
Aku akan Menceraikan Istriku
Author POV
Ternyata, tidak adanya Prof di rumah karena ia sedang menemui Ryuto Yagami, ayah Kana. Mereka bertemu di pusat kota Eidenburgh. Tatsu sengaja memilih tempat yang jauh dari rumahnya.
Tatsu: "Kenapa tiba2 kau ingin bertemu denganku?"
Ryu: "Bagaiman kabar Karin, apakah ia baik2 saja?" /ia memilih topik karin sebagai topik pembuka/
Tatsu: "Ia baik2 saja. Akhir2 ini kondisinya sangat stabil. Ia sudah membuka sebuah taman kanak2 di rumah sehingga ia tak lagi merasa bosan."
Ryu: "Terima kasih karena telah merawatnya dengan baik."
Tatsu: "akhir2 ini mungkin dia yang lebih banyak merawatku. Usiaku sidah semakin bertambah. Aku mulai sering mengalami gangguan kesehatan."
Ryu: "Ya manusia sepertimu memang lemah."
Tatsu: "Oh ya, 2 tahun yang lalu, ku telah menceritakan semuanya kepada Karin. Kala itu, ku sudah benar2 siap jika dia memang meninggalkanku dan memilih kembali ke keluarganya. Tapi ternyata dia memilih tetap bersamaku. Mungkin dia merasa kasihan padaku. atau dia hanya ingin membalas budi. Walaupun demikian, aku merasa sangat senang. Walau dulu Lily tak memilihku, ternyata putrinya memilihku. Semakin dewasa, Karin semakin mirip dengan Lily, hal itu membuatku semakin sulit untuk melupakan Lily."
Ryu: "Kenapa kau memilih untuk tidak menikah? Padahal di masa mudamu, kau snagat tampan, pelerjaanmu sangat menjanjikan, bahkan kau sudah jadi profesor di usia yang mudamu."
Tatsu: "Seandainya bisa semudah itu. Rasanya aku telah menutup rapat2 hatiku. Aku hanya hidup untuk Karin dan untuk melindungi manusia dari keganasan vampir."
__ADS_1
Ryu: "Vampir tak sejahat itu. Sebagian besar vampir sudah tak menganggap manusia sebagai mangsa. Kau tau itu bukan? Tablet darah yang kau sempurnakan, sungguh sangat mirip dengan darah asli, kami bisa hidup hanya dengan itu."
Tatsu: "Bagaimana dengan vampir2 lain? Tak semuanya berfikiran sama denganmu. Makanya aku terus mengembangkan teknologi untuk melawan bangsa kalian."
Ryu: "Ternyata kau selalu saja menganggap kami ini sebagai musuh."
Tatsu: "hmm. Bagimana kabar putrimu?"
Ryu: "Putriku? Namanya Kana. Dia masih kuliah. Kurasa kelak ia akan menjadi desainer yang hebat. Berbicara tentang pitriku, sepertinya masa lalumu dengan Lily, terulang kembali kepadanya."
Tatsu: /tak dapat menyembunyikan ekspresi kagetnya/ "Apa dia juga mencintai seorang manusia?"
Ryu: "Bukan, ia mencintai seorang Level B. Tapi kau tau sendiri kan. Vampir berdarah murni hanya dapat menikah dengan vampir berdarah murni juga. Kalau tidak, vampir berdarah murni akan punah. Kau tau sendiri kan, dari segala jenis vampir, kami adalah yang paling langka, paling sulit berkembang biak. Rata2 pasangan vampir berdarah murni hanya memiliki 1 anak. Tentu sangat penting bagi kami untuk melanjutkan keturunan berdarah murni."
Ryu: "Tega tidak tega. Tapi selain kana, tak ada yang bisa melanjutkan keturunan keluarga Yagami."
Tatsu: "kirasa waktu telah berlalu 27 tahun. Tapi selama 27 tahun ini ternyata kalian tak belajar apapun."
Ryu: /tiba2 ia menangis/ "Kau benar. 27 tahun waktu berlalu, tapi tak ada yang berubah, seolah kita semua masih terjebak dalam waktu yang sama, waktu yang telah memenjarakan kita semua." /mengusap air matanya/ "ah, rasanya rasa sakit, sedih, kecewa dan segala perasaan lainnya, telah berhasil kupendam selama 27 tahun. Aku tak pernah bercerita kepada siapapun. Tapi kali ini, bagaimana mungkin semuanya pecah di hadapanmu."
Tatsu: "Apa maksudmu kita masih terjebak di waktu yang sama?"
Ryu: "Kau pikir Lily akan bisa melupakanmu dan hidup bahagia bersamaku? 27 tahun tak bisa merubah sedikitpun perasan Lily, Lily hanya bisa mencintaimu. Lily tak pernah membuka hatinya untukku. Sampai sekarang cintaku hanya bertepuk sebelah tangan."
__ADS_1
Tatsu: /sangat terkejut/ "Ba-bagaimana mungkin? Bahkan 25 tahun ini terakhir ini kunikmati dengan begitu bahagia bersama Karin, aku benar2 telah mengikhlaskan Lily, ku memfokuskan segala perhatianku kepada Karin sehingga aku tak punya waktu lagi untuk memikirkan Lily."
Ryu: "Kuyakin kaupun pasti masih mencintainya bukan? Aku sudah mengambil keputusan, setelah Kana menikah, ku akan menceraikannya. Keputusanku sudah bulat, aku akan membiarkannya untuk mencari kebahagiaannya. Kau dan Lily berhak untuk bahagia. Kurasa kebahagiaanku adalah melihat Kana hidup bahagia bersama pria yang ia cintai."
Tatsu: "Bagaimana kau bisa mengambil keputusan seperti itu. Apakah 27 tahun yang telah berlalu hanya sia2? Apakah kau juga akan membuat pengorbananku dan Lily menjadi sia2?"
Ryu: "Dalam kondisi sekarang ini, kau tau bukan, tak ada satupun yang bahagia, baik kau, Lily, maupu aku. Jika kau bersama Lily, setidaknya 2 orang diantara kita berbahagia. Aku sudah berjuang 27 tahun, tapi sepertinya memang gagal."
Tatsu: "Tak ada jaminan kami akan bersama setelah kau berpisah dengannya. 27 tahun telah berlalu, banyak hal yang telah terjadi, tentu banyak hal pula yang telah berubah."
Ryu: "Setidaknya ia terbebas dariku."
Tatsu: "Lalu bagaimana dengan putrimu? Kau akan merestui hubungannya?"
Ryu: "Dari awal aku tak pernah menentangnya. Aku paham betul menderitanya Lily karena terpaksa hidup denganku. Aku tak ingin putriku hidup seperti itu. Tapi, ku belum bisa meyakinkan Lily. Lily masih ngotot ingin menjodohkan Kana dengan seorang level A dari Italy."
Tatsu: "Coba biarkanlah putrimu itu berbicara langsung dengan Lily, kurasa Lily akan lebih memahaminya jika ia benar2 tahu langsung dari putrimu bagaimana perasaanya."
Ryu: "Iya kau benar."
Tatsu: /melihat jam tangannya/ "aku harus pulang, Karin tak akan tidur sebelum aku datang. Lain kali jika kau ingin aku akan membawa Karin untuk bertemu denganmu."
Ryu: "Terima kasih"
__ADS_1