
Episode kali ini mengandung unsur 21+ ya readers... mohon bijak saat membaca. Pilih bacaan yang sesuai.
Semoga readers semua suka ya... happy reading...
Salam,
~ Sera ~
- - -
Inilah Harinya
Author POV
Melihat tubuh Kana yang sudah setengah terekspos membuat Keima mulai merasa gerah.
Kei: "Sayang, padahal ACnya menyala tapi kenapa rasanya sangat gerah..."
Kana malah cekikikan.
Kana: "Apa saat Reina itu telanjang di hadapanmu, kau juga merasa kegerahan?"
Kei: "Katanya muak dengan wanita itu? Kenapa disebut2 lagi namanya."
Kana: "Aku takut malam itu ia benar2 menyentuhmu."
Tiba2 air mata Kana menetes, tidak deras memang tapi jelas sekali ia merasa sangat sedih.
Kei: /menghapus air mata Kana/ "Maka, hapuslah sentuhannya dengan sentuhanmu, jika kau ragu apa aku sudah disentuhnya atau belum. Tapi sebenarnya aku lebih suka sayang percaya bahwa ia sama sekali tak menyentuhku selain membuka kancing kemejaku."
Kana: "Aku sangat benci dengan diriku sendiri, setiap aku mulai bermesraan denganmu ingatanku langsung mengarah ke malam itu... hikz... hikz..."
Kini tangisan kana malah bersuara.
Kei: "Sudah... cupcup sayang... saat menangis kecantikanmu luntur." /mengecup kening kana penuh cinta/ "Ayo kita mulai semuanya dari awal sayang, hanya kita, kita akan merajut cinta kita kembali sehingga lebih kuat. Ok?"
Kana: /mengangguk/
Kei: /menarik kana agar lebih merapatkan tubuhnya kepadanya/
Tanpa kana sadari, satu tangan Keima telah masuk ke dalam lingerie Kana, ia menemukam spot favoritnya.
Kana: /merem2 keenakan/ "ehhehhhmmmm... su-dah mulai ya?"
__ADS_1
Kei: /meremas2 gemas **** kana/
Kei memilih untuk tak menjawab pertanyaan Kana.
Kei terus meremas2nya bergantian\, kana terus menge**** dan mele*** keenakan.
Kei: "Suaramu sexy sekali sayang..."
Kana: "Awwwhhuuuhhhhmmmm..." /Kana sedikit agak mengaduh ketika tiba2 keima me***** lebih kuat/
Kei: "Tunggu sebentar ya..."
Karena merasa tak nyaman dengan pakaiannya, akhirnya keima melepas baju dan celana tidurnya menyusakan boxer saja.
Kei: "Ok, aku kembali..."
Keli ini langsung saja keima menindih tubuh kana.
Kana: "Hehhmmmmmaaahhhmm..." /kana mulai mengigit bibirnya menahan sensasi yanh ditimbulkan karena keima menindih tubuhnya/
Keima menggunakan lututnya sebagai tumpuan agar tak benar2 menindih tubuh Kana.
Keima mulai bergerilya di areal leher dan dada Kana dengan menggunakan bibirnya.
Kana: /melepas paksa ciuman Keima/ "Kau menyakitiku!" /sedikit mendorong tubuh Kei/
Kei: "Ma-af, aku kelepasan, setelah ini aku akan pelan2. Bolehkan aku melepas pakaianmu?"
Akhirnya keima memutuskan untuk melepas seluaruh pakaian mereka yang masih melekat, langsung menyembullah gunung kembar milik Kana. Keima langsung menelan ludahnya melihat pemandangan yang mejakjubkan di hadapannya.
Kei: "Tubuhmu sangat terawat sayang... indah sekali..."
Kana: "ma-tikan lampunya, aku malu..."
Kei: "Tak apa, lama2 sayang akan terbiasa..."
Kana: "Tapi kali ini, kumohon matikan lampunya... aku malu sekali..."
Kei: "Baiklah2..." /menggerakkan tangan tuk mematikan lampu/ "Sudah sayang..."
