
**Bermalam di Hotel
*Keima POV***
Kei: “Syukurlah Karin menyelamatkanku. Hufh, rasanya sangat menegangkan menjawab semua pertanyaan para tetua keluargamu.” /menghembuskan nafas lega/
Kana: /tertawa/ “begitulah mereka sayang, makanya sayang sudah kuperingatkan kan?”
Kei: “Iya, benar-benar lelah sekali.”
Kana: /menyadari dekorasi ruangan, sungguh indah kamar romantis dengan dominan warna putih dan pink/ “Apakah kau sayang yang menyiapkan semua ini?”
Kei: “Aku hanya memberi instruksi dari telepon, pihak hotellah yang menyiapkan semua ini. Bagaimana? Kau suka sayang?”
Kana: “Iya aku suka.” /tengah berusaha membuka pengait gaunnya/
Akupun berinisiatif membantunya.
Kei: “Sini kubantu.” /melepaskan pengait gaun Kana sekalian menurunkan resletingnya, langsung terpampanglah punggung mulus Kana/
Ku langsung tergerak untuk mencium punggung Kana. Aroma tubuhnya sangat harum padahal ia sudah berjam-jam mengenakan gaun ribet seperti ini, seharusnya ia sudah sangat berkeringat.
Kana: /tampak sangat gugup/ “A-ku akan mengganti pakaianku di kamar mandi.” /mengambil pakaian ganti di tas lalu berlari ke kamar mandi/
Sial, ia benar2 tak memberiku kesempatan.
Akupun mengganti pakaianku dengan pakaian tidur, sambil menunggu Kana, kurebahkan tubuhku ke Kasur.
Tak lama kudengar suara Kana berteriak dari kamar mandi.
Kana: “Sayang, bisakah kau mengambilkan kantong hitam yang ada di koper kepadaku?”
Kei: /langsung bangun/ “Kantong hitam?”
Kana: “Iya, cepatlah.”
__ADS_1
Hanya ada satu kantong hitam di koper jadi mudah saja bagiku untuk menemukannya.
Aku sudah kepikiran untuk menjahilinya.
Kei: “Ini sayang, aku sudah menemukannya, bukalah pintu kamar mandinya.”
Kanapun menjulurkan tangannya keluar kamar mandi untuk menerima kantong hitam dariku. Seketika aku langsung membuka lebar pintu kamar mandi, menjatuhkan kantong hitam dan menarik Kana ke dalam pelukanku. Aku sudah membayangkan tubuh t**** Kana.
Kana: “Eh? Sayang? Apa yang kau lakukan, aku harus cepat, sebelum tembus.”
Kei: “Tem-bus?”
Kuperhatikan tubuh Kana, ia sudah berpakaian lengkap, baju tidur bernotif polkadot warna biru, baju tidur yang sama dengan yang tengah kugunakan. Batapa kecewanya aku, ternyata Kana telah selesai mengenakan pakaiannya. Aku tak bisa menyembunyikan rasa kecewaku.
Kei: “Kok cepet banget udah pakai baju?”
Kana: /tampak bingung, habis itu langsung tertawa puas sekali/ “Hahahahahahahaha… kau berharap memeluk tubuh t****ku sayang? Maaf kali ini kau harus menelan kekecewaan.” /menarik hidungku sekilas/ “Aku butuh kantong hitam” /mengambil kantong hitam lalu masuk kembali ke kamar mandi dengan cepatnya/
Kana POV
Kana: “Syukurlah, tidak sampai tembus. Sayang sih terlalu lama.” /begitu keluar dari kamar mandi, kulihat Kei sudah tertidur lelap, sepertinya ia sangat lelah/
Kukecup keningnya lembut, kupakaikan selimut kepadanya.
Kana: “Selamat tidur sayang… tidur yang nyenyak ya…”
Karena fashion show perdana karya-karyaku sudah seminggu lagi sementara ada beberapa desain yang masih harus diperbaiki karena setelah dijahit bajunya ada beberapa hal yang membuat tidak nyaman untuk digunakan, kuputuskan untuk membuka laptopku, membuka email dan membaca laporan-laporan dari para penjahil dan beberapa model yang sudah mencoba mengenakan pakaianku.
