Putri Vampir

Putri Vampir
25. Putri Vampir Lainnya


__ADS_3

Putri Vampir Lainnya


Author POV


Karena kekalahan Kei dari ayah Kana. Kei jadi belum menemui ibu Kana untuk melamar Kana. Kei harus memikirkan solusi lain yang lebih baik lagi.


Kei memutuskan untuk membantu Kana menemukan saudara perempuan Kana.


Kei sudah kembali ke UK bersama Kana untuk menemui Karin.


Kana terpaksa menginap di rumah Kei lagi. Ia merasa rumah Kei tempat yang paling aman.


Kana: "Kita berangkat sekarang?"


Kei: "Iya. Tapi sebelum itu, cium pipiku dulu ya."


Kana: /langsung mencium pipi Kei karena ia tidak sabar ingin bertemu Karin/


Kei: /langsung menyambar bibir Kana dan menciumnya lembut beberapa saat/ "Ok. Sekarang kita siap untuk pergi."


Kana: /menggembungkan pipinya/ "Hufh. Kenapa singkat sekali. Aku bahkan belum menikmatinya. Awas saja kalau meminta lagi."

__ADS_1


Setelah perjalanan dengan pesawat, merekapun tiba di Eidenburgh. Dengan perjalanan yang tak terlalu lama merekapun tiba di kediaman Ikeda. Seperti biasanya penjagaan sangat ketat.


Penjaga: "Mohon maaf, prof sedang toidak ada. Apakah anda tak membuat janji sebelumnya?"


Kei: "Saya datang untuk menemui Karin bukan Prof."


Penjaga: "Tak ada seorangpun yang bisa menemui nona Karin ketika Prof tidak ada."


Kei: "Aku adalah kenalan prof, akupun pernah ke sini sebelumnya. Kau pasti mengingatku."


Penjaga: "Mohon maaf tuan, tidak ada perlakukan khusus di sini."


Penjaga: "A-dik?" /melihat wajah kana/ "Anda sangat mirip dengan nona kami." /karena ia melihat Kana yang sangat mirip dangan Karin. Akhirnya penjaga tersebut menelfon ke dalam rumah untuk meminta izin ke Karin menerima tamu."


Beberapa saat kemudian, ternyata Karin memberi izin. Karin penasaran siapa yang berani mengaku sebagai adiknya.


Namun, untuk berjaga2 Karin meminta beberapa penjaga untuk stand by. Dan iapun bersiap siaga dengan pistolnya. Barang kali orang jahat yang datang.


Kana dan keima sudah dipersilahkan duduk si ruang tamu. Kana dan keimapun telah duduk, tak lama pelayan menghidangkan teh.


Kemudian terdengat suara.

__ADS_1


Karin: "Berani sekali kamu mengaku sebagai adikku. Aku tak pernah punya adik."


Kana: /menoleh ke arah datangnya suara/ "Ka-kakak?" /dalam batin kana/ 'ia benar2 mirip denganku. Tapi postur tubuhnya imut sekali. Mungkin tingginya tak sampai 160. Sementara tinggiku 172.'


Karin: "A-ku bukan kakakmu. Aku tak pernah punya adik."


Kana: "Kak, dengan melihat wajahmu saja aku sangat yakin bahwa kau adalah kakakku. Wajahmu begitu mirip dengan wajah ibu. Kita berdua benar2 mewarisi wajah ibu kak. Kakak pasti bingung. Berikan aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya."


Karin: "Baiklah waktumu sepuluh menit."


Sebenarnya Karin sudah tau segalanya tau bahwa keluarga kandungnya ada di Jepang, tahu bahwa dirinya adalah vampir berdarah mirni yang punya kelainan, tahu jika punya seorang adik perempuan, 2 tahun yang lalu ayah angkatnya menceritakan semuanya. Tapi Karin memetuskan untuk akan tetap hidup sebagai Karin Ikeda dan tak akan mencari keluarga kandungnya. Karin tak ingin papanya kesepian. Bagaimanapun papanya lah yang memberinya kehidupan.


Walaupun sudah mengetahui semuanya, karin tak pernah mengira bahwa adik perempuannya akan mencarinya dan bisa menemukannya.


Kanapun telah menceritakan semua yang ia tahu.


Karin: "mungkin ceritamu itu benar. Tapi aku sudah memilih, aku akan tetap hidup sebagai anak manusia bernama Karin Ikeda. Lupakanlah kenyataan bahwa kau punya saudara perempuan. Seharusnya aku sudah mati 25 tahun yang lalu. Kehidupanku ini adalah pemberian papa. Seumur hidupku akan kuhabiskan bersama papa."


Kana: "Tapi kak, aku butuh bantuan kakak. Aku... aku ingin menikah bersama Kei kak. Aku tak bisa menikahi pria lain. Jika ada kakak, mungkin ibu akan memberikan kelonggaran untukku."


Karin: "Jadi kau mencariku untuk itu?" /berusaha tegar dan tidak merasa kasihan terhadap Kana/ "Itulah salah satu alasan aku lebih suka hidup sebagai manusia. Aku tak ingin hidup dalam adat yang tidak jelas seperti itu. Jangan tarik aku ke dalam masalahmu. Selesaikan masalahmu sendiri tanpa melibatkanku. Anggaplah kau tak pernah bertemu denganku. Ok. 10 menitmu telah habis. Silahkan tinggalkan rumah ini sebelum penjaga2 di sini mengusirmu."

__ADS_1


__ADS_2