
Menyakitkan
Kana POV
Sejak hari di mana aku berjalan2 bersama Kei waktu itu, aku jadi berfikir untuk menjauhi Kei. Lagipula hal itu cukup mudah karena dalam sebulan terakhir ini Kei jarang sekali terlihat di asrama. Mungkin ia sedang sangat sibuk dengan urusan perusahaannya. Karena setahuku kuliahnya memang sudah selesai, ia sering ke asrama karena urusannya dengan Arai. Mungkin sejak nyawanya terancam, dia sudah tidak mau lagi menjalankan perintah Arai.
Hari ini aku sudah niat banget dari lagi mau ke perpustakaan kota, mencari beberapa referensi untuk tugas akhirku. Tadinya aku meninta Lea untuk menemaniku. Tapi ternyata Lea pulang ke rumahnya karena ibunya sakit. Jadilah aku ke perpustakaan sendiri.
di perpustakaan
Karena sendirian, tentu aku ke sini dengan cara teleportasi.
Aku sengaja memilih tempat diujung agar tidak terlalu terganggu dengan lalu lalangnya orang. Tiba2 ada sesosok suara "Boleh aku duduk di sini?"
Kana: "Silahkan." /melihat ke arah sumber suara/ "K-kei? Bagaimana kau bisa ada di sini?"
Kei: "Tadi aku sempat bertemu Lea dan menanyakan keberadaanmu."
Kana: "Untuk apa kau mencariku?" /herah/
Kei: "Hari ini tadi ayahku merencanakan suatu kencan buta untukku. Aku menolaknya dengan alasan aku sudah punya janji kencan dengan seorang gadis. Jadi aku mencarimu, untuk merealisasikan kebohonganku."
Kana: "Hah? Apa?" /tanpa sadar suaraku terlalu kencang sampai orang2 disekitarnya menengoknya/
__ADS_1
Kei: "Sebaiknya kita ke luar dari sini." /menarikku keluar dan begitu yakin tak ada yang melihat, ia membawaku teleportasi ke suatu tempat yang asing/
Kana: "I-ini di mana?" /melepaskan tangan Kei dari tuhuhnya dan mundur menjauhi tubuh Kei. Aku berusaha mengenali sekitarku, tampaknya ini sebuah kamar/ "APA MAKSIDMU? KAU MEMBAWAKU KE KAMARMU?" /suaraku meninggi dan aku mulai merasa marah/
Kei: "Maaf, saat melakukan teleportasi, tempat inilah yang terlintas di pikiranku. Kau sedang berada di rumah pribadiku, di sebuah tempat terpencil."
Kana: "Aku akan kembali ke asrama!" /saat aku mau teleport, Kei menghentikanku dengan memegang tanganku/
Kei: "Kau sudah sampai sini, sayang sekali kalau pergi begitu saja." /menggerakkan tangannya untuk membuka jendela/
Terpampanglah pemandangan yang indah di luar jendela, langit yang bertabur bintang dan danau buatan yang terhampar luas, tepat di luar ruangan ini. Sunggug pemandangan yang menakjubkan. Serasa aku sedang terhipnotis sehingga tak dapat berpaling.
Kei: "Bagaimana indah bukan? Dan lihatlah, sedang bulan purnama. Orang bilang, ketika bulan purnama vampir menjadi semakin kuat. Tapi kurasa sama saja. Apa lagi untuk seorang darah murni sepertimu, kapanpun kalian kuat dan tak terkalahkan."
Kei: "Ini adalah rumah impianku sejak aku kecil, aku baru merealisasukannya tahun lalu. Ku ingin kelak aku dan keluargaku, tinggal bersama di sini. Pasti sangat menyenangkan."
Kana: "Beruntungnya mereka yang tinggal di sini..." /mataku berbinar, ku tak bisa menyembunyikan kekaguman dan keirianku. Apa2an ini? Rumah seperti ini juga impianku. Tapi aku tak pernah berfikir untuk merealisasikannya. Aku terlalu fokus untuk menjadi desainer./
Tiba2, Cup
Kana: /dalam hati/ 'apa ini sejak kapan, kenapa dia menciumku secara tiba2? Ini memang bukan yang pertama kalinya. Tapi kali ini aku tak sedang pura2 tidur.' /kumenarik wajahku menjauh, namun Kei malahmemegang daguku dengan tangan kanan, rasanya aku semakin enggan untuk menghindar/
Kei POV
__ADS_1
Aku sudah sebulan berfikir dan merenung. Tadinya aku mengira, hanya sekedar kekaguman. Aku sampai pulang ke rumah beberaoa hari. Biasanya aku paling ogah untuk meladeni perjodohan ayah dan ibuku, tapi selama sebulan ini, hampir setiap hari aku memiliki janji dengan seorang perempuan anak teman ayah atau ibuku. Karena aku berfikir, ketertarikanku pada Kana hanya sebatas keterkejutan karena aku tak pernah sama sekali dekat dengan seorang wanita. Tapi berapa kalipun, bahkan dengan wanita yg lebih cantik dari Kana, rasanya mereka semua tan menarik. Aku tetap tak bisa melupakan Kana.
Parahnya lagi, kenapa hari ini aku nekad 'menculik' Kana. Karena sudah 3 hari berturut2 aku bermimpi mencumbui tubuh Kana. Gila bukan? Ah, kurasa aku bukan pria yang mesum atau berhasrat sex tinggi karena buktinya sampai detik ini aku belum pernah bercinta dengan wanita manapun. Tapi kenapa akhir2 ini aku jadi seperti ini.
Akhirnya pagi ini, ku mengambil kesimpulan bahwa aku telah jatuh cinta kepada wanita berdarah murni. Aku tau ini kesalahan. Tapi aku tak ingin menyerah. Sebagaimana ayahku pernah mati2an memperjuangkan ibuku. Walau mungkin suatu saat aku harus mati di tangan Arai atau ayah Kana, aku siap menghadapi semua itu.
Inilah pilihanku, aku ingin berusaha mendapatkan wanita yang kucintai...
Sekarang wanita itu di hadapanku. Aku tengah menciumnya, ciuman yang sangat lembut, ia sempat ingin menyudahi ciuman ini dengan menarik wajahnya. Tentu aku tak membiarkannya. Ingin sekali rasanya **** bibirnya atau memainkan lidahku di dalam mulutnya pasti itu sangat menyenangkan.
Kana: /berusaha mendorong tubuh Kei tapi tidak berhasil, akhirnya menggunakan kekuatannya untuk mendorong Kei hingga Kei terpental ke dinding/
Kei: "Ka-na. Maaf..."
Kana: /mengelap kasar pada bibirnya sendiri dengan tangannya/ "kenapa kau melakukan hal seperti ini kepadaku. Aku adalah calon istri dari sahabatmu sendiri! Jangan pernah muncul kembali di hadapanku. Anggaplah kau tidak pernah bertemu denganku!"
Author POV
Kana menteleport dirinya sendiri ke dalam kamarnya di asrama, memasukkan beberapa bajunya ke dalam tas. Meninggalkan sepucuk surat di meja yang ia tujukan kepada Arai.
Air matanya berderai-derai, rasanya hatinya sakit teriris2. Entah teriris karena ia merasa dilecehkan oleh seorang pria atau karena ia harus meninggalkan pria pertama yang membuatnya tertarik.
Kana segera menteleportasikan dirinya ke kamarnya yany ada di kediaman Yagami.
__ADS_1
Sesampainya di kamar, menangislah Kana sejadi-jadinya.