Putri Vampir

Putri Vampir
3. Keima Hiroshi


__ADS_3

Keima Hiroshi


Kana POV


Walaupun telah kembali ke Jepang, aku tetap diwajibkan untuk tinggal di asrama kampus. Terlebih calon suamiku adalah ketua asrama, jadi dengan tinggal di asrama ibuku menganggap akan lebih mudah bagi kami saling beradaptasi. Sudah kuputuskan ku akan mengalah dan mengikuti keinginan ibuku.


Ayah: "Kau yakin akan tinggal di asrama? Ayah khawatir Arai menodaimu."


Pipiku langsung bersemu merah, dalam hatiku "Bagaimana mungkin aku bahkan tak mengenal Arai sama sekali, bagaimana hal seintim itu bisa terjadi?!". Akupun mendengus kesal.


Aku: "ayah! Apakah putri ayah ini tampak seperti perempuan murahan seperti itu?"


Ibu: "lagian ayah, Arai pria terhormat, mana mungkin ia gegabah seperti itu. Kalau itu sampai terjadi, ibu sendiri yang langsung membunuhnya." /Ibu menatap tajam/

__ADS_1


Ayah: "Hahaha... ok2. Ayah percaya putri ayah ini mampu menjaga kehormatan dirinya." /mengusap kepalaku lembut/


. . .


*di asrama*


Aku disambut oleh seorang pria yang sangat tampan dan ramah. Tapi aku bingung ketika harus menebak dia level berapa. Aura sepertinya belum pernah kutemui sebelumnya. Wajahnya tampak seperti vampir berdarah murni, berwibawa, mengintimidasi. Namun auranya terlalu lemah untuk seorang level A. Tapi terlalu kuat juga untuk seorang level B. Ah, rasanya ada yang salah dengan indra pengenalanku. Pria itu bilang namanya adalah Keima Hiroshi. Tampaknya Hiroshi bukanlah marga vempir berdarah murni, kini kuyakin bahwa dia level B. Katanya ia adalah wakil ketua asrama ini.


 


Keima: "Silahkan putri, sy akan mengantarkan putri ke kamar putri." /membukakan sebuah kamar untuk kana/


Kana: "Keima, jangan panggil aku putri, panggil saja aku Kana. Aku terbiasa hidup ditengah2 manusia jadi tak ada yang memanggilku putri. Aku tak akan mengizinkan siapapun memanggilku putri. Panggil saja aku Kana."

__ADS_1


Keima: "Itu tampak agak kurang sopan. Arai pun tak ingin dipanggil tuan atau pangeran atau raja. Jadi baiklah sy akan memanggil anda Kana. Sebaliknya, cukuplah anda memanggil sy Kei."


Kana: "Ok baiklah Kei, tolong jangan gunakan bahasa formal ya..."


Kei: "baiklah..." /tersenyum/ "jika utuh sesuatu sampaikan saja ke pelayan, atau penghuni asrama lainnya, kami semua di sini untuk melayanimu dan Arai. Jadi jangan sungkan.


Kana: /karena lelah, langsung masuk ke kamar n menutup pintu, tapi ia buru2 membuka pintunya kembali karena ingat sesuatu/ "Kei, ketika Arai datang, tolong katakan padanya untuk menemuiku. Aku sangat penasaran seperti apa dia." /tersenyum agak centil, langsung menutup kembali pintu kamarnya/


Kei: 'Gadis yang sangat cantik.' /batinnya/


Keipun segera kembali ke kamarnya karena beraktivitas di siang hari bagi seorang vampir sangat menguras tenaga. Ia belum tidur sama sekali karena diberi tugas untuk menyambut Kana. Lelah dan rasa kantuk membuat ia langsung berbaring di kasur. Entah kenapa rasanya wajah Kana tampak terus di depan matanya. Dalam hatinya, "Kau sangat cantik bagaikan seorang dewi, sayang sekali kau harus menikah dengan Arai yang tidak mungkin mencintaimu. Haruskah kubilang kepadanya kalau Arai sangat mencintai adik kandungnya? Ah, Kana tampak sangat menantikan perjumpaannya dengan Arai. Aku tak boleh membuatnya kecewa begitu cepat. Lagipula, mungkin Arai akan berusaha untuk mencintainya, toh sampai sekarang Arai tak pernah membatalkan rencana pernikahan tersebut."


Kerena mata yang sangat lelah, tak lama, akhirnya Kei tertidur.

__ADS_1


*kamar Kana*


Kana: "Keima Hiroshi, pria yang sangat menarik, wajah yang tampan, sikap yang ramah, aura yang membuat penasaran. Aku bertaruh, banyak wanita yang jatuh cinta pada pandangan pertama kepadanya. Termasuk aku..." 'pletakkk' /Kana menjitak kepalanya sendiri/ "Bodoh kamu Kana! Dia hanya seorang level B. Menaruh hati kepada seseorang yang lebih rendah darimu, hanya akan mengundang bencana. Hilangkan, hilangkan..."


__ADS_2