
Dua Putri Vampir
Author POV
Kana dan Karin sepekat memikirkan semua masalah dengan kepala dingin, mereka ingin mencari solusi terbaik untuk membantu ayah dan ibunya menyelesaikan masalah.
Kini Kana dan karin tengah mengobrol di teras samping.
Kana: "Besok pagi, kakak harus berbicara dengan ibu ya? Aku akan berbicara dengan ayah."
Karin: "Baiklah. Oh ya Dek, ada sesuatu yang menggangguku sedari tadi. Siapakah pria bule yang tadi sempat ada di rumah ini?"
Dani: /tiba2 muncul/ "Kenalkan namaku Daniel Rinaldy." /mengulurkan tangannya ke Karin/
Kana: "ehm ehm... mentang2 putri impiannya akhirnya ditemukan sampai rela menunggu di luar sini begitu lama demi bisa mencuri temu..."
Karin: "Kenalkan namaku Karin Ikeda." /menerima uluran tangan Daniel/ "apa maksudmu kana?"
Kana: /berbisik ke Karin/ "Kak, Kak dani ini, hampir setiap malam memimpikanmu. Ia bahkan pernah bermimpi bercinta denganmu. Katanya kau begitu nyata di dalam mimpinya. Ia jatuh cinta kepadamu di dalam mimpinya. Hal tersebut membuatnya tidak pernah menyukai wanita selain sosokmu kak."
Karin: /blush/ "A-pa benar Daniel sering memimpikanku? Sejujurnya akupun sedang mencari sosokmu di dunia nyata." /ucap Karin sangat jujur/ "Ada seorang pria yang aku tumbuh besar bersamanya di dalam mimpiku. Wajah pria itu sama dengan wajahmu."
Dani: "Seumur hidupku kuhabiskan untuk mencarimu. Ternyata kau di UK ya? Aku memag tak pernah ke sana."
__ADS_1
Karin: "Bukan hanya itu, aku memang tak seperti wanita bebas lainnya. Aku lebih banyak di rumah. Fisikku sangat lemah. Sehingga aku tak boleh terlalu sering berada di dunia luar."
Dani: "walaupun kau lemah, kelak kau akan melahirkan anak2 yang kuat."
Karin: "Bagaimana kau tahu itu?"
Dani: "karena di mimpi terakhirku kita berlibur dengan kapal pesiar bersama dengan anak2 kita, anak2 kana dan keluarga lainnya. Kita keliling Eropa."
Karin: "Itu hanya mimpi. Bagaimana mungkin aku bisa melahirkan seorang anak jika fisikku selemah ini. Aku sebenarnya adalah vampir kau tahu itu kan? Jika aku mengandung, bayi yang kukandung adalah bayi vampir, aku tak akan bisa memberikan nutrisi yang cukup untuknya. Ah, bicara apa sih aku ini. Kita berbicara terlalu jauh."
Dani: "Kau tau? Terkadang mimpi seorang vampir adalah penggambaran masa depan."
Karin: "Sebaiknya kau pulang. Aku masuk dulu ya... terima kasih telah menyapaku. Terima kasih telah menunjukkan bahwa pria yang begitu baik padaku di dalam mimpiku adalah nyata." /tersenyum lalu masuk ke dalam rumah/
Kana: /masuk ke dalam rumah mengikuti karin/
Karin dan kana telah berada di kamar kana.
Kana: "Kakak, maukah engkau tidak sekasur denganku? Dari kecil aku selalu berharap mempunyai saudara perempuan agar bisa berbagi tempat tidur, berbagi mainan, berbagi segalanya dengannya."
Karin: "Benarkah? Aku juga selalu berharap punya saudara."
Kana: "Karin-nee... bolehkah aku memelukmu?"
__ADS_1
Karinpun mengangguk.
Kana: /memeluk Karin/ "Terima kasih telah mengunjungi kami. maaf atas gambaran keluarga yang begitu buruk."
Karin: "Selama ini aku selalu takut menghadapi kenyataan. aku selalu merasa tak siap menemui kalian. Tapi mungkin seharusnya 2 tahun yang lalu begitu aku tahu kenyataanya, aku langsung menemui kalian."
Kana: "Setidaknya jika ayah dan ibu berpisah, aku tahu bahwa aku tak sendirian. Ku memilikimu kak..." /mengeratkan pelukannya/
Karin: "Aku tak akan membiarkan itu terjadi."
Maaf ya reader, cerita tentang Karin dan Daniel akan dibahas secara detail di Putri Vampire 2. Ditunggu ya... Karena kalau dibahas di sini akan bercabang terlalu banyak. Takutnya para reader bingung dengan alur ceritanya...
mohon kritik dan sarannya...
semoga reader semua menyukai cerita sy.
terima kasih...
Salam,
Sera
__ADS_1