
Kejujuran
Kana POV
di restoran
Seperti sebelumnya, Kei memotong2kan daging untukku. Sejujurnya aku sangat senang bisa bertemu dengannya. Hatiku seolah menghangat. 6 bulan yang kulewati tanpanya, dipenuhi dengan mimpi-mimpi. Mimpi tentang kebahagiaanku bersama Kei. Bahkan mimpi terakhirku. Aku dan Kei memiliki 2 orang anak yang lucu-lucu. Tanpa kusadari, sedari tadi aku menatap lekat2 ke arahnya. Kuperhatikan setiap inci gerakannya.
Kei: "Kenapa menatapku sampai seperti itu? Suka ya?"
Kana: "Kau sama sekali tak berubah" /memalingkan wajah/
Kei: "Semua tak berubah memang. Aku masih mencintaimu sama seperti sebelumnya."
Kana: /kurasa pipiku sudah memerah dibuatnya/ "Apaan sih? Bukan itu yang kumaksud."
Kei: "Lalu apa?" /menyerahkan steak yang sudah dipotong2 kepadaku/ "ini makanlah."
Kana: /aku tak menjawab pertanyaannya, aku langsung makan. Kegugupan membuatku tak makan dari kemarin, sehingga steak ini terasa seribu kali lebih enak./
Kei: "Pelan-pelan makannya. Aku tak akan meminta steakmu. Kau bahkan bisa memakan punyaku juga." /mengelap mulutku yang belopotan/
Kana: /blush/ "ku bisa mengelapnya sendiri. /mengambil tisue dari tangan kei/
Ya ampun, kenapa pria dihadapanku ini sweet banget ya? Kurasa ia benar tahu cara memperlakukan wanita.
Tak berselang lama, aku telah merasa kenyang. Ku menghabiskan 2 porsi steak plus setengah punya Kei. Rasanya agak malu. Tapi yang namanya lapar tak dapat di bohongi.
Kei: /memulai pembicaraan/ "Kana terima kasih telah memberiku kesempatan. Aku akan menceritakan semuanya kepadamu. Awalnya aku memang mendekatimu dengan niat yang kurang baik. Arai memintaku untuk mendekatimu dan membuatmu jatuh cinta kepadaku, agar engkau mebatalkan rencana perjodohan kalian. Niat awalku hanya ingin membantu Arai. Ia tak punya cara untuk membatalkan perjodohan itu karena kedua orang tuamulah yanh dulu menyelamatkan Arai dan adik perempuannya. Arai yang waktu itu berumur 8 tahun, berjanji kepada ibumu akan menikahi putri yang kala itu tengah dikandung oleh ibumu. Tentu ayah dan ibumu merasa sangat senang. Tidak mudah mencarikan jodoh vampir berdarah murni. Tapi lambat laun, Arai mulai menyadari tentang dirinya, bahwa ia sangat mencintai adiknya, bukan sekedar cinta seorang kakak kepada adiknya tapi cinta seorang pria kepada seorang wanita. Menyadari kenyataan itu, terpikirlah oleh Arai rencana ini. Rencana untuk menjebakmu dalam kisah cinta bersamaku."
__ADS_1
Aku sangat terkejut mendengar penjelasan dari Keima. Aku sampai refleks menyiramkan kegelas air ke wajahnya.
"BYUURR"
Kana: "Jadi selama ini kau menipuku? Hah?" /semua pasang mata melihat ke arahku/
Kei: "Tenangkan dirimu. aku belum selesai bicara" /memegang tanganku, karena aku merasa malu maka aku segera duduk kembali dan menenangkan diriku/
Kana: "Baiklah lanjutkan."
Kei: "Kau tau bukan, Arai adalah teman terbaikku. Lagipula kai tahu sendiri bahwa aku hanya bisa patuh kepada perintah level A. Kana, percayalah, perasaanku kepadamu bukanlah suatu kebohongan. Ini sangat nyata. Aku hampir setiap malam memimpikan wajahmu bahkan jauh sebelum aku bertemu denganmu. Makanya saat pertama kali aku bertemu denganmu, aku langsung jatuh cinta. Kau benar2 membuatku tak bisa memandang wanita lain lagi. Dan tentang kejadian malam itu. Maafkan aku, aku terbawa suasana. Maaf telah melukaimu."
Kenyataan yang pahit. Tapi anehnya aku sama sekali tak menangis. aku malah merasa lega. Lega sekali. Ternyata Arai memang tak punya maksud baik kepadaku. Kukira aku telah sangat berdosa karena mencintai pria lain. Tapi ternyata ia telah lebih dulu mencintai wanita lain.
Kana: "Tentang malam itu. Aku sudah melupakannya."
Kei: "Kau benar2 sudah melupakannya? Aku tidak bisa melupakannya. Aku bahkan masih ingat dengan jelas rasa bibirmu. Bibir yang sangat mungil tapi manis dan menjadi candu."
Kei: "Aww!" /meringis kesakitan/
Sedari tadi aku tak melihat kebohongan dari wajahnya. Diam2 akupun telah membaca pikirannya. Jadi aku tau bahwa semua yang ia ucapkan adalah jujur tanpa ada yang ditutup2i.
Kana: "Aku punya pertanyaan untukmu."
Kei: "Apa? Katakanlah"
Kana: "Apa hubunganmu dengan YH Fashion?"
Kei: "Aku adalah CEOnya. Kau tau kan namaku Keima Hiroshi. dan perusahaan YH menggunakan nama ibuku Yuuna Hiroshi./
__ADS_1
Kana: "A-pa? Kenapa dunia sesempit ini? Ok. Baiklah. Karena aku tak ingin berurusan denganmu. Besok aku akan mengundurkan diri dari kompetisi."
Kei: "Tunggu dulu, kau telah tanda tangan kontrak bahwa 'Jika anda adalah pemenang namun mengundurkan diri maka otomatis desain anda akan menjadi milik YH fashion dan anda dikenakan denda sebesat 2 jt dollar.' Kurasa kau mengingat kalimat itu bukan?"
Bagaimana mungkin aku melewatkan bagian itu?
Kana: "kalimat itu tak akan berlaku jika aku tidak menjadi juara./
Kei: "Kana sayang, kau pastilah juaranya. sudah kuputuskan. Kau akan bekerja di perusahaanku."
Kana: "Ja-jadi aku menang?"
Kei: "Tunggulah pengumuman resminya besok. Oh ya, maukah kau jujur akan satu hal padaku?"
Kana: "Karena kau telah menceritakan banyak hal. Ok. aku akan jujur padamu. Ingat cuma 1 hal ya?"
Kei: "satu hal sudah lebih dari cukup kok. Kana, Kanata Yagami, katakan dengan jujur, apa kau mencintaiku?"
Tentu saja aku sangat kaget dengan pertanyaannya. Mana aku sudah berjanji untuk jujur lagi. Sepertinya setelah hari ini, ku akan menjalani hidupku dengan 10 kali lebih berat.
Kana: "Aku tak membencimu." /aku mencoba berkelit dan mencari peruntungan. semoga ia tak bertanya lagi./
Kei: "no no no. bukan itu jawaban yang ingin ku dengar. Katakanlah dengan sejujur2nya."
Kana: 'mampuslah aku' /batinku/ "Ya, aku sedikit menyukaimu."
Kei: "rasa2nya masih kurang pas. katakan sekali lagi."
Kana: /mendengus kesal/ "Ok. Keima Hiroshi, kurasa aku sedikit mencintaimu."
__ADS_1
Keima: "Aku juga mencintaimu Kana..."