
Karina Ikeda
Author POV
Kei: /melihat ke arah gadis tersebut/ Ka-Kana? Bagaimana kau bisa ada di sini?
Prof: "Ini putriku, namanya Karin bukan Kana."
Kei: /mengerjapkan matanya beberapa kali/ 'kenapa ia sangat mirip dengan Kana. Wajahnya mirip sekali. Sekilas benar seperti Kana. Kecuali postur tubuhnya yang lebih mungil dari Kana' /batinnya/ "Ah, maafkan saya. Putri anda sangat mirip dengan teman sy di Jepang. Nama teman sy itu Kana."
Prof: "Oh begitu, kan ada yang bilang, ada 7 orang di dunia ini yang wajahnya mirip. Mungkin ini salah satunya."
Kei: "iya anda benar"
Sebenarnya keima sangat penasaran. Bagaimana mungkin ada 2 orang yang bahkan sama sekali tidak punya ikatan darah, bisa semirip itu. Bahkan kei merasa Karin sama dekali tak mirip dengan Tatsuya.
Tiba2 Tatsuya mendapatkan telepon penting.
Prof: "Karin, temani Kei berkeliling. Melihat koleksi senjata ayah ya. Ayah ada telepon penting."
Karin: "Baiklah ayah." /melihat ke arah Kei/ "Baiklah tuan Hiroshi, sy akan mengantarkan anda berkeliling.
__ADS_1
Kei: "Panggil saja aku Kei. Lagipula kita seumuran."
Karin: "Ok. Baiklah. Ayo, ikuti aku."
Karin membawa Kei ke suatu ruangan yang isinya beraneka macam senjata anti vampir. Bahkan beberapa senjata, Kei belum pernah melihatnya.
Karin: "Yang terbaru adalah ini. Ini pistol jenis revolver. Sudah ada pelapisnya, sehingga aman untuk vampir. Hanya saja vampir sepertimu tak bisa menyentuh pelurunya secara langsung. Harus menggunakan sarung tangan khusus ini."
Kei: "Wah, aku belum pernah menggunakan pistol jenis ini. Pasti serasa jadi koboy saat menggunakannya. Boleh aku mencoba menggunakannya."
Karin: "Tentu boleh." /mengeluarkan pistol tersebut dari kotak kaca/ "Ini silahkan di coba. Ada ruangan latihan di sebelah sana." /menunjuk pintu yang mengarah ke suatu ruangan/
Kei: /mengambil pintolnya/ "Wuih, aku tam menyangka ini sedang memegang senjata anti vampir. Benar2 tak memberikan efek apapun padaku. Keren keren..."
Setelah puas mencoba beberapa jenis senjata. Keipun duduk bersama Karin di teras samping.
Kei: "Karin, apakah kau juga bisa menggunakan senjata?"
Karin: "aku bisa menggunakan pistol, aku biasa membawa sebuat pistol saat pergi."
Kai: "kukira gadis sepertimu menyukai panah"
__ADS_1
Karin: "Aku memang menyukainya. Tapi fisikku agak lemah, jadi busur dan panah kurang cocok untukku."
Kei: "oh ya, ku punya pertanyaan lagi." /melihat ke arah Karin, menatapnya lekat2/
Karin: "Iya. Tanyakan saja." /menyelipkan lambutnya yang tertiup angin ke telinganya, sambil melihat ke arah Kei/ "Eh? Kenapa kau menatapku seperti itu? Apa ada yang salah dengan mukaku?" /memegang2 pipinya sendiri sedang ekspresi yang sangat lucu/
Kei: "Ah maaf2, aku kembali teringat dengan temanku. Kalian benar2 sangat mirip. Tapi Karin terlihat lebih cantik."
Nah, mungkin di sini Kei mengatakan Karin lebih cantik karena karin lebih putih dari pada Kana. Namun sebenarnya, putihnya karin lebih ke pucat. Ia tampak kurang sehat.
Karin POV
Kei: "Karin, baru kali ini aku bingung mengenali seseorang. Biasanya aku bahkan tak pernah salah mengenali vampir dengan berbagai level. Tapi aku tak bisa mengenalimu. Kau manusia atau vampir?"
Aku langsung merasa kaget dengan pertanyaan Kei. Tapi aku berusaha tenang. Aku tak mungkin berbohong. Tapi ayah melarangku untuk bercerita kepada siapapun. /menarik nafas panjang lalu menghembuskannya/
Karin: "Menurutmu?" /tersenyum/
Kei: "Karena ayahmu adalah manusia, maka ada kemungkinan kamu adalah manusia. Itupun kalau ia adalah ayah kandungmu." /jawab kei ngasal/
Tentu raut wajahku langsung berubah. Kei sangat jujur dan ceplas ceplos. Aku harus menghindari komunikasi lebih dengannya.
__ADS_1
Karin: "Sebaiknya kita masuk. Mungkin ayah sudah selesai dengan urusannya. Kau bisa melanjutkan negosiasi tentang senjatanya."
Akupun bergegas masuk ke dalam rumah. Tak ingin berbicara apapun lagi dengan Kei. Pokoknya Kei masuk dalam daftar orang yang harus kuhindari.