
Hai-hai hallo readers semua...
Apa kabar?
Maaf ya Sera baru kembali setelah sekian lama.
Untuk episode kali ini sedikit mebgandung unsur 21+ ya, mohon bijak dalam membaca.
Terima kasih...
Salam,
~ Sera ~
- - -
Mulai dari Nol (2)
Kana POV
Aku dan Keima sudah di apartemen. Ayah dan ibu sudah kembali ke Jepang. Karin-nee pun diantar oleh Daniel-nii kembali ke UK. Tinggalah aku dan Keima di sini.
Kana: “Apa yang kau lakukan selama seminggu ini tanpaku?”
Kei: “Aku merana, mungkin aku satu-satunya pengantin baru yang begitu menderita.”
Kana: /tersenyum tipis/ “sudah 5 hari aku tidak tidur. Jadi aku paham betul apa yang kamu rasakan.”
Kei: “Tidak tidur? Kenapa?” /menghampiriku, hendak memelukku/
__ADS_1
Kana: “Jangan peluk-peluk aku dulu. Aku mau mandi. Lagipula siapa bilang kau sudah bebas menyentuhku?” /menjauh, mengambil baju ganti lalu masuk ke kamar mandi/
Kei: “Baiklah-baiklah… aku akan sabar.”
Keima POV
Akupun segera mengganti pakaianku, kuamati kamar Kana ini. Ini pertama kalinya aku ke apartemen Kana. Kamarnya sangat rapi.
Beberapa waktu kemudian, Kana sudah keluar dari kamar mandi.
Kana: “Sayang tidak mandi?”
Akhirnya kata “sayang” itu kembali ia ucapkan.
Kei: “Aku mendi sebentar, tunggu ya…”
Aku sengaja mempercepat waktu mandiku, aku sudah sangat merindukan Kana, aku tak ingin melewatkan waktu kebersamaanku dengannya.
Ranjang milik Kana tidak terlalu besar, tapi cukuplah untuk kami berdua, akupun langsung tidur disampingnya, memeluknya. Begitu kupeluk ia langsung menyamankan dirinya dalam pelukanku. Kukecup lembut keningnya.
Kei: “Aku berjanji akan mengganti semua kesedihanmu kemarin dengan kebahagiaan. Aku telah memberikan balasan yang setimpal kepada orang-orang yang telah berusaha menghancurkan hubungan kita. Mulai hari ini, aku pastikan tak akan ada yang mengganggu hubungan kita lagi.”
keesokan harinya
Saat aku bangun ternyata Kana masih sangat nyenyak. Kana memelukku seolah aku adalah gulingnya. Pahanya tepat berada di atas senjataku. Godaan macam apa ini… ia memelukku dari samping jadi d*nyapun menempel ke dadaku, kurasa sekali, dapat kupastikan ia tak memakai b. Apakah ia sengaja ingin menggodaku.
Saat kulirik ke arah nya, ternyata kancing paling atas kemeja tidurnya sudah terlepas. Oh God, ada barang k* yang hendak menyembul ke luar.
Tiba-tiba hasratku seolah sudah diubun-ubun. Langsung saja tanpa babibu kusambar saja bibirnya yang kebetulan tak jauh dari bibirku.
__ADS_1
Ia yang kaget dengan sambaranku, langsung membuka matanya. Kulepaskan ciumanku sejenak.
Kei: “Maaf menyerangmu pagi-pagi. Habisnya kau sangat menggoda sayang…”
Kana: “Ta-tapi aku masih mengantuk.” /sayu-sayu matanya menatapku. Tampaknya ia memang masih sangat mengantuk/
Kei: “Kau hanya perlu menikmatinya, biarkan aku saja yang sedikit menikmati tubuhmu sayang, aku akan memuaskan diriku sendiri.”
Kata-kata itu seolah meluncur sendiri dari mulutku. Tanpa difilter, keluar begitu saja. Setelah mengucapkannya aku baru sadar, aku menjadi sangat malu. Mungkin sekarang Kana telah mencapku sebagai lelaki mesum.
Kana: “Lakukanlah sesukamu, tapi jangan di bibir ya… itu membuatku agak susah bernafas.”
Kei: “Siap Ibu Boss laksanakan!”
Kana: “Oh ya, jangan kelewatan ya, tamu bulananku belum pergi, mungkin karena aku stress memikirkanmu tamu bulananku jadi enggan segera pergi.”
Kei: “Apa? Jadi aku masih harus berpuasa?” /ucapku spontan dengan suara agak keras/
Kana: “Kenapa tidak sabar? Pergi saja sana ke pelukannya Reina, ia pasti akan langsung memuaskanmu. Hifth! Menjauhlah dariku.” /segera memasang kancing bajunya dan menarik selimut, ia segera membungkus tubuhnya dan memunggungiku/
Adduh, sepertinya aku sudah salah bicara ini, ia pasti tersinggung dan salah faham. Ah mulutku ini kenapa susah sekali diajak kerja sama, di saat seperti ini. Hilang sudah kesempatanku. Istriku ngambek lagi.
Kei: “Sayang, bagaimana dengan tawaran yang kausampaikan tadi, apa aku bebas menyentuhmu?”
Tak ada respon dari Kana.
Kei: “Sayang, kumohon, boleh ya, yayaya…”
Nampaknya Kana sudah kembali terlelap. Aku tidak tega mengganggunya. Aku bukan suami kurang ajar yang tega menggerayangi istrinya yang tengah terlelap. Aku masih punya sopan santun sebagai suami.
__ADS_1
Kuputuskan untuk bangun, menunaikan hasratku di kamar mandi dan kumulai membuka laptopku. Aku berselancar ke dunia maya, mencari tempat yang tepat untuk berbulan madu bersama Kana. Sudah ada beberapa tempat yang kupilih, namun untuk keputusan final kapan dan kemananya akan kuserahkan kepada Kana.
Selesai memilih beberapa tempat, aku mulai menengok kerjaan2 kantorku. Pekerjaanku menumpuk. Seminggu ini aku tidak mengurusi perusahaan sama sekali. Bahkan di perusahaan property yang kuurus, harga sahamnya anjlok. Dengan kondisi seperti ini, rasanya aku tak bisa berbulan madu dalam waktu dekat. Semoga Kana tidak kecewa.