
Mohon maaf, episode kali ini bermuatan dewasa ya reader... khusus untuk yang sudah 21+ aja. Mohon selektif dalam memilih bacaan.
Terima kasih...
Salam,
Sera
Pertama Kali
Author POV
Sesuai dengan permintaan Ryu, Lily memindahkan semua barang2nya ke kamar utama kediamannya. Karena sudah 20 tahu belakangan ia tak pernah lagi tidur di kamar utama itu. Hanya Ryu yang setia mendiami kamar tersebut.
Lily: "Kau masih memasang foto itu besar2 di sana?" /membuka obrolan ketika membuka obrolan begitu melihat foto pernikahan seukuran tubuh aslinya yang terpampang di dalam kamar tersebut/
Ryu: "Hanya foto itu yang mengingatkanku bahwa ikatan di antara kita itu nyata, bukan hanya sekedar khayalanku."
Lily: "Sekali lagi maafkan aku." /meletakkan beberapa pakaian ke dalam lemari/
Tiba2 Ryu telah memeluk Lily dari belakang. Mencium tengkuk Lily mesra.
Lily: "Hmmm... Ge-li... aku belum mandi... jangan dulu menciumku seperti itu."
Ryu: "Tanpa mandipun kau sudah harum. Tapi baiklah. Bahkan aku telah menantimu selama 27 tahun. Maka jika ditambah 30 menit saja kurasa aku masih sanggup."
Lily: "Terima kasih atas pengertiannya." /mengecup bibir suaminya seklas sebelum ngelonyor ke kamar mandi/
Ryu: "Mulai nakal ya..."
Ryupun menanti istrinya keluar dari kamar mandi dengan tidak sabar. Padahal ini bukan malam pertamanya. Bahkan ia kini telah berumur 55 tahun. Bagaimana mungkin ia merasakan gejolak yang seperti ini.
__ADS_1
Setelah beberapa lama.
Lily keluar dari kamar mandi mengenakan baju tidur berbentuk kimono. Yang sungguh luar biasa adalah Lily tampil cantik dengan penampilan mudanya. Ia menjelma menjadi gadis muda berumur 25 tahun. Usia dimana ia menikah dengan Ryu.
Melihat istrinya tampil muda, Ryupun merubah penampilannya menjadi berumur 28 tahun. Umur yang sama ketika ia menikahi Lily.
Ryu: "Aku tak ingin terkesan sebagai pria tua yang menyetubuhi putrinya sendiri. mengingat wajahmu sangat mirip dengan kana dan karin."
Lily: "hahahaha... aku tak keberatan dicumbu oleh pria berumur 55 tahun, jika pria itu dirimu." /tersenyum nakal/
Ryu: "Tunggu aku memakanmu beberapa saat lagi" /menghampiri Lily dan segera menggendongnya ke tempat tidur/
Ryu sengaja membanting tubuh lily ke tempat tidur, lalu perlahan ia merangkak ke arah istrinya itu.
Kini ia sudah di atas tubuh istrinya **** tubuh itu dengan tumpuan kedua lutut dan tangannya.
Lily langsung mengambil inisiatif mengalungkan tangannya ke leher suaminya.
Ryu: "Katakan padaku bahwa ini bukan mimpi, aku merangkak ke arahmu dengan begitu bahagia, dan kau menyambutku dengan begitu berbahagia pula"
Ryu: "Awww! Sakit. Kenapa kau mencubitku?" /mengusap2 pipinya/
Lily: "hahaha... maafkan aku. Sekarang percaya kan kalau ini bukan mimpi."
Ryu: /mengangguk/ "Bolehkah kumulai?"
Lily: "Tentu. Aku milikmu sayang..."
Ryu memulai dengan melumat bibir istrinya dengan penuh hasrat, tangannya tanpa henti menggerayangi seluruh tubuh istrinya. Hingga ia mulai merasa kurang nyaman dengan adanya kimono tidur yang menutup tubuh istrinya itu. dengan serampangan ia membukanya dengan merobeknya.
Lily: /mulai kehabisan nafas, menghentikan ciumannya sejenak/ "Sa-bar sayang... itukan salah satu kimono ti-dur favoritku..."
Ryu: "aku akan membelikanmu lagi 10 yang jauh lebih bagus dari itu"
__ADS_1
Ternyata didalam kimono itu Lily tak mengenakan apapun, tubuhnya langsung terlihat polos tanpa sehelai benang pun. Pipi Ryu langsung memerah begitu menatap tubuh polos istrinya. Terus terang ini pengalaman pertama baginya. Dulu, Lily mempunya syarat yang begitu kejam ketika bercinta yakni, tidak boleh melepas pakaian. sehingga ini menjadi pengalaman pertama bagi Ryu untuk melohat secara utuh tubuh Lily.
Ryu: "Tetnyata seindah ini yang selama ini kau sembunyikan dariku. Pantas saja kau menyembunyikannya. Ternyata memang sangat indah."
Lily: /blush/ "Sejak kapan kau menjadi pandai menggombal?"
Tak ingin suaminya sendiri mengambil alih, Lilypun mulai menciumi leher suaminya, meninggalkan beberapa kiss mark di sana.
Lily: "Bu-ka kemeja dan celanamu sayang... itu menghalangiku."
Ketika Ryu hendak mebuka kemejanya, tiba2 ada suara ketikan pintu.
TOKTOKTOK
Lily: /buru2 menarik selimut untuk menutup sekujur tubuhnya/ "Sayang, keluarlah, sepertinya itu Kana. Pasti ada yang penting sampai ia mengganggu di jam tidur."
Ryu: "Biarkan saja." /mulai melepas kancing2 kemejanya/
Namun ketukan pintu semakin kencang. akhirnya Ryu memutuskan untuk keluar menemui Kana.
Betapa terkejutnya Kana ketika melihat penampilan muda ayahnya.
Kana: "Ayah, apa yang sedang ayah lakukan? Kenapa lama sekali membuka pintunya."
Tiba2 kana tak sengaja melihat begitu banyak bercak merah di leher ayahnya. Setelah berfikir, kana jadi menyadari bahwa ayahnya sengaja berpenampilan muda untuk membelikan service optimal kepada ibunya. Kanapun menjadi sadar bahwa ia mengganggu malam penuh cinta ayah dan ibunya.
Kana: "Ayah maafkan aku. aku bicara dengan ayah dan ibu nanti saja. Sekali lagi maafkan aku... " /segera berlalu pergi/
Kanapun memerintahkan para penjaga dan pelayan untuk menjauhi kamar utama sejauh 10 meter. Ia tak ingin desahan ibunya didengar oleh orang lain.
Ryupun kembali masuk ke kamar hendak melanjutkan aktivitasnya. Tapi betapa kecewanya ia ternyata Lily sudah tertidur nyenyak. Ia tampak sangat kelelahan.
Ryu: "Padahal adikku sudah tegang sekali sayang... kau tega sekali meninggalkanku. Apakah kali ini aku harus kembali puas dengan sabun?"
__ADS_1
Karena melihat wajah letih istrinya, Ryu tak tega untuk membangunkannya. Iapun memutuskan untuk menuntaskan di kamar mandi dan segera menyusul istrinya tidur.