Putri Vampir

Putri Vampir
27. Kan Ku Jaga Kehormatanmu


__ADS_3

Episode kali ini bermuatan 21+ jadi mohon untuk lebih selektif dalam memilih bacaan. Dikhusukan untuk yang sudah menikah, yang merasa tidak nyaman dengan isi konten, mohon untuk tidak membaca. terima kasih...


Selamat membaca...


___


Kan Ku Jaga Kehormatanmu


Keima POV


Sepanjang perjalanan dari kediaman keluarga Ikeda, menuju hotel tempat aku dan Kana menginap, Kana terus menangis.


Kana: "hikz... hikz... Kenapa kakak sama sekali tak peduli denganku? Kenapa kakak bahkan tak ingin bertemu dengan ayah dan ibu. Kakak bahkan ingin aku melupakan keberadaannya. Itu artinya kakak akan melupakan keberadaanku juga? Kei, kenapa kekuargaku seperti ini?"


Kei: "Tenangkan dirimu Kana, tenang... aku akan memikirkan cara agar Karin bisa menerima kalian semua."


Akhirnya kamipun tiba di hotel. Kami hanya memesan satu kamar, tapj dengan dua tempat tidur. Cukup berbahaya membiarkan Kana di kamar sendirian dalam kondisi kalut seperti ini.


Entah apa yang Kana pikirkan, ia justru hendak mengganti bajunya tepat di hadapanku.


Kana: /baru menurunkan resleting delan gaun yang kenakan/ "Heng? Kenapa? Kau takut? /berjalan mendekati Kei dan langsung saja mengalingkan kedua tangannya di leher Kei/

__ADS_1


Kei: "Tentu aku takut, kau yang bilang bukan tak ingin kusentuh sebelum kita resmi menikah?"


Kana: "Sepertinya aku berubah pikiran." /berbisik mesra di telinga Kei/ "Bukankah jika aku mengandung anakmu, semua akan menjadi lebih mudah? Ayah dan ibu tak mungkin menentang hubungan kita. Pasti kita akan segera dinikahkan." /menjilat daun telinga Kei, ia sengaja ingin merangsang Kei/


Kei: "Apa kau yakin? Apa kau sudah siap emngandung bayi vampir, kata orang2 mengandung bayi vampir itu sangat menyakitkan, setiap hari seolah ada vampir yang tampa henti menghisap darahmu. Selama mengandung, kau akan menjadi sangat lemah."


Kana: "Aku sudah banyak membacanya, kau seorang lv B dan aku lv A, tentu bayi yang akan kukandung tak akan sekuat bayi lv A murni. Kurasa aku akan sanggup." /perlahan mengusap dada bidang Kei sensual/


Kei: "Uhhmmm..." /desahanku kutahan, aku masih tak merespon tindakan2 Kana/


Aku berusaha tidak merespon langsung rangsangan Kana\, tapi saat aku menundukkan kepalaku\, kulihat ******** Kana mulai menyembul keluar\, kulihat branya berwarna pink\, dengan renda yang sangat cantik. Kurasa ukuran dadanya cukup besar\, bra tak mampu menyembunyikannya dengan sempurna. Kutelan ludahku yang mulai tetasa penuh di dalam mulutku. 'Tahan kei... tahan... ini bukan benar2 keinginan Kana. Ini hanya bagian dari emosinya yang sedang labil' /batinku/


Kana: /mendoroku hingga aku terbaring di tempat tidur, dan ia tanpa sungkan2 **** tubuhku./


Rasanya\, aku hampir saja lepas kendali\, kulumat bibir Kana dan akupun berguling hingga menindihnya\, sesekali kuremas ****nya dan jika aku tak sadar mungkin aku benar-benar mengambil kehormatan Kana.


Tiba2 aku teringat sesuatu, teringat janjiku pada ayah kana. Bahwa aku akan menjaga kesuciannya. Bahwa aku tak akan merusaknya. Aku akan menikahinya dan mahkotanya barulah layak untuk kumiliki di malam pertama kami.


Akupun menghentikan aktivitasku. Kana tampak kaget.


Kana: "Ke-napa berhenti?" /tampak kecewa dan masih menginginkan lebih/

__ADS_1


Kei: "Malam ini aku tak punya persiapan apapun untuk mengambil mahkotamu. Aku ingin mengambilnya di malam yang jauh lebih indah, malam romantis milik kkta berdua." /mengusap pipi Kana lembut/


Kana: /menggembungkan pipinya/ "itu akan sangat lama."


Kei: "Aku akan sabar menantikannya. Karena pada malam itulah semua perjuanganku akan terbayarkan."


Akupun bangkit dari atas tubuh kana, lalu kututup tubuh setelah polos kana dengan selimut. Akupun bergegas ke kamar mandi, sebelum aku mulai menggila lagi.


Kana POV


Kana: /tersenyum penuh kelegaan/ 'ternyata ia lulus ujianmu ayah, ujian yang kau titipkan kepadaku Kei berhasil menghadapinya dengan baik.'


beberapa waktu Kei di dalam kamar mandi, mungkin ia tengah menuntaskan hasratnya. ternyata dia masih bisa menahan dirinya. Ah, malu sekali rasanya. bagaimana mungkin aku bisa mengambil inisiatif sampai seperti ittu. Pasti Keima sekarang berfikir yang tidak-tidak tentangku.


Akupun bangkit, mengganti pakaianku. Kerana akibat ulah Keima, gaun dan semua pakaianku tapak sangat berantakan.


Kini aku mengenakan gaun tidur.


ku tunggu Kei keluar dari kamar mandi.


Kana: "Selamat kau lulus test tuan Keima Takashi..."

__ADS_1


Kei: "Ha? test apa?" /berfikir sejenak./ "Oh, kau hanya menggodaku sebagai test. dasar! untung aku tak benar2 memakanmu."


Kana: "Sebelum kau lakukan itu, aku akan memukulmu terlebih dahulu." /melotot garang/


__ADS_2