Putri Vampir

Putri Vampir
11. Bodoh


__ADS_3

Bodoh


Author POV


Kana menangis sepanjang malam di kamarnya, di luar ayah dan ibunya panik kerana sudah berbagai macam cara untuk masuk ke kamar Kana, tetap tidak bisa. Kana telah memasang pelindung tak tertembus di sekeliling kamarnya. Ya, Kana memang sangat ahli dalam pertahanan. Sampai sekarang, ayahnya pun tak mampu menembus pertahananya.


Menjelang pagi karena lelah menangis, Kana tertidur. Tertidur membuat pertahanannya melemah dan ayahnya bisa menembus pertahanannya dan teleport bersama ibunya ke dalam kamar.


Di lihatnya penampilan Kana sangat kacau, make upnya berantakan terkena air mata, bantal2nya basah pun karena air mata. Pakaiannya tampak sangat kusut, kelopak matanya terlihat bengkak karena terlalu lama menangis.


Ibu: "Ayah, apa yang terjadi pada putri kita. Kenapa ia seberantakan ini. Apa yang terjadi kepadanya?" /mendekati Kana, mengusap lembut pipi Kana sambil menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah Kana/


Ayah: "Aku akan menemui putra Takahashi itu. Kalau perlu aku akan membunuhnya. Anak kita tak pernah sehancur ini sebelumnya." /mengepalkan tangan kuat karena kesal/


Ibu: "Tunggu. Sebaiknya kita tunggu Kana bercerita dulu. Kita tak boleh sembrono sebelum tau duduk perkaranya."


Ayah: "Oh iya, kau benar. Jika aku sampai salah langkah bisa saja akan ada nyawa yang melayang sia2." /mulai tenang/


Ayah dan ibu memutuskan untuk membiarkan Kana istrirahat dulu. Mungkin ketika bangun nanti kana sudah lebih tenang dan dapat menceritakan semua.

__ADS_1


di rumah pinggir danau Kei


Kei tampak sangat frustasi hingga beberapa kali memukul2kan tangannya ke tembok, luka, berdarah, pulih kembali dan begitu seterusnya.


Kei: "Bodoh, bodoh! Kenapa aku sangat bodoh!" /*** rambutnya sendiri/


Batin Kei "Bukankah aku yakin kalau Kana juga tertarik kepadaku. Tapi kenapa reaksinya seperti ini? Apakah dia lebih tertarik kepada Arai? Atau dia memang sangat tak menyukaiku. Aku benar2 telah salah langkah, sekarang hampir tidak mungkin perasaanku akan terbalaskan." /Kei semakin frustasi dan terus mengutuk kebodohannya/


sore hari di asrama


Hari ini sebenarnya Kana janjian dengan Lea untuk ke salon bersama. Tapi Lea tak merasakan aura Kana, Lea pun masuk ke kamar Kana karena ia memang sudah mendapatkan hak khusus untuk dapat keluar masuk kamar Kana dengan bebas.


Lea: "Kana? Apakah ia kabur dari asrama? apakah ia bertekar dengan Arai? Ah sepertinya tidak. kan Arai sudah seminggu ini ke luar negeri. Apakah ia tak betah tinggal di sini? tapu bagaimana mungkin ia sama sekali tak mengabariku." /Lea jadi menyesal karena tak menemani Kana ke perpustakaan/


Saat hendak meninggalkan kamar Kana, Lea menemukan dua carik kertas yang terlipat. Tertulis yang satu untuk Arai dan yang satu lagi untuk Lea.


Lea: "Kenapa warna kertas ini sangat kelam dan ada bekas basah pada permukaan kertasnya? mungkinkah Kana menulis surat ini sambil menangis? tapi kenapa?"


Lea pun segera membuka dan membaca surat yang ditujukan untuknya,

__ADS_1


Dear Lea,


Aku sangat kacau Le, aku tak bisa tinggal di sini lagi. Kau tau bukan, Arai ingin menunda pertunangannya denganku? Maka mungkin lebih baik aku meninggalkan asrama ini, lebih baik aku kembali ke Paris saja. Aku ingin menenangkan diriku. Senang bisa berkenalan denganmu.


Jangan khawatir Le, aku tak akan kabur, aku pasti akan bertunangan dan menikah dengan Arai, 8 bulan yang tersisa, aku ingin melakukan sesuai dengan apa yang kuinginkan.


Sampai jumpa lagi...


~Kanata Yagami~



Terima kasih telah membaca cerita saya. Semoga para reader semua menyukainya. Mohon dukungannya dengan komen dan like ya... terima kasih.


Ditunggu kritik dan sarannya...


Salam hangat,


Sera

__ADS_1


__ADS_2