Presdir Cantik Dan CEO Tampan

Presdir Cantik Dan CEO Tampan
Hari Pernikahan


__ADS_3

Tidak terasa hari pernikahan Irfan dan suci sudah tinggal menghitung jam saja,kini semua keluarga dati negera P sudah hadir di kota M tepatnya di kediaman Wira,kecuali Lisa yang kini sudah berada di kampung halamannya. Akad nikah dan resepsi di laksanakan di desa kelahiran Lisa.


"Lisa ibu masih belum percaya kalau kamu akan menikah dan memilik keluarga sendiri." Kata ibu lisa yang kini duduk dengan lisa dalam kamar


"Iya bu,Lisa juga ini seperti mimpi dan Lisa gak nyangka kalau akan menikah Dengan keluarga dari Suci." Kata Lisa dengan wajah yang sangat bahagia


"Iya sayang,nanti jadilah istri yang sholeh dan taat ada suami,setelah kamu menikah maka semua tanggung jawab kami pindah ke suamimu,jadi berbaktilah pada dia selagi yang dikatakan masih dalam batas wajar maka turuti nak,karena surga istri selain ada ibu yaitu pada suami!" Lisa mendengar saran dari ibunya dengan mata yang berkaca-kaca


"Iya bu Lisa akan selalu mengingat nasehat ibu." Lisa langsung memeluk ibunya,tanpa disadari ayah lisa dan adeknya juga datang dan memeluk mereka


"Sudah sedih-sedihnya,kan besok hari bahagia Lisa jadi jangan sedih-sedih." Kata ayah Lisa


"Kalau kak Lisa menikah bakalan jarang pulang kesini dong?" Tanya sang adik


"Kalau ada waktu kakak akan sempatkan pulang ,kan kamu bisa liburan ke tempat kakak kalau libur Sekolah." kata Lisa ada adiknya


"Tapi tempat kakak jauh dan pasti pakai ongkos yang banyak,aku gak ada uang segitu kak. Lagian kasian ayah jika harus mengeluarkan uang hanya untuk aku jalan-jalan." Kata sang adik dengan wajah yang sedih


"Jangan khawatir kan ada kakak jadi apapun yang kamu mau bisa bilang sama kakak,kamu mau kuliah disana juga kakak bisa kuliahin kamu."


"Yang benar kak aku boleh kuliah disana?"Tanya sang adik pada Lisa lalu melihat kearah ibu dan ayahnya


"Boleh lah tapi kamu harus rajin belajar supaya bisa mendapatkan nilai yang bagus!" Kata Lisa


"Siap kak aku akan belajar dengan giat."


"Ya sudah kamu balik ke kamar sana,biar kak Lisa bisa istirahat dulu,Kami ke luar dulu nak,kamu istirahat ya." Kata ibu Lisa lalu berjalan keluar


***


Kediaman Wiraguna


"Kita akan berangkat sekarang,hotel yang akan kita tempati untuk istirahat sudah disiapkan oleh Om Andi!" Kata Suci


"Baiklah,panggil penjaga di depan dan masukkan barang kita kemobil!" kata Wira

__ADS_1


""Baik kek." Irfan lalu minta tolong penjaga untuk memasukkan barangnya ke dalam mobil


Mereka menggunakan 5 mobil karena masing-masing mempunyai banyak bawaan,tak lupa juga Cheva dan Jhon ikut bersama Suci dan Reza


Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh,akhirnya mereka sampai di hotel yang sudah di pesankan oleh andi sekaligus tempat resepsi irfan dan lisa. Walaupun mereka mengatakan acara sederhana tetapi hasna dan wira tetap mengadakan resepsi dihotel ya meski bukan hotel besar tapi setidaknya bagi orang desa mengadakan acara pernikahan di hotel itu luar biasa.


Mereka tiba jam 3 subuh jadi masih ada waktu untuk istirahat sebelum acara di mulai


"My princes kamu baik-baik aja kan?" Tanya Reza melihat suci yang lemas


"Iya sayang,aku cuma ngantuk aja. Kamu kan tahu sendiri sekarang aku suka bangat ngantuk." Kata Suci menyandarkan kepalanya di lengan Reza


"Kalau gitu ayo cepat kita turun supaya kamu bisa istirahat!"


