya. Makasih sudah menjaga suci selama di rumah sakit." Kata yanti
"Iya tante sama-sama. Suci kan calon istriku jadi sudah sewajarnya jika saya menjaganya." kata Reza
Semua tersenyum mendengar perkataan Reza
keesokan harinya Suci berangkat ke kantor tapi tetap di temani oleh wira
"Kamu yakin berangkat ke kantor?" Tanya Hasna pada suci
"Iya nek,ada yang aku harus selesaikan secepatnya." Kata suci sambil mengambil sarapan
"Baiklah,kalau gitu kita sarapan dulu!" Ajak yanti
Semua menikmati sarapan tanpa ada suara dan hanya ada suara sendok. Selang beberapa menit semua selesai sarapan,wira dan suci berangkat ke kantor,begitu juga dengan irfan sedangkan Lisa belum bisa ke kantor karena tangannya masih proses penyembuhan
Sesampainya di kantor Wira dan Suci langsung keruangan suci sedangkan irfan keruangannya
"Suci,sebentar lagi akan ada pak Gio datang?" Kata Wira."
"Pak Gio yang mempunyai kerjasama dengan kita kan kek,yang menangani proyek di kota J?" Tanya Suci memastikan
"Iya benar."
"Ada apa dia kesini kek?" Tanya suci heran
"Nanti kamu akan tahu sendiri dan kakek hanya akan jadi penonton,kakek yakin kamu bisa menyelesaikannya." Kata Wira
"Baik kek." Suci segera membaca email yang masuk dan ternyata ada pengajuan permintaan dana dari proyek yang ia kerjakan dengan Gio
"Kok ada pengajuan lagi? Bukannya semua sudah terperinci ya dan semua sudah cukup?" Banyak pertanyaan yang muncul di benak suci
"Itu semua akan terjawab nanti saat Gio datang." Kata wira yang berjalan menuju keluar..
BERSAMBUNG
__ADS_1