
Kesempatan untuk Berjuang
Keima POV
Tiba2 aku menciun bau darah, sontak langsung kuhentikan aktivitasku.
Kei: "kana! apa yang kau lakukan?" /menyesap darah yang keluar dari bibir kana/
Kana: "Ka-u yang ap-pa yang kau laku-kan" /suaranya terdengar parau/
Kei: /aku mulai benar2 menyadari apa yang kulakukan/ "ma-afkan aku. Lagi2 aku kurang ajar padamu."
Kana: "Tu-buhmu ber-rat. Mau Sam-pai kapan kau di situ?" /berusaha menyingkirkan tubuh kei/
Kei: /Bangkit dari tubuh kana, tapi tetnyata senjataku sudah tegak menantang/
Kana: "ahahhmmmm..." /mendesah tertahan/
Kei: /ternyata senjataku menyenggol milik kana yang ternyata sudah cukup basah/ "ah, maaf. Aku ke toilet dulu."
Ternyata aku memang benar2 kurang ajar. Bisa2nya lagi2 aku berbuat seperti ini kepada Kana. Aku benar2 telah tergila2 olehnya. Dan sekarang, lagi2 aku harus puas dengan sabun.
Author POV
Pipi kana sudah sangat merah. Saking merahnya sepertinya ia tak akan berani menunjukkan wajahnya di hadapan kei. Tapi ini sudah kepalang tanggung, hasratnya sudah diubun2 tiba2 mereka berdua tersadar. Dan benar2 menjadi momen yang tak mengenakkan. Kei memutuskan menuntaskannya sendiri di kamar mandi dan Kana mungkin juga hendak menuntaskannya sendiri.
Kana masuk ke dalam selimut, ia mulai ***2 sensual ke payudaranya sendiri, ia bahkan sudah membuka kancing kemejanya agar lebih leluasa. Sesekali ia menilin2 putingnya sendiri. Ia berusaha mencapai klimaks dengan caranya sendiri. Sebenarnya ia tak pernah melakukan hal seperti ini. Tapi tetap saja harus dituntaskan.
Kanapun mencapai klimaksnya dengan diakhiri oleh desahan panjang.
Kei diam2 ternyata tak mengunci pintu kamar mandi, sengaja karena penasaran dengan tindakan Kana. Akhirnya kei juga terangsang untuk mencapai klimaks karena desahan dari kana yang memang benar2 keras dan menggoda.
Kei: 'aku harus bisa menahan diriku. Lain kali aku tak akan menyentuhnya tanpa persetujuannya. Ah sebaiknya aku segera menikahinya saja. Ini benar2 membuatku frustasi.' /batinnya/
__ADS_1
Keipun sekalian mandi. guyuran air membuatnya sadar sepenuhnya dan hilanglah hasrat seks yang sedari tadi memenuhi ubun2nya.
Kana pun telah bersiap untuk mandi begitu kei kekuar dari kamar mandi. Kana sudah siap dengan segala keperluan mandinya.
Kana benar2 malu dengan apa yang telah terjadi.
keesokan harinya
Kana POV
Syukurlah tak terjadi sesuatu yang tak diinginkan tadi malam. Akan sangat gawat jika sampai kelepasan, mengingat ini adalah masa suburku dan perbuatan seperti itu sungguh tidak pantas.
Oh iya. sejak kembali ke luar negeri, aku kembali hidup ala manusia. Tidur di malam hari dan beraktivitas di siang hari.
Pagi ini pelayan telah menyiapkan sarapan untukku dan kei. Sarapannyapun udah mirip sarapan manusia.
Di meja makan, kumulai obrolan bersama Kei.
Kei: "Aku tau, aku memang lancang. lagi2 aku terbawa suasana. lagipula aku tak mengira kana akan menciumku."
Kana: "Kei, besok aku akan kembali ke Paris, sidang akhirku sebulan lagi. Aku akan wisuda 2 bulan lagi. Jadi kau punya waktu 2 bulan untuk membuat rencana pertunanganku batal."
Kei: /langsung menatapku/ "hah? Setelah apa yang kau dengar dariku, kau tak langsung membatalkan rencananya?"
Kana: "Aku belum melihat kesungguhanmu di hadapan orang tuaku. Mana mungkin aku membatalkan pertunangan, padahal belum jelas aku akan bersama orang yang kucintai atau tidak."
Kei: "Lalu bagaimana? Apa aku harus melamarmu?"
Kana: "Jika kau tak bisa menahan hasratmu kepadaku, maka, jalan satu2nya untukmu adalah menikahiku."
Kei: "Tanpa bertemu denganmu sekarang inipun aku sudah berencana menemui ayahmu. aku sangat serius kana. Aku benar2 ingin menikahimu."
Kana: "Temuilah ayahku. jika kau bisa meyakinkannya. Kau akan mendapatkan dukungan yang kuat."
__ADS_1
Kei: "Kana, ku punya sesuatu untukmu. Sesuatu yang sebenarnya ingin kuberikan di malam waktu itu." /mengeluarkan sebuah kotak agak panjang./
Kana: "kau tidak sedang menyogokku kan?"
Kei: "tentu tidak. ini adalah bukti kepemilikanku. Mulai hari ini, kau adalah kekasihku." /membuka kotaknya. ternyata berisi kalung berliontin huruf k double 'KK' dan di masing2 huruf Knya terdapat banyak berlian/
Kana: "maksudnya K untuk keima dan K untuk kana?"
Kei: /mengangguk/ "Kupasangkan di lehermu ya?"
Kana: /ku mengangguk lalu mengangkat rambutku agar kei mudah memasangnya/
Kei: /memasangkannya, begitu selesai ia mencium puncak kepalaku/ "Ternyata memang sangat cocok untukmu."
Kana: /aku memegang liontinnya dan mengamatinya dengan seksama/ "Yakinkanlah kedua orang tuaku dan hadirlah di acara wisudaku. aku punya banyak target di tahun depan. Jadi sebisa mungkin aku ingin menikah setelah wisuda. Tapi aku sama sekali tak mau menikah tanpa restu orang tuaku."
Kei: "Aku akan berjuang. Terima kasih telah memberiku kesempatan."
Kana: "Sudah sana2... pergi ke kantor."
Maaf hari ini hanya upload 1 episode saja.
Sy sedang kurang sehat. Mohon doanya.
Cuaca sedang ekstrim. Sehari ini tadi sy sudah mimisan 2 kali.
Ditunggu kritik dan sarannya...
Terima kasih...
~ Sera ~
__ADS_1