"Iya sayang." Saat Suci melangkah turun tiba-tiba Reza menggendongnya


"Sayang gak usa di gendong,malu sama yang lain!" Kata suci sambil memukul lengan suaminya


"Tapi nanti kamu capek my princes kalau jalan sampai di dalam kamar,lagipula kamu lemas bangat."


"Sayang aku lemas krn ngantuk dan aku masih bisa jalan!"


"Iya sayang." Dengan berat hati Reza menurunkan Suci dan menggandengnya masuk ke dalam hotel


Keesokan Harinya


"Lisa sayang bangun,ini sudah jam berapa belum lagi sholat subuh dan kamu harus di make up!" Kata ibunya sambil menggoyang badan Lisa


"Iya bu ini aku bangun." Dengan mata yang masih sangat ngantuk Lisa bangun lalu mandi dan sholat


Setelah mandi dan sholat Lisa lanjut di make up begitupula yang lainnya. Rumah Lisa kini penuh dengan berdatangannya para keluarga sedangkan di hotel tempat Irfan dan yang lainnya nginap,mereka juga sudah pada siap-siap karena akad nikah akan dilaksanakan pagi hari jam 09.00.


"Sayang bangun mandi!" Suci yang sudah mandi langsung membangunkan Reza yang masin enak tidur di bawah selimut


"5 menit lagi my princes." Kata Reza lalu menarik guling dan tidur kembali

__ADS_1


"oh tidak,ini sudah jam berapa sayang,pokoknya bangun sekarang atau aku tinggal." Kata suci hendak berdiri tapi tangannya di pegang oleh Reza


"iya aku bangun tapi Vitaminnya mana pagi-pagi?" Kata reza menunjuk bibirnya


"Cup. Uda ah sekarang bangun jangan jadi manja." Dengan wajah yang senyum-senyum Reza masuk kamar mandi


tok tok tok


"Masuk!" Kata Irfan dari dalam kamar


"Kamu sudah siap?" Tanya Hasna yang kini menghampiri Irfan di kamarnya


"Iya nek irfan sudah siap."


"Bagus lah. Kamu ganteng sekali memakai baju begitu,andai saja ayahmu masih hidup pasti dia sangat bangga sama kamu,seandainya dulu surya tidak menyelamatkan kakekmu pasti sekarang dia ada disini mendampingimu,ini semua salah kami." Kata Hasna yang terlihat sedih dan tunduk


"Nenek ini bicara apa sih,ayah meninggal itu bukan salah siapa-siapa tetapi memang sudah takdirnya ayah meninggal saat menyelamatkan kakek,lagipula aku tidak akan bisa seperti ini kalau bukan karena keluarga nenek jadi nenek jangan pernah lagi menyalahkan keluarga nenek atas meninggalnya ayah,aku juga sudah ikhlas nek. Kita tidak bisa melawan takdir Tuhan jadi apapun yang terjadi kita hanya bisa pasrah dan ikhlas walaupun rasanya sangat sakit tapi aku yakin semua itu ada hikmahnya dan terbukti sekarang aku bisa seperti ini,jika ayah masih ada mungkin saja akan beda jalannya nek. " Kata Irfan lalu memegang bahu hasna


"Kamu sama seperti surya nak selalu sabar dan ikhlas,nenek sangat bersyukur kamu bisa menganggap kami keluarga."


"Harusnya aku yang merasa sangat bersyukur karena nenek dan yang lainnya mau menerima aku yang bukan siapa-siapa menjadi keluarga kalian." Kata Irfan memegang tangan Hasna


"iya nak. Nenek hanya berharap kamu selalu bahagia dan nanti setelah menikah menjadi suami yang bertanggung jawab pada keluarga terutama istri dan anak-anakmu kelak,satu pesan nenek jangan pernah memukul wanita apalagi itu istrimu,Tuhan sangat membenci laki-laki yang tega memukul wanita !." Kata Hasna lalu memeluk Irfan


"Iya nek aku akan sekalu ingat itu."


Ceklek...


BERSAMBUNG


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Mohon dukungannya teman-teman supaya bisa makin semangat UPnya,dukungan dari teman-teman sangat membantu


โ™ˆVote yang banyak teman-teman

__ADS_1


โ™ˆLike


โ™ˆ Komen


__ADS_2