
Arai Takahashi
Kana POV
Aku terbangun tepat satu jam sebelum jadwal kuliah berlangsung. Teman-temanku di kelas cukup baik. Sepertinya aku akan cepat bisa beradaptasi. Ternyata di kampus ini cukup banyak vampirnya, pantas sana ada asrama khusus vampir. Beda dengan kampusku dulu yang paling hanya ada satu dua vampirnya. Aku kembali ke asrama dengan perasaan riang ya memang pada dasarnya aku tipikal yang ceria. Tepat jam 8 malam aku tiba di asrama. Betapa kagetnya aku ketika kujumpai di ruang tengah asrama telat siap semacam pesta sambutan kecil yang kurasa ditujukan untukku. Tak ada satupun orang yang kukenali, aku melongok-longok mencoba mencari keberadaan Keima agar aku tak terlalu kikuk.
Tiba2 ada sesosok pria bekelas yang memiliki aura sangat mengintimidasi datang menghampiriku.
Arai: "Selamat datang Kana, di asrama bulan, ku harap kau suka sambutan kami." /ucapnya dengan wajah datar/
__ADS_1
Kana: "Apakah kamu Arai Takahashi? Senang bertemu denganmu..." /mengangkat sedikit rok dan sedikit memendek memberi penghormatan/
Arai: "Iya. Aku Arai. Tidak usah seformal itu. Berkenalanlah dengan seluruh penghuni asrama ini. Lea akan menemanimu dan menjelaskan apa2 yang belum kau pahami."
Seiring dengan ucapan Arai, sesosok gadis mungil level B datang menghampiriku. Wajahnya tampak sangat ramah, kulitnya sangat putih, ada lesung pipit di pipinya, matanya agak sipit namun hidungnya mancung.
Lea: "Kenalkan namaku Leana Akizuki. Nona bisa memanggil sy Lea. Sy paling senior di asrama ini. Dan aku ditugaskan oleh Arai untuk menjadi pendamping anda nona Kana." /memberikan salam penghormatan dengan membungkukkan badannya/
Para penghuni asrama: "Sesuai kehendak anda, nona." /serempak dan semua memberi hormat/
__ADS_1
Arai: "Seperti yang kalian ketahui, Kana adalah calon istriku. Namun ada sesuatu yang ingin kutegaskan di sini. Kami belum akan segera menikah dan aku tidak akan mengekang Kana atau melarangnya bergaul, aku membebaskan Kana untuk bergaul dengan siapapun. Jangan sungkan untuk menjadi akrab dengan Kana." /ungkapnya dengan tegas/
Aku senang ternyata Arai membebaskanku. Begitu acara makan2 dan ramah tamah selesai, kamipun bubar dan semua kembali ke kamar masing2, ada juga yang ke kampus karena mengambil kuliah malam. Araipun pergi, katanya ada urusan mendesak. Tinggallah aku berdua dengan Lea. Lea banyak bercerita kepadaku mengenai Arai, keluarga Arai yang tewas terbunuh dan hanya tersisa Arai dan adik perempuannya. Tentang asrama bulan yang seluruh penghuninya adalah vampir level B plus dua vampir level A, aku dan Arai.
Kana: "Terima kasih Lea. Aku merasa sangat terbantu dengan keberadaanmu. Kuharap kau bisa sering main ke kamarku agar aku bisa tau lebih banyak lagi." /ucapku sambil berdiri hendak melangkah ke kamar/
Lea: "Syukurlah jika Kana merasa terbantu dengan keberadaanku. Aku akan selalu ada untukmu." /tersenyum sangat manis/
Kana: "Terima kasih"
__ADS_1
Aku clingukan mencari Keima, aku benar2 tak melihatnya dan sama sekali tak merasakan auranya di sekitar sini. Aku sangat penasaran. Kata Lea, Kei sangat dekat dengan Arai, ia sudah seperti tangan kanan Arai, ke mana2 biasa bersama Arai. Tapi kok kali ini dia berada jauh dari Arai. Aku tak bisa menutupi rasa penasaranku.
"Ah, sedari tadi aku tak melihat keberadaan Keima, kemanakah dia?"