Keimapun langsung mematikan lampunya... sepertinya malam ini ialah yang harus aktif dan terus mengambil inisiatif. Kana sepertinya masih takut dan merasa malu.
Keima mulai mengecup2 **** kana\, meninggalkan beberapa tanda kepemilikan di sana. Dan bagian favoritnya adalah meng***** ****** Kana. Kini ia hisap keduanya secara bergantian. Itu membuat kana merancau tak karuan. Rasanya sangat nikmat hingga Kana tak bisa mengontrol dirinya.
__ADS_1
Tidak berapa lama, tangan Keima sudah bergerak mengusap perut rata Kana. Perlahan bergerak ke arah bawah menuju area sensitif Kana.
Kei: "Di sin-ni sudah sangat bas-sah..." /mengusapnya lembut, menggunakan telunjuknya untuk mencoba mencari lubangnya/
Aaaaaaahhhhhaaaaaaahhhh...
Kana tubuhnya menggelinjang tak karuan, pahanya bergerak mengapit area sensitifnya, membuat jari Kei terjepit di sana.
Kei: "Ayolah sayang... jangan ditutup seperti ini... ini baru akan di mulai."
Kana: "Ak-ku ma-lu..." /memejamkan mata mencoba menahan desahannya karena ternyata jari keima terus beraksi di dalam sana./
Keima menggerakkan tangannya yang lain untuk membuka selang****** kana.
Kana: "Pel-lan2 saja... ap-pakah a-kan saki-kit??"
Kei: "Aku akan pelan2, mungkin memang pertama2 akan sakit, tapi setalah itu akan terasa enaknya."
Pergulatan pertama Kana dan Keima malam itupun berlangsung. Kei berhasil mengambil mahkota Kana. Kana sempat menangis kesakitan ketika Kei menembus selaput daranya dalam sekali hentakan.
Kana hanya sanggup memberikan 2 ronde untuk Keima, Keima membujuk untuk meminta lagi namun ternyata ia tak tega melihat Kana yang penuh dengan peluh dan tampak terus menahan sakit.
Kei telah mengakhiri ronde 2 dengan gagah perkasa. Ia tampak masih sangat bugar.
Kei: "Seka-li lagi ya sayang?"
Kana: "masih sakit sekali..." /mencengkeram lengan keima/
Kei: /memeriksa area sensitif Kana/ "Sayang, masih ada sedikit darah yang mengalir, sepertinya aku membuat sedikit robekan. Apakah aku perlu menyembuhkannya? Bukankah kau bisa melakukam regenerasi sendiri?"
Kana: "Tak per-lu, ku ingin menikmati rasa sakitnya..." /tersenyum sambil menahan sakit/ "di sakit inilah tempat ber-kesannya..."
Kei: "Terima kasih untuk penyerahmu sepenuhnya malam ini sayang... aku senang karena akulah yang pertama..." /mengecup kening Kana penuh cinta, setelah itu ia menyelimutkan selimut ke tubuhnya dan tubuh Kana/ "Sekarang tidurlah sayang... have a nice dream..."
Kana POV
Entah kenapa ini ternyata sakit sekali... mungkin memang seperti yang Keima bilang, ia membuat sedikit robekan... aku merasa sampai sekarang masih perih sekali, terasa ada yang masih mengalir dari dalam sana... kurasa itu darah. Dan memang aku mencium bau darah. Aroma darahku yang menyebar akan sangat berbahaya, karena akan memancing perhatian vampir2 lain yang berada di sekitar sini.
Dengan tenagaku yang tersisa kumemasang beberapa perlindungan disekitar apartemen ini.
Sementara Keima? Dia sudah tertidur. Mungkin dia lelah dengan segala aktivitasnya di kantor tadi.
Aku mencoba memejamkan mataku namun rasa sakit dan perih ini terus mengusikku. Maklumlah vampir sepertiku tak biasa merasakan sakit terlalu lama karena normalnya luka biasa bisa menutup secara instan ketika kumenghendakinya. Kemampuan regenerasi kami luar biasa. Tapi kali ini, sungguh aku ingin menikmatinya walau sangat sakit.
__ADS_1