
Kembalinya Masa Lalu
Author POV
Kama telah kembali ke rumah bersama Kei.
Suasana di rumah tampak tegang ayah dan ibu Kana telah mempersilahkan keluarga daniel untuk pulang.
Ayah: /melihat kedatangan Kei dan Kana/ "Kana duduklah. Untukmu keima, pulanglah dulu. Kami harus menyelesaikan masalah kami dulu."
Sementara ayah kana terlihat sangat tegar, ibu kana sedari tadi hanya menangis. Kana pun telah duduk di samping ibunya berusaha untuk menenangkam ibunya.
Ayah: /menarik nafas dalam2 lalu menghembuskannya/ "kau pasti Karin kan?" /melihat ke arah karin/ "Kau sangat cantik Nak. Terima kasih telah mengunjungi kami."
Karin: /meminta izin untuk menghampiru ayah dan ibunya kepada Tatsu. Setelah mendapatkan izin, karin pun ke arah mereka dan memeluk mereka sekaligus/ "Maaf, baru menemui kalian sekarang. A-ku terlalu takut untuk menghadapi semuanya. Terima kasih telah menghadirkan aku di dunia ini."
Ibu: /terisak2 tak mampu berkata apa2/
Tak berapa lama, karin melepaskan pelukannya. Ia melihat ke arah Kana.
__ADS_1
Karin: "Maaf sudah bersikap dingin kepadamu kemarin."
Setelah mengobrol tentang karin dan 25 tahun yanh terlewatkan. Akhirnya ayah membuka pembicaraan yang serius.
Ayah: "Kana pasti sudah mendengar rencana ayah tadi bukan? Ayah akan menceraikan ibu kalian."
Kana: "Tidak inginkah ayah memikirkannya kembali?"
Ayah: "Ayah sudah lelah Nak, ungkin ini adalah batas kemampuan ayah untuk bersabar menunggu. Ibu kalian tampaknys tak punya etiket baik untuk memberi respon yang baik kepada ayah."
Karin: "Ayah tentu tidak bisa mengambil keputusan begitu saja. Bahkan ibu tan memberikan sedikitpun jawabankan. Mungkin ibu tidak ingin perceraian."
Tatsu: "Jangan gegabah Ryu, walaupun kana mingkin sufah cukup dewasa untuk penerima perceraian kalian, tapi bagaimana mungkin kalian bisa begitu mudahnya untuk memutuskan bercerai. Aku akan meninggalkan karin di sini selama seminggu. Mungkin karin bisa membantu Kana untuk berbicara dari hati ke hati bersama kalian."
Karin: "Benarkah Pa? Papa membolehkanmu tinggal di sini sementara?"
Tatsu: "Kau bahkan boleh tinggal seterusnya." /tersenyum, mengusap puncak kepala Karin lembut lalu pemit untuk pergi/
Ibu: "Tat-su, bolehkan aku menemuimu sekali saja di cafe tempat kita dulu sering bertemu?"
__ADS_1
Ayah: /matanya terbelalak, ia tak mengira istrinya akan bisa seberterus terang ini/
Rasanya sangat sakit menyayat hatinya, Tatsu menatap dirinya seolah minta persetujuan.
Ayah: "Bertemulah sesuka kalian. Aku tak punya hak sama sekali untuk melarang. Dan untukmu Lily, ku memberimu waktu 2 hari. Tanda tanganilah surat perceraian ini. Aku akan tinggal di paviliun belakang." /membanting map ke meja lalu pergi meninggalkan ruang tamu. Memutuskan untuk pergi ke kandang kuda dan menaiki kudanya untuk menghilangkan sesak di hatinya/
Prof. Tatsu telah pergi juga.
Kana: "Sebaiknya ibu tenangkan diri ibu. Ibu harus membuat perenungan panjang . Kenapa ibu begitu kejam kepada ayah?" /kana benar2 tak bisa menahan tangisannya/
Karin: /jadi ikutan menangis/
Ibupun akhirnya menuruti perkataan kana untuk pergi ke kamar.
Begitu sampai kamar, ibu menangis sejadi2nya. Ia sama sekali tak mengira bahwa suaminya akan menceraikannya, iapun tak pernah berharap masa lalunya kembali hadir di hadapannya.
Kana: "Karin-nee, yuk istirahat di kamarku. Kakak pasti sangat lelah bukan? Baru penjalanan jauh lalu melihat adegan seperti ini. Maafkan aku jadinya tak memberi sambutan yang baik."
Karin: "Tak masalah, papa sudah menjelaskan kepadaku bawa peristiwa seperti ini mungkin saja terjadi."
__ADS_1