Kana: “PRku masih banyak ternyata. Yang ini bagian ini harus di buang saja agar lebih nyaman. Yang bagian ini harus ditambah hiasan agar tak terlalu polos. Dan yang ini hmmmm… apa perlu ditambah kantong agar lebih mudah untuk menyimpan sesuatu.” /menarik nafas dalam/
Entah kenapa otakku rasanya buntu. Pusing, kehabisan ide. Kalau saja aku sedang di Paris, mungkin aku akan mendapatkan banyak saran dari teman-temanku.
Aku melihat jam, waktu di Paris lebih cepat 4 jam dari di sini. Berarti sekarang di sana sudah jam 9 pagi.
Kulihat Kei masih sangat nyenyak. Kurasa tak masalah jika aku meninggalkannya setidaknya satu jam. Lagipula ia sangat lelah, ia baru saja tertidur sekitar 3 jam, mungkin ia baru akan terbangun di jam 2 atau 3 sore nanti.
__ADS_1
Kana: “Aku pergi sebentar ya sayang…”
Akupun berteleportasi ke apartemenku di Paris, mengganti pakaianku dan segera kukeluarkan mobilku dari garasi. Akupun pergi ke asrama adik-adik tingkatku di kampus. Mereka adalah para juniorku di kelas desain. Kupikir menemui mereka adalah pilihan yang tepat, mengingat pemikiran mereka yang masih sangat segar, akan menelurkan ide-ide cemerlang.
Syukurlah Bety, Livia dan Silvia da di asrama.
Bety: “OMG, Kana! Apa yang kamu lakukan di sini? Bukankah tadi malam adalah hari pernikahanmu?”
Kana: “Iya benar sekali. Tapi aku sedang buntu. Aku butuh bantuan kalian. Fashion show nya sudah seminggu lagi. Semuanya harus sudah fix hari ini juga agar pakaian-pakaian yang akan dipamerkan selesai paling tidak H-2 pelaksanaannya.”
Silvia: “Kana, kau benar-benar gila, meninggalkan suamimu di malam pertama kalian.”
Kana: “Hello… aku akan membersamainya di hampir seluruh malam dalam sisa hidupku. Aku hanya meninggalkannya malam ini saja.”
Livia: “Oh Kana, apa kau tidak tahu arti dari malam pertama bagi seorang pria? Ia sudah membayangkan dari jauh-jauh hari bahkan sebelum hari itu tiba, ia sudah membayangkan betapa nikmatnya tubuhmu bahkan sebelum menakhlukkan hatimu. Oh S*** Kana! Kau begitu kejam kepada suamimu.”
Livia ini memang mulutnya tidak bisa di kontrol ngomong kasar, fulgar, biasa aja, gak ada filternya nih mulut.
Kana: “Aku telah menghabiskan 10 tahunku untuk fashion show ini, kalian tahu kan? Bahkan jauh sebelum aku mengenal Keima, ini sudah menjadi cita-citaku. Kali ini sudah di depan mataku, lalu aku aku harus menyerah dan pasrah? Tidak-tidak, kesempatan ini mungkin saja tidak akan datang lagi.”
Bety: “Oke teman-teman, jika kita ingin Kana segera kembali kepada suaminya, kita harus segera membantunya.”
Silvia: “Baiklah, katakan apa yang kau perlukan Kana.”
Livia: “Suami yang begitu sempurna bisa-bisanya kau mengabaikannya di malam pertama kalian. Yang benar saja, jika ada wanita penggoda mengetahui ini, mungkin ia akan menerkam suamimu ke dalam pelukannya.”
Bety: “Hush! Tutup mulutmu Livia!”
Cukup lama aku sharing dengan mereka. Tepat seperti dugaanku. Mareka memberikan ide-ide brilian kepadaku. Syukurlah aku membuat keputusan yang tepat dengan menemui mereka.
Aku merasa sangat bahagia, rasanya semuanya akan berjalan dengan sangat lancar.
Kana: “Aku harus segera pergi. Terima kasih… aku akan memberikan hadiah kepada kalian.”
Tiba-tiba HPku bergetar, ada beberapa pesan foto masuk. I-ini?
__ADS_1